Merahputih.com - Aljazair membidik momentum kebangkitan penuh guna memutus rangkaian hasil minor di Piala Dunia 2026. Menghadapi Yordania yang tengah goyah, akan menjadi kesempatan emas bagi pasukan Vladimir Petkovic membuktikan dominasi kualitas di lapangan hijau.
Aljazair datang membawa reputasi besar sepak bola Afrika meski statistik mencatat tim ini hanya mengemas satu kemenangan dari 11 laga terakhir kompetisi tertinggi dunia.
Baca juga:
Kendati demikian, sejarah mencatat skuad Rubah Gurun memiliki mentalitas baja saat melakoni laga-laga awal fase grup.
Aljazair tidak pernah mengalami kekalahan beruntun dalam dua laga pembuka sepanjang keikutsertaan sejarah Piala Dunia.
Yordania Terjebak Tren Negatif
Sektor seberang memperlihatkan kondisi kontras lantaran Yordania sedang mengalami penurunan performa pada waktu paling tidak tepat.

Pasukan asuhan Jamal Sellami menderita krisis kemenangan lewat catatan minor beberapa laga terakhir seluruh kompetisi. Situasi ini tentu memperberat langkah wakil Asia tersebut guna mencuri poin dari sang raksasa Afrika.
Berikut fakta penting serta data statistik kedua tim menjelang laga hidup mati:
-
Prediksi Kemenangan Opta: Superkomputer mengunggulkan Aljazair lewat persentase kemenangan mencapai 60,1 persen dari 25.000 simulasi.
-
Peluang Menang Yordania: Kans wakil Asia ini mengamankan kemenangan perdana sejarah Piala Dunia hanya berada pada angka 17,7 persen.
-
Probabilitas Hasil Imbang: Simulasi komputer mencatat peluang kedua tim berbagi poin sebesar 22,2 persen.
-
Tren Performa Yordania: Tanpa kemenangan dalam enam laga terakhir seluruh kompetisi (dua imbang, empat kalah).
-
Rekor Pertemuan Terakhir: Kedua negara bermain imbang 1-1 saat melakoni laga persahabatan internasional pada Mei 2004 silam.
Memori Pembantaian Masa Lalu
Sejarah mencatat pertemuan kedua negara ini baru terjadi tiga kali sepanjang masa, dua antaranya berlangsung dalam ajang Piala Arab.
Aljazair pernah menorehkan kemenangan fantastis 6-0 atas Yordania saat bertanding di Damaskus pada Oktober 1974.
Namun, Yordania membalas kekalahan tersebut lewat keunggulan 2-1 saat bertindak sebagai tuan rumah di Amman 14 tahun kemudian.
Kini, analisis taktis menempatkan Aljazair sebagai favorit utama pengisi posisi teratas perebutan poin penuh. Ketajaman lini depan bentukan Vladimir Petkovic diharapkan mampu membongkar pertahanan Yordania sejak peluit pertama berbunyi.
Baca juga:
Lionel Messi Cetak Hattrick Lawan Aljazair, Insiden dengan Aissa Mandi Jadi Perdebatan
Prakiraan Pemain
Aljazair (4-3-3)
- Kiper: A. Zeghba (Nomor 23)
- Bek: R. Aït-Nouri (15), R. Bensebaïni (21), A. Mandi (2), R. Belghali (17)
- Gelandang: I. Maza (22), R. Zerrouki (6), H. Aouar (8)
- Penyerang: F. Chaïbi (10), A. Gouiri (9), R. Mahrez (7)
Yordania (3-4-3)
- Kiper: Yazeed Abulaila (1).
- Bek: Mohammad Abu Al Nadi (16), Yazan Al Arab (5), Saed Al Rosan (19).
- Gelandang: Mohannad Abu Taha (20), Noor Al Rawabdeh (8), Nizar Al Rashdan (21), Ehsan Haddad (23).
- Penyerang: Odeh Fakhoury (11), Mousa Al Tamari (10), Ali Olwan (9). [1]