BADAN Antariksa Jepang meluncurkan sebuah roket pada Rabu (6/9). Roket itu membawa sebuah teleskop yang diklaim lebih canggih daripada Chandra milik NASA dan observatorium X-ray lainnya yang sudah berada di orbit. Seperti dilaporkan Endgaget, The X-Ray Imaging and Spectroscopy atau disingkat XRISM merupakan sebuah misi yang dipimpin Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) yang berkolaborasi dengan NASA. Misi ini mendapat kontribusi dari Badan Antariksa Eropa.
Astronom dari Universitas Michigan yang juga peserta misi Lia Corrales mengatakan kepada The New York Times bahwa XRISM merupakan 'langkah berikutnya dalam pengamatan X-ray'.
BACA JUGA:
Teleskop ini dianggap lebih kuat daripada pendahulunya karena alat-alatnya. Salah satunya, yang disebut Resolve. Itu merupakan spektrometer mikrokalorimeter dengan kemampuan mengukur peningkatan suhu yang sangat kecil saat sinar X-ray mengenai detektor 6 x 6 piksel.
Alat itu harus beroperasi di lingkungan yang memiliki suhu sepersekian derajat di atas nol absolut, yang diaktifkan oleh proses pendinginan mekanis bertingkat di dalam wadah seukuran lemari es yang berisi helium cair. Selama bekerja, alat ini dapat mengukur setiap energi sinar x dan dapat memberikan informasi tentang komposisi, gerakan, dan kondisi fisik sumbernya.
BACA JUGA:
The Times mengatakan tim berharap data spektroskopi Resolve akan 30 kali lebih tajam daripada yang bisa diberikan instrumen Chandra. Resolve dapat mendeteksi sinar x dengan energi yang berkisar antara 400 dan 12.000 elektron volt. Menurut NASA, kemampuan itu dapat memberikan data yang dibutuhkan dalam mengetahui lebih banyak tentang daerah terpanas, struktur terbesar, dan objek dengan tarikan gravitasi terkuat di alam semesta.
Operasi sains XRISM baru akan dimulai pada Januari 2024 karena para ilmuwan masih harus menyalakan instrumen dan menyetelnya dalam beberapa bulan mendatang.(Aqb)
BACA JUGA:
Ilmuwan Badan Antariksa Eropa Klaim Bisa Ubah Debu Bulan Jadi Oksigen