Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Ada 10.320 Menit Rekaman CCTV, Polisi Butuh Waktu Lama Buru Pelaku Teror Aktivis KontraS

Wisnu Cipto - Senin, 16 Maret 2026

MerahPutih.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengakui butuh waktu untuk memburu pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Tim kepolisian saat ini sedang menganalisa puluhan ribu menit rekaman kamera pengawas (CCTV) yang melacak pergerakan pelaku sejak berangkat hingga kembali dari tempat kejadian perkara (TKP).

“Ada 86 titik kamera pengawas yang kami ambil sehubungan dengan titik-titik di mana diduga para pelaku penyiraman ini mulai berangkat dan kembalinya,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, saat jumpa pers di Jakarta, Senin (16/3).

Baca juga:

Polisi Duga Pelaku Asli Teror KontraS Panik Sebar Foto AI ke Publik

Durasi Rekaman 10.320 Menit

Kombes Iman merinci 85 titik CCTV itu berasal dari tujuh titik kamera berasal dari sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), 27 titik dari Diskominfotik, delapan titik dari Dinas Perhubungan, dan 44 titik kamera milik warga sekitar.

Dari 86 titik kamera itu, lanjut dia, polisi mengumpulkan 2.610 gambar video dengan total durasi mencapai 10.320 menit. “Sehingga kami membutuhkan waktu cukup lama dalam menganalisa digital terhadap video rekaman CCTV,” imbuhnya, dilansir Antara.

Namun, dia bersyukur kualitas gambar di puluhan CCTV sangat baik sehingga memudahkan kerja polisi dalam menyusuri rute pelaku teror aktivis KontraS sebelum dan sesudah beraksi.

"Apalagi pada beberapa titik atau sebagian besar titik CCTV yang terpasang di wilayah Jakarta memiliki resolusi yang cukup tinggi sehingga pada beberapa tempat dapat diperoleh gambar yang cukup jelas," tutur Kombes Iman.

Baca juga:

Polisi Bantah Foto Viral di Medsos Pelaku Teror Aktivis KontraS, Itu Rekayasa AI

Foto Viral 2 Pelaku Hasil Rekayasa AI

Terkait foto dua pria di atas motor dan diklaim sebagai pelaku penyiraman yang kini banyak beredar di Media Sosial, Polda Metro Jaya menegaskan hanyalah informasi hoaks.

Menurut dia, tim kepolisian sudah memastikan foto yang beredar merupakan hasil rekayasa berbasis artificial intelligence (AI).

"Jadi jika rekan-rekan banyak melihat atau menerima atau kiriman link atau unggahan di media sosial berupa dugaan sosok pelaku, dugaan identitas pelaku, itu kami pastikan bahwa itu adalah hoax atau tidak benar," tandas perwira polisi berpangkat melati tiga itu. (*)

Baca Artikel Asli