MerahPutih.com - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dalam mengungkap kasus kematian misterius kepala rumah tangga (Karumga) eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Sutrimo.
Sutrimo ditemukan meninggal dunia di depan sebuah klinik kecantikan di Jakarta Selatan.
Menurutnya, setiap temuan dalam penyelidikan harus dijelaskan secara terbuka agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.
Habiburokhman mengatakan, penyidik perlu memastikan seluruh proses pengungkapan perkara dilakukan secara profesional dengan mengedepankan bukti-bukti forensik.
Baca juga:
Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Buka Suara soal Kematian Sutrimo, Minta Tunggu Hasil Penyelidikan
Menurut dia, sejumlah hal yang menjadi perhatian publik, termasuk kondisi korban saat ditemukan, perlu dijelaskan berdasarkan hasil penyelidikan ilmiah, bukan asumsi.
Semua pertanyaan publik harus dijawab melalui proses penyidikan yang berbasis bukti,
ujar Habiburokhman kepada wartawan, Rabu (29/7).
Harus Terbuka
Ia menilai keterbukaan dalam penyampaian hasil penyelidikan juga penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.
Sementara itu, kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian Sutrimo.
Dengan begitu, penyebab kematian korban dapat dipastikan secara objektif,
tutup Habiburokhman yang juga politikus Gerindra ini.
Penyidik juga telah kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan korban di kawasan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Baca juga:
Polda Metro Jaya Klarifikasi Isu Penembakan Ajudan Febrie Adriansyah yang Viral di Media Sosial
Hingga kini, polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab kematian korban dan menyatakan seluruh temuan masih dalam tahap pendalaman.(Knu)

