Aksi Unjuk Rasa Nasional Petani dan Masyarakat Adat di Depan Gedung DPR

Didik SetiawanDidik Setiawan - Senin, 22 Juni 2026
Aksi Unjuk Rasa Nasional Petani dan Masyarakat Adat di Depan Gedung DPR

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Massa yang tergabung dalam Dewan Pengurus Nasional (DPN) Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNARA) menggelar aksi bertajuk "1.000 Caping" di depan Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Dalam aksi tersebut, sejumlah peserta melakukan aksi simbolik dengan mengecor bagian tubuh mereka. Massa juga membawa caping sebagai simbol perjuangan petani sekaligus menyerukan perlawanan terhadap ketimpangan penguasaan tanah dan sumber daya alam.

Berbagai spanduk tuntutan turut dibentangkan, di antaranya bertuliskan: "Lawan Kaum Serakahnomics", "Tegakkan Pasal 33 UUD 1945", "Laksanakan UUPA Nomor 5 Tahun 1960", "Bentuk Badan Nasional Reforma Agraria", dan "Tanah Sebesar-besarnya untuk Kemakmuran Rakyat".

Dalam aksinya, KNARA menyampaikan sembilan tuntutan kepada pemerintah dan DPR RI, yakni:

  1. Memblokir dan mencabut seluruh izin pertanahan, seperti HGU, HGB, Hak Pakai, dan bentuk perizinan lainnya, serta izin kehutanan yang terbukti berkonflik dengan petani, masyarakat adat, nelayan, buruh tani, dan rakyat kecil, serta menyebabkan ketimpangan penguasaan tanah dan sumber daya alam.
  2. Mengeluarkan kebun rakyat, permukiman rakyat, kampung, dusun, desa definitif, dan wilayah masyarakat adat yang telah dikelola secara turun-temurun dari kawasan hutan, serta memberikan kepastian hukum melalui skema Reforma Agraria, Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PPTPKH), dan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).
  3. Menyelesaikan seluruh konflik agraria, kehutanan, pesisir, kelautan, dan sumber daya alam secara menyeluruh, berkeadilan, partisipatif, transparan, serta berkepastian hukum dengan mengutamakan perlindungan hak-hak rakyat.
  4. Menghentikan segala bentuk kriminalisasi, intimidasi, kekerasan, penangkapan sewenang-wenang, dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap petani, masyarakat adat, nelayan, buruh tani, serta pejuang reforma agraria di seluruh Indonesia.
  5. Membebaskan Marjuni, Lukman, dan Kamaruzaman yang saat ini ditahan, menghentikan seluruh proses hukum, serta mencabut status tersangka terhadap sejumlah petani dan pejuang agraria yang terlibat dalam konflik agraria di Indragiri Hulu, Riau, dan Sumatera Selatan. KNARA menilai proses hukum tersebut patut diduga sebagai bentuk kriminalisasi terhadap perjuangan rakyat mempertahankan hak atas tanah.
  6. Melaksanakan redistribusi tanah melalui program Reforma Agraria guna mewujudkan keadilan sosial, mengurangi ketimpangan penguasaan tanah, memperkuat kedaulatan pangan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta mendukung swasembada pangan dan energi nasional.
  7. Membentuk Tim atau Pokja Nasional Penyelesaian Konflik Agraria di bawah Menteri Sekretaris Negara sebagai langkah darurat percepatan penyelesaian konflik agraria, yang menjadi transisi menuju pembentukan Badan Nasional Reforma Agraria (BNRA) di bawah Presiden Republik Indonesia.
  8. Mendukung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) untuk menertibkan dan menindak korporasi yang terbukti menguasai kawasan hutan secara ilegal, merampas tanah rakyat, merusak lingkungan, melanggar perizinan, serta menimbulkan kerugian negara. Hasil penertiban tersebut diminta diprioritaskan untuk penyelesaian konflik agraria dan redistribusi tanah kepada rakyat.
  9. Menghentikan pemasangan plang, tindakan penertiban, dan langkah represif lainnya oleh Satgas PKH terhadap kebun rakyat, permukiman, kampung, dusun, desa definitif, serta wilayah masyarakat adat yang telah dikuasai dan dikelola secara turun-temurun selama puluhan tahun, serta memberikan pengakuan dan kepastian hukum atas hak-hak rakyat.

