XRISM, Teleskop X-Ray Canggih Terkini Milik Jepang

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 11 September 2023
XRISM, Teleskop X-Ray Canggih Terkini Milik Jepang

Jepang luncurkan teleskop X-ray nan canggih, XRISM.(foto: engadget.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BADAN Antariksa Jepang meluncurkan sebuah roket pada Rabu (6/9). Roket itu membawa sebuah teleskop yang diklaim lebih canggih daripada Chandra milik NASA dan observatorium X-ray lainnya yang sudah berada di orbit. Seperti dilaporkan Endgaget, The X-Ray Imaging and Spectroscopy atau disingkat XRISM merupakan sebuah misi yang dipimpin Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) yang berkolaborasi dengan NASA. Misi ini mendapat kontribusi dari Badan Antariksa Eropa.

Astronom dari Universitas Michigan yang juga peserta misi Lia Corrales mengatakan kepada The New York Times bahwa XRISM merupakan 'langkah berikutnya dalam pengamatan X-ray'.

BACA JUGA:

Kontes Pakaian untuk Astronaut, Tetap Modis di Antariksa

Teleskop ini dianggap lebih kuat daripada pendahulunya karena alat-alatnya. Salah satunya, yang disebut Resolve. Itu merupakan spektrometer mikrokalorimeter dengan kemampuan mengukur peningkatan suhu yang sangat kecil saat sinar X-ray mengenai detektor 6 x 6 piksel.

xrism
XRIMS meluncur bersama roket pada Rabu (6/9). (foto: engadget.com)

Alat itu harus beroperasi di lingkungan yang memiliki suhu sepersekian derajat di atas nol absolut, yang diaktifkan oleh proses pendinginan mekanis bertingkat di dalam wadah seukuran lemari es yang berisi helium cair. Selama bekerja, alat ini dapat mengukur setiap energi sinar x dan dapat memberikan informasi tentang komposisi, gerakan, dan kondisi fisik sumbernya.

BACA JUGA:

Boneka Barbie Jadi Alat Simulasi untuk Pakaian Antariksa

The Times mengatakan tim berharap data spektroskopi Resolve akan 30 kali lebih tajam daripada yang bisa diberikan instrumen Chandra. Resolve dapat mendeteksi sinar x dengan energi yang berkisar antara 400 dan 12.000 elektron volt. Menurut NASA, kemampuan itu dapat memberikan data yang dibutuhkan dalam mengetahui lebih banyak tentang daerah terpanas, struktur terbesar, dan objek dengan tarikan gravitasi terkuat di alam semesta.

xrism
Operasi sains XRISM baru akan dimulai pada Januari 2024.(foto: brgfx_freepik)

Operasi sains XRISM baru akan dimulai pada Januari 2024 karena para ilmuwan masih harus menyalakan instrumen dan menyetelnya dalam beberapa bulan mendatang.(Aqb)

BACA JUGA:

Ilmuwan Badan Antariksa Eropa Klaim Bisa Ubah Debu Bulan Jadi Oksigen

#Sains
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan Peringatkan Nyaris Semua Terumbu Karang Bisa Hilang dalam 50 Tahun
Penilaian dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) menemukan 96 persen sistem terumbu karang air dangkal kritis dan dapat lenyap pada 2075.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
 Ilmuwan Peringatkan Nyaris Semua Terumbu Karang Bisa Hilang dalam 50 Tahun
Lifestyle
NASA Rencanakan Misi VIPER pada 2027, Cari Air di Bulan
Wahana penjelajah NASA, Volatiles Investigating Polar Exploration Rover (VIPER), dijadwalkan untuk memulai misi ke wilayah kutub selatan bulan pada 2027.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
NASA Rencanakan Misi VIPER pada 2027, Cari Air di Bulan
Lifestyle
Misi Antariksa Meluncur ke Mars, Ambil Sampel dari Phobos
Jika berhasil, ini akan menjadi kali pertama sampel dari Mars atau bulan-bulannya dikembalikan untuk dianalisis di laboratorium di Bumi.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Misi Antariksa Meluncur ke Mars, Ambil Sampel dari Phobos
Lifestyle
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Para arkeolog dan ilmuwan internasional bersama BRIN menemukan bukti empiris praktik ini telah dilakukan sejak 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Dunia
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Data terbaru menyebut hal itu terjadi akibat gelombang panas musim panas yang ekstrem di puncak-puncak pegunungan Alpen.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Lifestyle
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Bukti terbaru menunjukkan biji pinang telah digunakan sebagai zat psikoaktif oleh sejumlah komunitas di Indonesia pada 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Fun
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Mengunggah ‘konten marmot tanpa sensor'.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Bagikan