Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Teknologi

Literasi Digital Bantu Anak Lebih Mandiri

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Minggu, 21 Februari 2021
Literasi Digital Bantu Anak Lebih Mandiri

Menurut pakar, literasi digital penting untuk dorong anak lebih mandiri (Foto: pixabay/mohamed_hassan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENURUT pakar ilmu komputer dari Smart Learning Center and Character PGRI, Richardus Eko Indrajit, kemampuan literasi digital bagi para siswa sangat penting. Karena bisa mendorong siswa untuk belajar secara mandiri, serta mengembangkan kemampuan sesuai minatnya.

Eko menuturkan, saat ini ilmu apa pun ada di internet. Dari pandangannya sebagai seorang pendidik, dia melihat bahwa literasi digital tak semata-mata mengikuti tren. Tapi, merupakan sebuah keharusan lantaran teknologi digital khususnya internet, sering digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga:

TK Internasional Kipina, Tawarkan Salah Satu Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia

Menurut pakar, guru sebaiknya menanamkan agar siswa memiliki literasi digital, supaya mereka dapat belajar secara mandiri(foto: pixabay/sasint)

Menurut Eko, semua materi ajar bisa ditemukan di internet. Eko mendorong guru, dosen hingga pendidik untuk selangkah lebih maju. Yakni tak lantas terpaku memberikan materi yang bisa didapat di internet.

"Tugas guru saat ini, salah satunya menanamkan agar siswa memiliki literasi digital, supaya mereka dapat belajar secara mandiri," jelas Eko, seperti yang dikutip dari laman Antara.

Agar para siswa bisa memanfaatkan teknologi digital, tidak hanya guru dan siswa yang dituntut memiliki kemampuan literasi digital. Karena, peran orang tua dan masyarakat sekitar juga berpengaruh.

Saat sang anak sudah bisa belajar secara mandiri, maka dia akan mendalami pengetahuan sesuai dengan minatnya, ini dinamakan fase knowledge deepening.

Baca Juga:

Sekolah Diliburkan Karena Corona? Ini Deretan Situs Belajar Online yang Bisa Kamu Akses

Ketika dia sudah mempunyai pengetahuan mendalam, maka nak tersebut akan menciptakan sesuatu berdasarkan ilmu yang dimiliki untuk membantu masyarakat. Fase ini dinamakan knowledge creation.

tidak hanya guru dan siswa yang dituntut memiliki kemampuan literasi digital. Karena, peran orang tua dan masyarakat sekitar juga berpengaruh (Foto: pixabay/victoria_borodinova)

Tapi, menurut Eko knowlegde creation tidak hanya berupa teori, melainkan bisa berupa jasa, produk, hingga resep masakan.

"Itu lah inti literasi teknologi atau digital, supaya peserta didik bisa belajar secara mandiri, mendalami ilmu sesuai talentanya, menciptakan hal-hal inovasi untuk memenuhi kehidupan di masyarakat," ujar Eko.

Lebih lanjut Eko menambahkan, bahwa di era digital seperti ini, peran guru tidak akan tergantikan oleh teknologi. Namun, guru yang tidak memanfaatkan teknologi, perlahan akan terganti bila tak relevan dengan perkembangan zaman. (Ryn)

Baca Juga:

March Festival Suarakan Semangat Merdeka Belajar

#Digital #Pendidikan Anak #Pendidikan #Pendidikan Alternatif
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Mendikdasmen Masih Bolehkan Pembelajaran Pakai Gawai, Tapi Aturannya Harus Jelas
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan gawai masih boleh digunakan di sekolah sesuai SE 18/2026, namun harus diatur jelas. Orangtua diminta terapkan prinsip 3S: screen time, screen zone, screen break.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Mendikdasmen Masih Bolehkan Pembelajaran Pakai Gawai, Tapi Aturannya Harus Jelas
Indonesia
Apa Itu Prinsip 3S? Kebijakan Baru Mendikdasmen Batasi Siswa Main Gawai
Kemendikdasmen meminta orang tua menerapkan prinsip 3S (screen time, screen zone, screen break) untuk membatasi penggunaan gawai siswa. Kebijakan ini diharapkan membentuk budaya digital sehat.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Apa Itu Prinsip 3S? Kebijakan Baru Mendikdasmen Batasi Siswa Main Gawai
Indonesia
Anggaran Pendidikan Tak Capai 20 Persen, DPR Tegas: Ini Perintah Konstitusi, Bukan Sekadar Target
Komisi X DPR RI mendesak pemerintah memenuhi amanat konstitusi terkait alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen setelah realisasi APBN 2025 baru mencapai 19,1 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 Juli 2026
Anggaran Pendidikan Tak Capai 20 Persen, DPR Tegas: Ini Perintah Konstitusi, Bukan Sekadar Target
Indonesia
Banyak Warga tak Mampu Sulit Kuliah, DPR Minta Evaluasi Total Parameter Penentu Desil Penerima KIP
Negara tidak boleh menyerahkan nasib anak-anak dari keluarga miskin hanya kepada perhitungan algoritma yang berpotensi mengabaikan realitas di lapangan.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Banyak Warga tak Mampu Sulit Kuliah, DPR Minta Evaluasi Total Parameter Penentu Desil Penerima KIP
Indonesia
Tindakan Teror Bom di SDN Srengseng Sawah, Mandikdasmen Nilai sebagai Tindakan Orang Iseng
Berdasarkan hasil investigasi kepolisian, Mu'ti menyampaikan situasi sekolah kini sudah aman.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Tindakan Teror Bom di SDN Srengseng Sawah, Mandikdasmen Nilai sebagai Tindakan Orang Iseng
Fun
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Mahasiswa DKV Universitas Telkom Purwokerto, Ragatama Arrauf Rahmaputra, viral setelah tampil dengan corpse paint saat sidang Tugas Akhir.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Indonesia
Polisi Desain Ulang Kurikulum Pendidikan, Masukan AI dan Berfikir Holistik
Di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim), Polri tengah menyiapkan pembangunan Laboratorium Kepemimpinan Digital
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
Polisi Desain Ulang Kurikulum Pendidikan, Masukan AI dan Berfikir Holistik
Indonesia
Siswa SMP Tewas Diduga Jadi Korban Bullying di Lumajang, DPR Minta Evaluasi Total Sekolah
DPR menyoroti kasus tewasnya siswa SMP di Lumajang yang menjadi korban bullying. Tragedi ini menjadi alarm pendidikan.
Soffi Amira - Jumat, 03 Juli 2026
Siswa SMP Tewas Diduga Jadi Korban Bullying di Lumajang, DPR Minta Evaluasi Total Sekolah
Indonesia
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Syarat Wajib Jadi Guru di RI, Minimal IPK 3 Lulusan D-IV
Kemendikdasmen membuka Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026 mulai hari ini hingga 25 Juli.
Wisnu Cipto - Kamis, 02 Juli 2026
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Syarat Wajib Jadi Guru di RI, Minimal IPK 3 Lulusan D-IV
Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Bagikan