Aksi ini digelar sebagai bentuk peringatan kepada negara bahwa konflik agraria dan ketimpangan penguasaan tanah masih menjadi hambatan utama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan berkeadilan sosial. (Foto: MP/Didik Setiawan).

#Pendemo #DPR #Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Didik Setiawan

"Fotografi adalah kisah yang gagal diceritakan melalui kata-kata". – DS
Show More

Berita Terkait

Berita Foto
FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Imbang 0-0 Lawan Malaysia
Pemain Timnas Indonesia Elkan Baggot berpelukan dengan pemain Timnas Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Didik Setiawan - Senin, 28 September 2026
FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Imbang 0-0 Lawan Malaysia
Berita Foto
Kalapas Cibinong Nonaktif Wisnu Hadiri RDP dengan Komisi XIII DPR Bahas Temuan Lapas Mewah
Eks Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putanto mengikuti RDP dengan Komisi XIII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Didik Setiawan - Senin, 28 September 2026
Kalapas Cibinong Nonaktif Wisnu Hadiri RDP dengan Komisi XIII DPR Bahas Temuan Lapas Mewah
Indonesia
DIM RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Makin Bertambah, Belum Hasilkan Naskah Final
Pembahasan mencakup sejumlah isu ketenagakerjaan, antara lain hubungan kerja, pengupahan, pelindungan pekerja perempuan, dan pemagangan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
DIM RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Makin Bertambah, Belum Hasilkan Naskah Final
Indonesia
Kualitas Udara Jakarta 26 September 2026: Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia
Jakarta masuk 10 besar sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Hal itu diketahui dari IQAir pada Sabtu (26/9) pagi.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Kualitas Udara Jakarta 26 September 2026: Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia
Berita Foto
Aksi Agnes Mo Meriahkan Malam Pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026
Penyanyi Agnes Monica tampil pada pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 25 September 2026
Aksi Agnes Mo Meriahkan Malam Pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026
Berita Foto
Aksi Luke Vickery Jalani Debut Bersama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Pemain Timnas Indonesia, Luke Vickery berusaha melewati pemain Singapura dalam pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 25 September 2026
Aksi Luke Vickery Jalani Debut Bersama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Indonesia
Pramono Pamer Integrasi Transortasi Jakarta ke Para Wali Kota Dunia di New York
Jakarta juga mulai memperkuat elektrifikasi transportasi publik. Hingga 2026, Transjakarta mengoperasikan sekitar 4.792 armada, termasuk 500 bus listrik.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Pramono Pamer Integrasi Transortasi Jakarta ke Para Wali Kota Dunia di New York
Berita Foto
Latihan Resmi Timnas Indonesia Jelang Laga Asian Cup 2026 Kontra Singapura
Pesepak bola Timnas Indonesia, Shayne Pattynama menjalani latihan resmi menjelang pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion PTIK, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 24 September 2026
Latihan Resmi Timnas Indonesia Jelang Laga Asian Cup 2026 Kontra Singapura
Berita Foto
Sidang Putusan Banding Eks Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta
Terdakwa Nadiem Anwar Makarim memeluk istrinya usai sidang putusan banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 24 September 2026
Sidang Putusan Banding Eks Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta
Berita Foto
Aksi Demo Buruh Tuntut Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan di Jakarta
Massa buruh melakukan long march saat aksi unjuk rasa menuntuk sahkan RUU Ketenagakerjaan di Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 24 September 2026
Aksi Demo Buruh Tuntut Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan di Jakarta
Bagikan