Bantah Otaki Kericuhan di YLBHI, Kivlan Zein: Saya Sedang di Luar Kota
Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zein. (Ist)
MerahPutih.com - Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zein membantah tudingan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang dialamatkan kepada dirinya. Kivlan menantang YLBHI untuk mempertanggungjawabkan tuduhannya.
Atas tudingan itu, Kivlan pun meradang. Mantan Kepala Staf Kostrad ABRI itu menolak dirinya disebut sebagai aktor di balik pengepungan dan pengerusakan kantor YLBHI pada Senin (18/9) dini hari.
"Saya bukan dalang, bukan aktor. Saya tidak terlibat dalam penyerangan,"kata Kivlan saat dihubungi MerahPutih.com, Senin (18/9) malam. Kivlan mengaku saat kejadian dirinya sedang berada di luar kota.
"Saya tidak ada di situ saya ada di luar kota," katanya tegas.
Kivlan pun meminta kepada YLBHI mempertanggungjawab tudingannya tersebut.
"YLBHI suruh menghadap saya. Dia bilang saya terlibat kenapa? Katakan nanti. Saya minta pihak YLBHI mempertanggungjawabkan pernyataannya itu," sebut Kevlin.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bidang advokasi Muhammad Isnur menyebut ada dua diduga orang sebagai aktor penyerangan dan pengerusakan Gedung YLBHI, pada Senin (18/9) dini hari.
Dua nama tokoh yang dituding terlibat dalam pengerusakan tersebut adalah Rahmat Himran dan Kivlan Zein.
"Kami menulis dua nama yang di awal cukup agresif melakukan kampanye, menuliskan dalam beberapa instruksi-instruksi secara viral. Pertama, Rahmat Himran dan kedua, Kivlan Zein. Kalau nama ini keluar sebuah web berita diberitakan Kivlan memimpin rapat pengkoordinasi pembubaran PKI. Ini distorsi paling awalnya, menurut saya," kata Ketua YLBHI Bidang Advokasi M. Isnur saat konferensi pers di kantor Komnas HAM, Jakarta. (Asp)
Baca juga berita lainnya terkait penyerangan kantor YLBHI di: Sang Pensiunan Mayor Jenderal Pun Ancam Tuntut YLBHI
Bagikan
Berita Terkait
YLBHI Soroti KUHP dan KUHAP Baru, Prabowo Diminta Turun Tangan Terbitkan Perppu
Tegas Tolak Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional, Marzuki Darusman: Cermin Pengabaian HAM dan Reformasi
Kontroversi Gelar Pahlawan untuk Soeharto, Bivitri Susanti: Alarm Bahaya bagi Demokrasi
1 Tahun Prabowo Berkuasa, YLBHI Soroti Ruang Demokrasi Kian Menyempit
Peringatan G30S/PKI Setiap 30 September, 20 Ucapan untuk Mengenang Tragedi Sejarah Indonesia
30 September Memperingati Hari Apa? Ada G30S/PKI hingga Momen Penting Dunia
Catatan YLBHI Demo 25-31 Agustus: 3.337 Orang Ditangkap, 1.042 Luka-Luka, 10 Meninggal
YLBHI Minta DPR Hapus Pasal RKUHAP yang Beri Kewenangan TNI Jadi Penyidik Sipil
YLBHI Desak DPR Tak Tergesa-gesa Bahas RKUHAP, Minta Partisipasi Publik Diperkuat
Dinilai ‘Ambil Alih’ Kewenangan Kementerian Lain, Kapolri Diminta Cabut Aturan Jurnalis Asing Harus Punya SKK