Kesehatan

Kenali dan Deteksi Sifilis dengan Cara Ini

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Jumat, 14 Februari 2020
Kenali dan Deteksi Sifilis dengan Cara Ini

Deteksi sifilis dengan cara ini (Sumber: Medical News Today)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JIKA menyebut kata penyakit menular seksual, sebagian orang mungkin langsung menyebut sifilis. Apa itu sifilis? Sifilis atau raja singa adalah salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema Pallidum. Penularan penyakit ini umumnya terjadi melalui kontak seksual dengan orang yang terpapar sifilis. Selain lewat hubungan seksual, sifilis juga bisa saja terjadi apabila terjadi kontak fisik dengan luka yang ada di tubuh penderita sifilis.

Sifilis diawali dengan gejala berupa munculnya luka yang tidak terasa sakit di sekitar organ genital, mulut, atau dubur. Luka pada area kelamin umumnya tidak terlihat dan tidak terasa sakit sehingga sulit disadari oleh pengidapnya. Meski demikian, mereka sudah berpotensi menularkan pada orang lain.

Baca juga:

Kenali Tahapan Sifilis, Si "Silent Disease"

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah pemeriksaan sifilis pada periode Juli hingga September 2019 mencapai 1.586 orang. Sayangnya, angka tersebut tak diimbangi dengan jumlah masyarakat yang aware terhadap penyakit ini.

Dr. dr. Wresti Indriatmi, SpKK(K) (FOTO: MP/IFTINAVIA PRADINANTIA)

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dr. dr. Wresti Indriatmi, SpKK (K) menjelaskan ada sejumlah gejala yang timbul dan bisa dikenali dari penyakit sifilis. "Gehalanya yakn luka pada alat kelamin baik tunggal maupun multiple. pembesaran kelenjar getah bening, ruam merah di kulit, dan gangguan jantung," jelas dr. Wresti.

Baca juga:

Disebut Silent Disease, Infeksi Seksual Ini Berpotensi Tertular HIV

Jika tidak segera mendapatkan penanganan, penyakit sifilis bisa meluas ke organ lain dan menyebabkan komplikasi penyakit. Penyakit komplikasi yang bisa dialami oleh para pengidap sifilis antara lain pembesaran getah bening, gangguan jantung dan neurologis, kecacatan fisik, dan kematian.

"Metode paling tepat untuk mendiagnosa sifilis adalah dengan memvisualisasikan bakteri treponema pallidum melalui pemeriksaan mikroskop lapangan gelap. Namun, metode tersebut mulai jarang dilakukan. "Di masa sekarang, yang lebih umum menggunakan tes darah," ucapnya. Ada dua jenis tes darah yang bisa dilakukan untuk mendiagnosa sifilis yaitu nontreponemal test dan treponemal test.

Sifilis
Uji coba tes sifilis (Sumber: Pixabay)

"Nontreponemal test sederhana dan tidak mahal. Ini bukan tes sifilis secara spesifik. Orang yang hasil tes nontreponemal aktif harus segera melakukan tes treponemal," urainya. Menurutnya, ini hanya tes general untuk tahu seseorang menderita sifilis atau tidak.

Sementara treponemal tes dapat mendeteksi antibodi yang lebih spesifik lagi. Jika tes treponemal yang digunakan untuk skrining menunjukkan hasil positif, maka perlu dilakukan diagnosa lebih lanjut.

Tak hanya mereka yang teridentifikasi dengan sifilis yang perlu melakukan tes. Orang-orang yang memiliki pasangan dengan sifilis pun harus secara rutin melakukan tes sifilis. (avia)

Baca juga:

