Kivlan Zen: Memangnya Siapa Saya Menyuruh Serang YLBHI?
Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zein. (Ist)
MerahPutih.com - Nama Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen disebut sebagai dalang dalam penyerangan dan pengerusakan kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jalan Diponegoro No. 74, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/9) dini hari.
Kivlan menyayangkan pernyataan pihak YLBHI yang telah memfitnah dirinya. Padahal, dia tidak ada di antara massa aksi demo saat penyerangan di kantor YLBHI dini hari tadi.
"Siapa saya? kok nyuruh serang. Ada gak saya di dalam aksi demo itu? Ada gak yang nyuruh mereka melakukan kekerasan ya toh. Gak ada," ujarnya saat dihubungi MerahPutih.com, Senin (18/9).
Lebih jauh, Kivlan Zen akan menempuh jalur hukum atas fitnah yang dilontarkan pihak YLBHI.
"Kalau mereka mengundang saya, saya sampaikan pandangan demo itu boleh, kalau mereka menuduh saya, nanti YBLHI saya tuntut," tegasnya.
Kivlan Zen membantah dirinya terlibat bahkan ia mengancam akan melaporkan pihak YLBHI kepada yang berwajib.
"Iya, nanti pasti akan saya laporkan. Saya laporkan. YLBHI tidak benar menuduh saya sebagai dalang sebagai aktor, saya tuntut dia," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bidang advokasi Muhammad Isnur menyebut ada dua diduga orang sebagai aktor penyerangan dan pengerusakan Gedung YLBHI, pada Senin (18/9) dini hari.
Dua nama tokoh yang dituding terlibat dalam pengerusakan tersebut adalah Rahmat Himran dan Kivlan Zen.
"Kami menulis dua nama yang di awal cukup agresif melakukan kampanye, menuliskan dalam beberapa instruksi-instruksi secara viral. Pertama, Rahmat Himran dan kedua, Kivlan Zen. Kalau nama ini keluar sebuah web berita diberitakan Kivlan memimpin rapat pengkoordinasi pembubaran PKI. Ini distorsi paling awalnya, menurut saya," kata Ketua YLBHI Bidang Advokasi M. Isnur saat konfrensi pers di Gedung Komnas HAM, Jakarta. (*)
Baca juga berita lainnya terkait penyerangan kantor YLBHI di: Bantah Otaki Kericuhan Di YLBHI, Kivlan Zein: Saya Sedang Di Luar Kota
Bagikan
Berita Terkait
YLBHI Soroti KUHP dan KUHAP Baru, Prabowo Diminta Turun Tangan Terbitkan Perppu
Tegas Tolak Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional, Marzuki Darusman: Cermin Pengabaian HAM dan Reformasi
Kontroversi Gelar Pahlawan untuk Soeharto, Bivitri Susanti: Alarm Bahaya bagi Demokrasi
1 Tahun Prabowo Berkuasa, YLBHI Soroti Ruang Demokrasi Kian Menyempit
Catatan YLBHI Demo 25-31 Agustus: 3.337 Orang Ditangkap, 1.042 Luka-Luka, 10 Meninggal
YLBHI Minta DPR Hapus Pasal RKUHAP yang Beri Kewenangan TNI Jadi Penyidik Sipil
YLBHI Desak DPR Tak Tergesa-gesa Bahas RKUHAP, Minta Partisipasi Publik Diperkuat
LBH Jakarta Kritik Rencana Gubernur Pramono Pasang CCTV di Pemukiman: Ancam Hak Privasi Warga
Dinilai ‘Ambil Alih’ Kewenangan Kementerian Lain, Kapolri Diminta Cabut Aturan Jurnalis Asing Harus Punya SKK
LBH Jakarta Soroti Potensi Pelanggaran Hak Tersangka dan Kewenangan Absolut di RUU KUHAP