Merahputih.com - Di bawah langit mendung kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, riuh suara ratusan siswa memecah keheningan pada Senin (9/2). Sambil membentangkan poster berisi tuntutan keadilan, para siswa membongkar tabir gelap yang selama ini tersembunyi di balik dinding sekolah yakni dugaan pelecehan seksual oleh salah satu oknum guru. Usut punya usut, ternyata korban dari oknum guru tersebut lebih dari satu orang.
Kasus yang semula dikira hanya menimpa dua siswi, kini mencuat sebagai fenomena gunung es setelah tim kuasa hukum melaporkan temuan baru ke Polres Metro Jakarta Timur pada Selasa (10/2).
“Yang didapat ada beberapa korban. Memang mungkin selama ini mereka tidak berani speak up. Estimasi mungkin lebih dari dua orang,” ungkap kuasa hukum salah satu korban berinisial N, Wanda Al-Fathi Akbar.
Baca juga:
Viral Pos Polisi Tulungagung Dipakai Bikin Video Mesum, Identitas Pelaku Masih Dicari
Skandal Chat WhatsApp dan Kesaksian Alumni
Penyelidikan awal mengungkap bahwa dugaan pelecehan ini dilakukan secara terorganisir melalui grup WhatsApp antar-oknum guru. Dalam percakapan digital tersebut, terduga pelaku secara keji membicarakan kondisi fisik para siswi dengan nada yang sangat tidak pantas.
Keberanian korban berinisial N untuk melapor menjadi pemicu bagi korban-korban lain, termasuk para alumni, untuk mulai menyuarakan pengalaman serupa yang diduga telah berlangsung bertahun-tahun.
"Oknum guru itu saling chat-chat-an lewat WhatsApp. Dari situ, mereka saling membicarakan korban dan siswa-siswa lainnya mengenai fisik," tegas Wanda.
Meski bukti saat ini masih didominasi oleh kekerasan verbal melalui pesan singkat, muncul laporan mengenai adanya dugaan pelecehan fisik yang dialami oleh siswi lain.
Baca juga:
Polisi Temukan Video Mesum di Ponsel Bonnie Blue Tapi Bukan Dibuat di Bali
Sekolah Didorong Tak Lepas Tangan
Pihak kuasa hukum telah mendatangi sekolah untuk memastikan status terduga pelaku dan melakukan musyawarah. Desakan agar sekolah memberikan perlindungan nyata dan tidak sekadar memecat pelaku tanpa mengawal proses hukum terus disuarakan.
Saat ini, kasus tersebut berada dalam tahap penyelidikan di Polres Metro Jakarta Timur dan diharapkan segera naik ke tingkat penyidikan guna menjamin transparansi bagi keluarga korban.
“Kami meminta bahwa dengan adanya laporan dan pemberhentian terhadap oknum dua guru tadi, pihak sekolah tidak lepas tangan,” pungkas Wanda.
Kondisi psikologis para korban saat ini dilaporkan mengalami trauma berat dan membutuhkan pendampingan medis segera.