Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Literasi dan Numerasi Sejak Dini Kunci Hadapi Era Modern

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 29 Mei 2026
Literasi dan Numerasi Sejak Dini Kunci Hadapi Era Modern

Literasi dan Numerasi Sejak Dini Kunci Hadapi Era Modern

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - BUDAYA literasi dan numerasi sejak usia dini amat penting sebagai bekal menghadapi masa depan. Hal itu ditegaskan founder Jendela Dunia Kita (JDK) Rustini Muhaimin saat menyapa siswa-siswi MI YAPPI Balong, Gunungkidul, dalam kegiatan gerakan Ayo Membaca.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa bersama hadir dalam gerakan ‘Ayo Membaca’ di MI YAPPI Balong. Ini bukan sekadar kegiatan membaca, melainkan investasi masa depan anak-anak Indonesia,” ujarnya di aula MI YAPPI Balong, Gunungkidul, Kamis (28/5).

Menurut Rustini, literasi harus menjadi kebiasaan yang dibangun sejak kecil. Anak-anak yang dekat dengan buku dinilai akan lebih berani bermimpi, mampu berpikir kritis, serta memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan zaman.

Saya percaya literasi harus ditanamkan sejak dini. Anak yang dekat dengan buku akan lebih berani bermimpi, berpikir kritis, dan percaya diri menghadapi masa depan.

Founder Jendela Dunia Kita (JDK) Rustini Muhaimin



Ia juga menyoroti tantangan literasi dan numerasi anak Indonesia yang masih perlu terus ditingkatkan. Oleh karena itu, budaya membaca tidak boleh hanya hidup di lingkungan sekolah, tetapi juga harus tumbuh di rumah dan masyarakat.

Baca juga:

Program KEJAR DKI Jakarta Tingkatkan Literasi Keuangan di Kalangan Pelajar



“Hari ini tantangan kita nyata. Tingkat literasi dan numerasi anak Indonesia masih perlu terus ditingkatkan. Oleh karena itu, budaya membaca tidak boleh berhenti di sekolah saja, tetapi juga harus hidup di rumah dan lingkungan sekitar,” lanjutnya.

Selain literasi membaca, Rustini menekankan pentingnya kemampuan numerasi bagi anak-anak. Kemampuan berhitung, memahami logika, dan memecahkan masalah dinilai menjadi bekal penting di era modern yang penuh perubahan. “Selain gemar membaca, anak-anak juga perlu memiliki semangat numerasi. Kemampuan berhitung, memahami logika, dan memecahkan masalah akan menjadi bekal penting di era modern,” ucapnya.

Ia mengajak seluruh pihak menjadikan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan bagi anak-anak. "Mari jadikan membaca sebagai kebiasaan menyenangkan, bukan kewajiban yang membosankan. Satu buku yang dibaca hari ini bisa membuka jendela dunia bagi masa depan anak-anak kita,” tuturnya.

Di akhir kegiatan, Rustini yang hadir didampingi Sekjen DPP Perempuan Bangsa Nur Nadlifah, Anggota DPR RI FPKB Kaisar Abu Hanifah serta tim JDK menyampaikan apresiasi kepada para guru, orang tua, dan seluruh pihak yang selama ini mendampingi anak-anak dalam proses belajar dan bertumbuh.

Dalam kesempatan tersebut, Rustini Muhaimin juga menyerahkan hewan kurban serta bantuan sembako kepada wali murid dan masyarakat sekitar MI YAPPI sebagai bentuk kepedulian sosial kepada lingkungan sekitar sekolah.(Pon)

Baca juga:

Setop Kecanduan Roblox dan TikTok, DPR RI Dorong Orang Tua Melek Literasi Digital


#Pendidikan #Literasi #Pendidikan Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Mendikdasmen Masih Bolehkan Pembelajaran Pakai Gawai, Tapi Aturannya Harus Jelas
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan gawai masih boleh digunakan di sekolah sesuai SE 18/2026, namun harus diatur jelas. Orangtua diminta terapkan prinsip 3S: screen time, screen zone, screen break.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Mendikdasmen Masih Bolehkan Pembelajaran Pakai Gawai, Tapi Aturannya Harus Jelas
Indonesia
Apa Itu Prinsip 3S? Kebijakan Baru Mendikdasmen Batasi Siswa Main Gawai
Kemendikdasmen meminta orang tua menerapkan prinsip 3S (screen time, screen zone, screen break) untuk membatasi penggunaan gawai siswa. Kebijakan ini diharapkan membentuk budaya digital sehat.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Apa Itu Prinsip 3S? Kebijakan Baru Mendikdasmen Batasi Siswa Main Gawai
Indonesia
Anggaran Pendidikan Tak Capai 20 Persen, DPR Tegas: Ini Perintah Konstitusi, Bukan Sekadar Target
Komisi X DPR RI mendesak pemerintah memenuhi amanat konstitusi terkait alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen setelah realisasi APBN 2025 baru mencapai 19,1 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 Juli 2026
Anggaran Pendidikan Tak Capai 20 Persen, DPR Tegas: Ini Perintah Konstitusi, Bukan Sekadar Target
Indonesia
Banyak Warga tak Mampu Sulit Kuliah, DPR Minta Evaluasi Total Parameter Penentu Desil Penerima KIP
Negara tidak boleh menyerahkan nasib anak-anak dari keluarga miskin hanya kepada perhitungan algoritma yang berpotensi mengabaikan realitas di lapangan.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Banyak Warga tak Mampu Sulit Kuliah, DPR Minta Evaluasi Total Parameter Penentu Desil Penerima KIP
Indonesia
Tindakan Teror Bom di SDN Srengseng Sawah, Mandikdasmen Nilai sebagai Tindakan Orang Iseng
Berdasarkan hasil investigasi kepolisian, Mu'ti menyampaikan situasi sekolah kini sudah aman.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Tindakan Teror Bom di SDN Srengseng Sawah, Mandikdasmen Nilai sebagai Tindakan Orang Iseng
Fun
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Mahasiswa DKV Universitas Telkom Purwokerto, Ragatama Arrauf Rahmaputra, viral setelah tampil dengan corpse paint saat sidang Tugas Akhir.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Indonesia
Polisi Desain Ulang Kurikulum Pendidikan, Masukan AI dan Berfikir Holistik
Di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim), Polri tengah menyiapkan pembangunan Laboratorium Kepemimpinan Digital
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
Polisi Desain Ulang Kurikulum Pendidikan, Masukan AI dan Berfikir Holistik
Indonesia
Siswa SMP Tewas Diduga Jadi Korban Bullying di Lumajang, DPR Minta Evaluasi Total Sekolah
DPR menyoroti kasus tewasnya siswa SMP di Lumajang yang menjadi korban bullying. Tragedi ini menjadi alarm pendidikan.
Soffi Amira - Jumat, 03 Juli 2026
Siswa SMP Tewas Diduga Jadi Korban Bullying di Lumajang, DPR Minta Evaluasi Total Sekolah
Indonesia
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Syarat Wajib Jadi Guru di RI, Minimal IPK 3 Lulusan D-IV
Kemendikdasmen membuka Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026 mulai hari ini hingga 25 Juli.
Wisnu Cipto - Kamis, 02 Juli 2026
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Syarat Wajib Jadi Guru di RI, Minimal IPK 3 Lulusan D-IV
Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Bagikan