Merahputih.com - Setelah membahas peluang juara La Liga hingga potensi klub Liga Spanyol tampil di Liga Champions, kurang asyik rasanya jika tak membahas tim-tim yang berpotensi berada di jurang degradasi musim kompetisi 2026/2027.
Persaingan di papan bawah La Liga dalam dua musim terakhir benar-benar menyuguhkan drama penuh emosi. Pada musim 2024-25, lima tim di papan bawah terpisah tidak lebih dari dua poin dari zona merah.
Sementara pada musim 2025-26, Sevilla yang mengakhiri musim di posisi ke-13 hanya unggul tipis satu poin dari Mallorca yang menempati slot degradasi terakhir.
Nasib tragis dialami Mallorca yang harus terdegradasi meski berhasil mengumpulkan 42 poin. Dalam sejarah format 38 pertandingan La Liga, raihan poin sebanyak itu hampir tidak pernah membuat tim turun kasta, di luar skema degradasi via play-off.
Baca juga:
Barcelona Diunggulkan Juara La Liga 2026/2027, Peluang Real Madrid Cuma 31 Persen
Meskipun musim baru belum berjalan, melihat tren ekstrem dua musim sebelumnya, persaingan panas di zona degradasi diprediksi akan kembali terulang. Menariknya, superkomputer Opta memperkirakan bakal ada korban dari klub ternama!
Ringkasa persentase risiko degradasi hasil simulasi 10.000 kali oleh superkomputer Opta untuk tim-tim papan bawah:
| Klub | Status / Catatan | Peluang Degradasi (%) | Tingkat Risiko |
| Deportivo La Coruña | Promosi (Peringkat 2 Segunda) | 29.2% | Sangat Tinggi |
| Elche CF | Kontestan La Liga | 28.4% | Sangat Tinggi |
| Sevilla FC | Klub Veteran La Liga | 27.7% | Tinggi / Kritis |
| Racing Santander | Promosi (Juara Segunda) | 26.9% | Tinggi |
| Espanyol | Kontestan La Liga | 26.5% | Tinggi |
| Málaga CF | Promosi (Lolos Play-off) | 25.3% | Sedang - Tinggi |
Sevilla selalu berkutat dalam perangkap degradasi pada dua musim terakhir. Pada musim 2024-25, mereka selamat secara dramatis dengan meraih 41 poin, hanya selisih satu angka di atas Leganés (40 poin).

Andaikan Leganés mampu mengalahkan Sevilla di Ramón Sánchez-Pizjuán pada pekan ke-34, yang secara permainan harusnya bisa mereka menangkan, posisi kedua tim dipastikan bakal bertukar.
Musim lalu pun Sevilla terlihat seperti sedang "tidur" menuju zona degradasi. Beruntung, sapuan empat kemenangan dari enam laga sejak pertengahan April memberi mereka cukup amunisi, sehingga kekalahan di dua laga pamungkas tidak berujung fatal.
Namun, superkomputer Opta menilai keberuntungan Sevilla mungkin akan habis kali ini. Dalam 27,7% simulasi, Sevilla diprediksi terlempar dari La Liga, menjadikan mereka tim dengan risiko degradasi tertinggi ketiga.

Situasi makin mengkhawatirkan jika melihat krisis finansial yang mencekik klub. Sevilla tercatat memiliki batas gaji terendah kedua di La Liga per Maret 2026.
Ditambah gejolak internal di level direksi dan keharusan mempromosikan banyak pemain muda dari tim B yang baru saja terdegradasi ke kasta keempat, masa depan Sevilla tampak sangat kelam.
Berbicara tentang era keemasan yang sirna, Deportivo La Coruña (kini resmi bernama Deportivo A Coruña sesuai bahasa Galicia) adalah contoh nyata.
Tim yang pernah merengkuh gelar juara La Liga ini akhirnya kembali ke kasta tertinggi setelah absen sejak musim 2017-18, bahkan sempat terdampar selama empat tahun di kasta ketiga.
Meski sukses promosi sebagai runner-up Segunda Division, superkomputer justru menempatkan Depor sebagai kandidat kuat utama yang bakal terdegradasi kembali, dengan probabilitas sebesar 29,2%.
Di sisi lain, Racing Santander yang menjuarai Segunda Division juga kembali setelah absen 14 tahun dari kasta utama. Sejak terdegradasi pada musim 2011-12, Racing menghabiskan durasi yang sama di kasta ketiga dan kasta kedua (masing-masing 7 musim).
Opta memberi persentase 26.9% bagi Racing untuk terdegradasi, sedikit lebih aman dibanding Sevilla, Depor, dan Elche (28.4%), tetapi tetap terseret dalam pertarungan sengit papan bawah.
Baca juga:
Peta Persaingan Tiket Liga Champions La Liga: Siapa Penguasa Empat Besar Berikutnya?
Sementara itu, Málaga CF menjadi tim promosi terakhir yang mengunci tiket ke kasta teratas usai menundukkan Almería di laga play-off. Sama seperti Depor, Málaga mengakhiri penantian panjang sejak 2017-18, bahkan baru mencicipi persaingan kasta ketiga pada musim 2023-24.
Di antara tiga tim promosi, Málaga berada di posisi paling menjanjikan dalam simulasi Opta dengan tingkat risiko degradasi terendah (25.3%), bahkan sedikit lebih baik dibanding Espanyol (26.5%).
Walaupun angka-angka statistik menunjukkan peta persaingan yang mengerikan, dunia sepak bola selalu menyimpan kejutan. Dalam simulasi 10.000 kali yang dilakukan superkomputer Opta, setiap tim peserta setidaknya berhasil keluar sebagai juara minimal 140 kali. Artinya, peluang untuk membalikkan prediksi dan menciptakan keajaiban selalu terbuka lebar!