Kenalkan Literasi Digital pada Anak Sejak Dini

P Suryo RP Suryo R - Jumat, 08 Oktober 2021
Kenalkan Literasi Digital pada Anak Sejak Dini

Dengan mengenalkan literasi digital pada anak akan membuatnya lebih baik dalam memasuki dunia digital. (Foto: Pexels/Katerina Holmes)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TAK bisa dipungkiri lagi, perkembangan teknologi digital sudah berkembang sangat pesat. Orang tua hingga anak muda, bahkan anak kecil pun sudah menggunakan teknologi digital. Maka dari itu, penting untuk kenalkan literasi digital kepada anak sejak usia dini.

Banyak informasi yang masih simpang siur atau tidak benar yang bertebaran dalam media sosial. Dengan pengenalan literasi digital sejak dini akan membentuk serta membangun pondasi karakter yang kuat dalam dirinya.

Baca Juga:

Kembangkan Literasi pada Anak sejak usia Dini

literasi
Ketika beranjak dewasa mereka mampu menyaring informasi negatif. (Foto: Pixabay/sasint)

Ketika beranjak dewasa mereka mampu menyaring informasi negatif yang mereka temukan di internet. Hal ini juga dapat menjadi salah satu cara melindungi anak dan menciptakan generasi masa depan yang berkualitas.

“Pandemi COVID-19 yang masih kita hadapi hingga saat ini mengubah berbagai pola perilaku dan kehidupan kita sehari-hari. Salah satunya adalah penggunaan gawai dan berbagai teknologi informasi menjadi bagian penting dari kehidupan kita. Sayangnya, kemajuan ini nyatanya seperti pisau bermata dua yang juga memiliki banyak risiko. Berbagai tantangan lainnya di dunia maya seperti banyaknya berita hoaks yang tersebar hingga disalahgunakannya data pribadi pengguna sosial media terjadi, dan diantaranya adalah anak-anak,” jelas Menteri PPPA, Bintang Puspayoga dalam siaran pers di Jakarta, sesuai yang dilansir Kemdikbud.

Bintang mengungkapkan bahwa anak rentan dalam penggunaan media sosial yaitu risiko kekerasan online yang dapat terjadi, dan penipuan dengan tujuan eksploitasi anak termasuk seksual dan pornografi.

“Meskipun demikian, agar tidak terjebak dalam sisi buruknya, kalian harus menjadi pengguna yang pintar dan bijaksana. Carilah sumber-sumber berita yang aktual dan dapat dipertanggung jawabkan,” tambah Bintang.

Menteri Bintang mengapresiasi anak-anak yang terpilih sebagai AMAN Warrior, dimana AMAN warrior adalah anak-anak yang bertugas untuk menjadi pendidik bagi teman sebaya mereka dalam isu literasi digital dan keamanan anak di dunia maya.

Baca Juga:

Selain Menangkal Hoaks, Ini Manfaat Lain Literasi Media

literasi
Butuh pendampingan orangtua bila anak-anak memasuki dunia digital. (Foto: Pixabay/victoria_borodinova)

“Tahun ini kami mempersiapkan 58 anak yang kami sebut AMAN Warrior. Mereka akan menjadi pendidik bagi teman-teman sebaya dari kota lain dan menyampaikan peran sebagai upaya membangun literasi digital,” jelas Andy Ardian, Program Manager ECPAT Indonesia.

Prilly Latuconsina ikut angkat bicara mengenai literasi digital sejak dini. Dia menyayangkan tindakan publik figur dan influencer karena tidak dapat menggunakan platform sosial media mereka untuk tujuan yang baik.

“Semoga dengan adanya AMAN Warrior, kalian bisa saling sharing dan mengajarkan anak-anak yang lain untuk menggunakan internet yang baik. Karena kalau kita ingin menjadi orang baik, maka kita harus berlaku baik juga di sosial media,” ungkap Prilly.

Selain itu, sebagai upaya perlindungan diri di internet, Manajer Kebijakan Publik WhatsApp Indonesia, Esther Samboh memberikan beberapa hal yang dapat diterapkan oleh anak, orang tua atau pendamping ketika anak menggunakan aplikasi chatting, sebagai berikut.
1. Orang tua dan anak dapat menentukan batasan dan prinsip privasi masing-masing supaya dapat saling menghargai dan tetap terkontrol;
2. Jangan sembarangan membagi informasi diri yang bersifat privat dan pribadi sehingga bisa disalah gunakan orang lain;
3. Lindungi diri dengan menggunakan fitur privasi;
4. Jangan sign in menggunakan gawai umum, atau jika terpaksa jangan lupa untuk sign out setelah menggunakan;
5. Lakukan verifikasi dua langkah untuk melindungi data kita. (mic)

Baca Juga:

Literasi Digital Bantu Anak Lebih Mandiri

#Parenting #Lipsus Literasi Oktober #Literasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Indonesia
Industri Perbukuan Indonesia Sedang Menghadapi Persoalan Serius
RUU Sistem Perbukuan diperlukan karena industri perbukuan Indonesia sedang menghadapi persoalan serius.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 08 Agustus 2026
Industri Perbukuan Indonesia Sedang Menghadapi Persoalan Serius
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
Pemerintah Kirim 5,54 Juta Eksemplar Buku Bacaan Bermutu ke 24.609 Sekolah
Abdul Mu'ti juga menjelaskan pemerintah saat ini menjalankan tiga kebijakan literasi yang saling terintegrasi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Pemerintah Kirim 5,54 Juta Eksemplar Buku Bacaan Bermutu ke 24.609 Sekolah
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Indonesia
DPR Dukung Tambahan Anggaran Perpusnas Rp 357,77 Miliar, Literasi Dinilai Investasi Masa Depan Bangsa
Anggota Komisi X DPR RI dukung usulan tambahan anggaran Perpusnas Rp 357,77 miliar untuk perkuat layanan perpustakaan hingga pemerataan literasi daerah 3T.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
DPR Dukung Tambahan Anggaran Perpusnas Rp 357,77 Miliar, Literasi Dinilai Investasi Masa Depan Bangsa
Indonesia
Literasi dan Numerasi Sejak Dini Kunci Hadapi Era Modern
Anak-anak yang dekat dengan buku dinilai akan lebih berani bermimpi, mampu berpikir kritis, serta memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan zaman.
Dwi Astarini - Jumat, 29 Mei 2026
Literasi dan Numerasi Sejak Dini Kunci Hadapi Era Modern
Bagikan