MerahPutih.com - Ketua Komisi III DPR Habiburokhman membantah kabar yang menyebut Presiden telah mengirimkan surat presiden (surpres) terkait pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Menurutnya, Rabu (5/8), informasi yang ramai beredar di media sosial tersebut tidak benar dan tidak didukung dokumen resmi.
Tidak benar ada surat presiden soal penggantian Kapolri,
Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman.
Politikus Gerindra itu juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum memiliki dasar yang jelas.
"Kami mengimbau baiknya masyarakat jangan terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar dan tidak ada dasarnya," imbuhnya.
Sahroni: DPR Belum Terima Surpres
Pernyataan serupa disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Ia memastikan DPR hingga saat ini belum menerima surat presiden maupun informasi resmi dari pemerintah mengenai pergantian Kapolri.
"Belum, nggak ada masalahnya. Kalau isu dikirim kan kita udah tahu. Kalau kalian tanya pasti gua jawab. Masalahnya belum ada," kata Sahroni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Baca juga:
Prabowo Panggil Jaksa Agung hingga Kapolri, Mensesneg Beberkan Alasannya
Sahroni mengakui isu pergantian Kapolri memang santer diperbincangkan dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar mengingat Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memimpin Polri selama sekitar lima tahun.
Kinerja Kapolri bagus kok. Cuma kan isu terkait dengan bagaimana Kapolri diganti kan hembusannya kencang, wajar kan beliau udah lima tahun,
Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni.
Meski isu pergantian terus beredar, Sahroni menilai Jenderal Listyo Sigit telah menunjukkan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai Kapolri.
Menurutnya, tanggung jawab memimpin Polri sangat besar karena institusi tersebut memberikan pelayanan kepada ratusan juta masyarakat Indonesia.
"Tapi ini kan aspek profesionalisme yang dilakukan oleh Pak Sigit. Dia kan bekerja luar biasa loh. Pengamanan, walaupun ada kurangnya wajarlah. Namanya pemimpin kalau nggak ada kurangnya itu namanya Tuhan," ucapnya.
Baca juga:
Kapolri Listyo Ogah Jabat Menteri Kepolisian, Jika Polisi Tidak Lagi Langsung di Bawah Presiden
Sahroni juga menilai berbagai persoalan yang terjadi di tubuh Polri lebih banyak disebabkan oleh ulah oknum dan tidak dapat dijadikan ukuran untuk menilai keseluruhan kinerja institusi.
Karena itu, ia meyakini Presiden masih memberikan kepercayaan kepada Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memimpin Polri.
"Tapi saya yakin Presiden mempertahankan Pak Sigit karena kinerjanya cukup baik," pungkasnya. (Pon)

