Terkait Kasus e-KTP, Politisi PKB Dicecar KPK Soal Peran Andi Narogong

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 04 Juli 2017
Terkait Kasus e-KTP, Politisi PKB Dicecar KPK Soal Peran Andi Narogong

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Malik Haramain. (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Malik Haramain memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi terkait proyek pengadaan KTP elektronik (e-KTP) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Mantan Ketua Kelompok Farksi (Kapoksi) PKB pada Komisi II DPR ini mengaku dicecar sejumlah pertanyaan oleh penyidik KPK terkait dengan peran Andi Agustinus alias Andi Narogong. ‎

Meski demikian, Malik menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal pengusaha yang diduga sebagai aktor utama pengatur tender proyek e-KTP yang dikenal memiliki hubungan karib dengan Ketua DPR RI Setya Novanto.

"Saya memang ditanya beberapa pertanyaan. Pertanyaan terkait Andi Narogong. Saya pastikan jawaban saya tidak pernah tahu. Saya tidak pernah kenal, saya tidak pernah ikut rapat, saya tidak pernah ngobrol sama dia, apalagi membahas masalah e-KTP," kata Malik di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/7).

Mantan Ketua Umum PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini juga membantah pernah ditawari dan menerima uang korupsi e-KTP dari Andi Narogong.

Pasalnya, kata Malik, dirinya tidak pernah mengenal Andi Narogong.

"Pak Andi jangankan nawarin, kenal aja enggak, ketemu aja enggak," kata Sekretaris Jenderal PP GP Ansor periode 2006-2010 ini.

Dalam surat dakwan dua terdakwa perkara korupsi e-KTP yang merupakan pejabat di Kemendagri Irman dan Sugiharto, Abdul Malik Haramain disebut-sebut turut kecipratan dana panas proyek e-KTP sebesar USD 37.000.

Namun demikian, Abdul Malik membantah pernah menerima ataupun mencicipi ‎uang hasil korupsi proyek e-KTP yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun dari nilai total proyek sebesar Rp5,9 triliun.

Baca berita terkait kasus korupsi e-KTP lainnya di: Dicecar Pertanyaan Aliran Dana Korupsi E-KTP, Bendum PDIP: Mana Gua Ngerti

#Kasus Korupsi #Korupsi E-KTP #Andi Narogong #Setya Novanto
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
KPK Periksa Legislator NasDem Nabil Husein, Usut Aliran Uang Kasus Rita Widyasari
Kali ini penyidik mendalami aliran uang yang diduga berasal dari produksi batu bara per metrik ton. 

Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
KPK Periksa Legislator NasDem Nabil Husein, Usut Aliran Uang Kasus Rita Widyasari
Indonesia
Nadiem Makarim Curhat di Sidang Korupsi Chromebook, Menyesal Jadi Menteri?
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019-2024 ini mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai saran kolega
Angga Yudha Pratama - Selasa, 23 Juni 2026
Nadiem Makarim Curhat di Sidang Korupsi Chromebook, Menyesal Jadi Menteri?
Indonesia
KPK Periksa Anggota DPR Nabil Husein Terkait Kasus Korupsi Rita Widyasari
KPK memeriksa Anggota Komisi III DPR RI Fraksi NasDem Nabil Husein sebagai saksi dalam pengembangan kasus korupsi Rita Widyasari.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 23 Juni 2026
KPK Periksa Anggota DPR Nabil Husein Terkait Kasus Korupsi Rita Widyasari
Indonesia
KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim dan 7 Tersangka Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA
KPK memperpanjang masa penahanan Silmy Karim dan tujuh tersangka kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA selama 40 hari untuk melengkapi alat bukti dan penyidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 22 Juni 2026
KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim dan 7 Tersangka Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA
Indonesia
DPR Endus Bau Amis Mark Up Motor Listrik BGN, Sepakat Dihibahkan ke Guru Honorer
Yahya menyatakan aset bernilai ekonomis hasil pembiayaan uang rakyat harus mendatangkan manfaat optimal
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
DPR Endus Bau Amis Mark Up Motor Listrik BGN, Sepakat Dihibahkan ke Guru Honorer
Indonesia
Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Asrul Azis Taba Ajukan Penangguhan Penahanan ke KPK
KPK memastikan seluruh tahanan memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar yang berlaku
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Asrul Azis Taba Ajukan Penangguhan Penahanan ke KPK
Indonesia
Diperiksa KPK 7 Jam, Bos Maktour Fuad Hasan Bantah Ada Transaksi Kuota Haji Tambahan
Bos Maktour, Fuad Hasan, diperiksa KPK selama tujuh jam. Hal itu terkait kasus korupsi kuota haji.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Diperiksa KPK 7 Jam, Bos Maktour Fuad Hasan Bantah Ada Transaksi Kuota Haji Tambahan
Indonesia
Sidang Perdana Eks Bupati Pati Sudewo, Jaksa Ungkap Dugaan Gratifikasi Rp 1,37 Miliar
Eks Bupati Pati Sudewo menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Semarang. Jaksa mengungkap gratifikasi proyek perkeretaapian senilai Rp 1,37 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 15 Juni 2026
Sidang Perdana Eks Bupati Pati Sudewo, Jaksa Ungkap Dugaan Gratifikasi Rp 1,37 Miliar
Indonesia
Kelelahan Sepulang Haji, Dirut Maktour Tunda Pemeriksaan KPK Terkait Kuota Haji
Direktur Utama Maktour, Fuad Hasan Maksyur, belum memenuhi panggilan KPK dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024 karena kondisi kesehatan menurun.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 15 Juni 2026
Kelelahan Sepulang Haji, Dirut Maktour Tunda Pemeriksaan KPK Terkait Kuota Haji
Indonesia
KPK Periksa Model Fitri Assiddikki dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana CSR BI dan OJK
KPK memeriksa Fitri Assiddikki, mantan staf ahli Heri Gunawan, sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana CSR BI dan OJK.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 15 Juni 2026
KPK Periksa Model Fitri Assiddikki dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana CSR BI dan OJK
Bagikan