MerahPutih.com - Kepolisian menemukan dokumen dalam penyelidikan temuan sebanyak 996 pucuk senjata, VCD porno serta dugaan narkoba di sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil meminta polisi mengusut tuntas jaringan pemasok ratusan senjata yang ditemukan di sebuah ruangan milik mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pengungkapan kasus ini tak boleh berhenti pada penyitaan barang bukti semata.
Meminta aparat kepolisian segera menemukan jaringan pemasok senjata tersebut,
kata Nasir dalam keterangannya, Jumat (7/8).
Nasir mengatakan temuan 995 pucuk senjata merupakan kasus besar yang harus diusut hingga ke akar. Aparat perlu membongkar dari mana senjata-senjata tersebut berasal, bagaimana jalur distribusinya, hingga siapa saja pihak yang terlibat.
Baca juga:
Polisi akan Panggil Eks Ketua Yayasan Sekolah Pondok Pinang Terkait Temuan 995 Senjata
Menurut politikus PKS itu, kasus ini menjadi sinyal bahwa peredaran senjata ilegal masih terjadi. Karena itu, penegak hukum diminta memberikan perhatian serius agar senjata-senjata tersebut tidak digunakan untuk aksi kriminal maupun mengancam keamanan nasional.
Ia juga menyoroti lokasi penemuan yang berada di Jakarta, wilayah yang menjadi pusat pemerintahan sekaligus memiliki banyak objek vital nasional.
"Lokasi penemuan itu ada di Jakarta, kota di mana terletak pusat pemerintahan dan gedung-gedung objek vital lainnya. Kita bisa bayangkan di daerah-daerah juga sangat mungkin beredar senjata gelap yang digunakan untuk kejahatan?" ujarnya.
Nasir mengaku tidak ingin berspekulasi mengenai berbagai isu yang berkembang, termasuk dugaan adanya kaitan dengan isu kerusuhan di Jakarta. Namun, menurutnya, pengungkapan jaringan pemasok sangat penting agar masyarakat mendapat kepastian dan aparat dapat mencegah potensi ancaman keamanan.
Sebelumnya, kuasa hukum pihak sekolah Hermawanto mengungkapkan pihaknya menemukan 995 pucuk senjata saat membuka ruangan yang sebelumnya dikuasai mantan ketua yayasan sekolah swasta.
"Jadi pada tanggal 10 dan 11 Juli kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk amunisi dan beberapa aksesori senjata lainnya," ujar Hermawanto.
Saat ini kepolisian masih mendalami jenis senjata yang ditemukan, legalitas kepemilikannya, serta menelusuri asal-usul dan pihak yang diduga terkait dengan penyimpanan ratusan senjata tersebut. Polisi juga diharapkan dapat mengungkap jaringan pemasok agar kasus serupa tidak kembali terulang. (Pon)