Pemerintah Abai Sejak Januari Soal Corona, PKS: Jangan terulang lagi

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 22 Mei 2020
Pemerintah Abai Sejak Januari Soal Corona, PKS: Jangan terulang lagi

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. Foto: pks.id

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera meminta agar pemerintah belajar dari kesalahan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 di Indonesia sejak bulan Januari lalu.

Salah satunya adalah dengan tidak memberikan kelonggaran pada pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk sementara waktu sampai bisa dipastikan COVID-19 bersih.

“Pemerintah abai sejak Januari wapada korona. Jangan terulang lagi pada pelonggaran (PSBB),” tuturnya kepada wartawan, Jumat (22/5).

Baca Juga

Tekan Angka PHK, Pemerintah Longgarkan Usia di Bawah 45 Tahun Beraktivitas

Ia menyebut bahwa banyak yang menjadi korban karena penyebaran virus korona. Bukan hanya manusia, bahkan sektor-sektor di bidang ekonomi juga kacau balau.

“Ribuan hotel tutup, ribuan pabrik atau industri tutup, jutaan PHK, mall dan toko-toko tutup, wisata zero, dan lain-lain. Ekonomi terpuruk,” jelas dia.

Kemudian, ia juga meminta agar PSBB jika perlu diperketat lagi agar penyebaran virus COVID-19 benar-benar bisa ditekan semaksimal mungkin. Karena baginya, apabila pelonggaran dan pengurangan PSBB terus dilakukan, korbannya bukan hanya ekonomi tapi jiwa masyarakat.

“Maka ayo sama-sama perketat dan taat aturan PSBB agar korona lenyap, sehingga ekonomi bisa putar kembali,” ujarnya.

Kuncinya saat ini adalah bagaimana pemerintah benar-benar hadir untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia patuh pada PSBB sehingga bisa diajak kerjasama untuk memutus mata rantai penularan COVID-19.

Mardani Ali Sera
Politikus PKS Mardani Ali Sera (Fotografer : Djo, Aziz/ PKSFoto)

Yang paling pokok adalah menjamin kebutuhan pangan mereka terpenuhi selama menjalani masa pembatasan berskala besar itu. “Yang terpenting harus ada bantuan pemerintah buat rakyatnya yang PSBB,” tutur dia.

Mardani menuturkan pendapat sejumlah pakar kesehatan semestinya sejak awal tentang penutupan wilayah atau lockdown disikapi dengan cepat. Minimal, menurutnya, parsial di kota-kota besar. Karena, sumber virus ini berasal dari kasus impor.

Kasus ini kemudian menjadi transmisi lokal yang bergerak cepat karena tarik ulur sikap pemerintah sejak awal.

“Indonesia pun belum bisa disebut melandai, sebab belum ada penurunan kasus positif yang konsisten. Pelonggaran PSBB harusnya dibicarakan jika kita sudah melewati puncak dan kurva melandai. Pelonggaran jangan ikut-ikut negara lain, karena kurva mereka memang sudah melandai,” kata Mardani.

Baca Juga

Ternyata Ini Kunci Sukses Penanganan COVID-19 di Selandia Baru

Presiden Joko Widodo kembali menegaskan belum akan melakukan relaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam waktu dekat. Hingga dua pekan ke depan, pemerintah akan fokus pada penerapan larangan mudik dan mengendalikan arus balik.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta Kapolri Jenderal Idham Azis dan dibantu oleh Panglima TNI Marskekal Hadi Tjahjanto untuk memastikan larangan mudik berjalan efektif. Presiden juga mengingatkan bahwa larangan tersebut berlaku untuk membatasi mobilitas orang, bukan barang. (Knu)

#Mardani Ali Sera #PKS #COVID-19 #Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona #PSBB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Masukkan Penyebaran LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, PKS Beri Dukungan
PKS mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang memasukkan penyebaran LGBTQ sebagai ancaman nonmiliter.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Juli 2026
Prabowo Masukkan Penyebaran LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, PKS Beri Dukungan
Indonesia
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Mardani menegaskan kelanjutan kepemimpinan Prabowo pada periode berikutnya sepenuhnya berada di tangan Prabowo sendiri
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Indonesia
Desakan PDIP Diminta Jadi Oposisi, Ini Kata Sekjen PKS
Perdebatan mengenai posisi PDIP mencuat setelah muncul dugaan keterlibatan salah satu kader PDIP, Andi Widjajanto, dalam aksi demonstrasi mahasiswa
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Desakan PDIP Diminta Jadi Oposisi, Ini Kata Sekjen PKS
Indonesia
Putusan MK soal Caleg Perempuan Didukung PKS dan PAN, Partai Bisa Gugur di Dapil
Putusan MK yang mewajibkan keterwakilan 30% caleg perempuan mendapat dukungan dari PKS dan PAN. Partai yang tidak memenuhi aturan kini terancam gugur di dapil terkait.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Mei 2026
Putusan MK soal Caleg Perempuan Didukung PKS dan PAN, Partai Bisa Gugur di Dapil
Indonesia
Guru Honorer Jangan Sampai Terbengkalai Akibat Penghapusan Tenaga Non-ASN Tahun 2026
Pemerintah perlu segera melakukan pendataan ulang terhadap tenaga non-ASN yang belum terdaftar dalam basis data BKN guna mempercepat proses administrasi penyerapan formasi ASN secara sistematis
Angga Yudha Pratama - Selasa, 12 Mei 2026
Guru Honorer Jangan Sampai Terbengkalai Akibat Penghapusan Tenaga Non-ASN Tahun 2026
Indonesia
PKS Dorong Pembahasan RUU Pemilu Transparan, Libatkan Publik Sejak Awal
PKS meminta pembahasan RUU Pemilu dilakukan secara transparan. Sebab, hal itu menyangkut kepentingan publik.
Soffi Amira - Kamis, 23 April 2026
PKS Dorong Pembahasan RUU Pemilu Transparan, Libatkan Publik Sejak Awal
Indonesia
Bamus Tetapkan Jadwal Pergantian Ketua DPRD DKI Baru 30 April 2026
DPRD berharap Gubernur Pramono Anung dapat hadir langsung dalam rapat paripurna tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 22 April 2026
Bamus Tetapkan Jadwal Pergantian Ketua DPRD DKI Baru 30 April 2026
Indonesia
Suhud Alynudin Diusulkan Jadi Ketua DPRD DKI, ini Alasan PKS
Suhud Alynudin diusulkan menjadi Ketua DPRD DKI Jakarta. PKS pun membeberkan alasan pergantian tersebut.
Soffi Amira - Selasa, 21 April 2026
Suhud Alynudin Diusulkan Jadi Ketua DPRD DKI, ini Alasan PKS
Indonesia
DPP PKS Perintahkan Pergantian Khoirudin dari Kursi DPRD DKI Jakarta
Termuat dalam SK, mengusulkan penggantian Ketua DPRD Provinsi Jakarta yang semula dijabat Khoirudin digantikan Suhud Alynudin.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
DPP PKS Perintahkan Pergantian Khoirudin dari Kursi DPRD DKI Jakarta
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Bagikan