Merahputih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca periode 22 hingga 25 Juni 2026.
BMKG mendeteksi dominasi kondisi hujan ringan hingga lebat mengepung sebagian besar wilayah Indonesia.
Baca juga:
Sejumlah daerah wajib meningkatkan kewaspadaan akibat potensi lonjakan intensitas hujan skala sedang hingga sangat lebat.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mencermati perkembangan cuaca dalam sepekan ke depan, mengingat kondisi atmosfer di Indonesia dinamis,
tulis BMKG.
Peta Sebaran Hujan dan Status Siaga Wilayah
BMKG merinci zona rawan gangguan cuaca ekstrem selama empat hari ke depan:
-
Potensi Hujan Sedang hingga Lebat: Aceh, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat.
-
Potensi Hujan Wilayah Timur: Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua.
-
Status Siaga (Hujan Lebat - Sangat Lebat): Papua Pegunungan.
-
Potensi Angin Kencang: Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku.
Imbauan Keselamatan Hadapi Kemarau dan Cuaca Ekstrem
Lembaga pemantau cuaca nasional tersebut menyodorkan dua panduan berbeda bagi warga Indonesia, menyesuaikan kondisi iklim daerah masing-masing.
Warga area kemarau mendapat saran menjaga kecukupan cairan tubuh guna menghalau terik siang hari. Penggunaan alat pelindung dari paparan sinar matahari menjadi kewajiban saat beraktivitas luar ruangan.
Baca juga:
Sebaliknya, penduduk daerah basah harus bersiap menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. Potensi genangan, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga berkurangnya jarak pandang mengintai setiap saat. Masyarakat perlu membatasi aktivitas luar ruangan kala badai melanda.
“Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh,” tegas perwakilan BMKG menutup maklumat keselamatan warga.