Setiap Tahun Penderita Sifilis Meningkat

#Sifilis #Perilaku Seksual #Kelainan Seksual
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Indonesia
Puluhan Santri Jadi Korban, DPR Minta Predator Seksual Dihukum Tanpa Kompromi
Pengetatan pengawasan terhadap lembaga pendidikan berasrama melalui audit berkala pada sistem perlindungan anak dan mekanisme pengaduan internal juga menjadi poin mendesak
Angga Yudha Pratama - Senin, 11 Mei 2026
Puluhan Santri Jadi Korban, DPR Minta Predator Seksual Dihukum Tanpa Kompromi
Indonesia
Menteri PPPA Tegaskan Penahanan Pimpinan Pesantren Pati Krusial Guna Cegah Korban Baru
Menteri PPPA menekankan bahwa kekerasan dalam relasi pengasuhan adalah pelanggaran berat yang merusak masa depan anak serta mencederai institusi keagamaan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 07 Mei 2026
Menteri PPPA Tegaskan Penahanan Pimpinan Pesantren Pati Krusial Guna Cegah Korban Baru
Indonesia
Skandal Seksual Santriwati Pati Bikin Heboh, LPSK dan Komnas HAM Didesak Segera Turun Tangan
Investigasi independen dari lembaga terkait diharapkan mampu mengungkap fakta secara transparan dan menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk mencegah kasus serupa di lingkungan pendidikan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Skandal Seksual Santriwati Pati Bikin Heboh, LPSK dan Komnas HAM Didesak Segera Turun Tangan
Indonesia
Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren Pati Terbongkar, Pemerintah Didesak Segera Bentuk Satgas
Legislator asal Dapil Jawa Barat III ini mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren. Satgas tersebut nantinya melibatkan Kementerian Agama, KemenPPPA
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren Pati Terbongkar, Pemerintah Didesak Segera Bentuk Satgas
Indonesia
Polisi Mulai Buru Tersangka Kekerasan Seksual Santriwati Ponpes Ndolo Kusumo Usai Mangkir Panggilan Pertama
Hingga saat ini, baru satu korban yang secara resmi melaporkan tindakan asusila tersebut
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Polisi Mulai Buru Tersangka Kekerasan Seksual Santriwati Ponpes Ndolo Kusumo Usai Mangkir Panggilan Pertama
Indonesia
Kemendiktisaintek Diminta Rombak Total Aturan Kekerasan Seksual Kampus Buntut Dosen Garap Mahasiswa Hingga Pelecehan Verbal di UI
Habib Syarief menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan aksi asusila terus merusak marwah dunia pendidikan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 17 April 2026
Kemendiktisaintek Diminta Rombak Total Aturan Kekerasan Seksual Kampus Buntut Dosen Garap Mahasiswa Hingga Pelecehan Verbal di UI
Indonesia
16 Mahasiswa Fakultas Hukum UI Diskors, Kasus Dugaan Pelecehan Digital Jadi Sorotan Polda Metro
Budi menegaskan kepolisian siap memproses hukum jika pihak korban memutuskan untuk menempuh jalur pidana
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
16 Mahasiswa Fakultas Hukum UI Diskors, Kasus Dugaan Pelecehan Digital Jadi Sorotan Polda Metro
Indonesia
Buntut Kasus Dugaan Peleceha Seksual di FH UI, UU TPKS Harus Segera Masuk Kurikulum Pendidikan
Ia menolak keras praktik menyalahkan korban (victim blaming) yang seringkali memperparah trauma
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 April 2026
Buntut Kasus Dugaan Peleceha Seksual di FH UI, UU TPKS Harus Segera Masuk Kurikulum Pendidikan
Indonesia
Skandal FH UI Memanas, Komnas Perempuan Tolak Kasus Pelecehan Berakhir Damai
Devi menyesalkan terjadinya kekerasan di institusi pendidikan yang seharusnya menjadi ruang publik aman dan setara
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 April 2026
Skandal FH UI Memanas, Komnas Perempuan Tolak Kasus Pelecehan Berakhir Damai
Indonesia
Predator Seksual Berkedok Guru di Pasar Rebo Incar Banyak Korban, Diawali Lewat Chat Mesum
Penyelidikan awal mengungkap bahwa dugaan pelecehan ini dilakukan secara terorganisir melalui grup WhatsApp antar-oknum guru
Angga Yudha Pratama - Selasa, 10 Februari 2026
Predator Seksual Berkedok Guru di Pasar Rebo Incar Banyak Korban, Diawali Lewat Chat Mesum
Bagikan