Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Deep Learning Bakal Diterapkam di Semua Mata Pelajaran

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 10 Juli 2026
Deep Learning Bakal Diterapkam di Semua Mata Pelajaran

Ilustrasi. (Pexels/Haidar Azmi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) akan diterapkan pada semua mata pelajaran dengan menyesuaikan pada karakteristik masing-masing bidang studi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan penerapan deep learning, bukanlah menjadi sebuah mata pelajaran baru, melainkan pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk membuat proses belajar lebih bermakna, mendalam, dan melibatkan peserta didik secara aktif.

Penerapannya memang tidak selalu sama. Itulah mengapa kami menyelenggarakan pelatihan untuk semua guru mata pelajaran,

kata Mendikdasmen Mu'ti di Jakarta pada Jumat (10/7).

Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penerapan pembelajaran mendalam tidak dapat diseragamkan. Guru, tetap memiliki keleluasaan untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan kompetensi, materi, dan kebutuhan peserta didik di kelas.

Baca juga:

Hardiknas 2026, Mendikdasmen Tekankan 3M dan Deep Learning Kunci Pendidikan Nasional

Ia mengatakan pelatihan mandiri pembelajaran mendalam, koding dan kecerdasan artifisial (PMKKA) tahun ini dilakukan berbasis mata pelajaran agar guru dapat langsung mendiskusikan implementasi pembelajaran mendalam sesuai bidang studinya.

Jadi yang berbasis mata pelajaran, kalau sebelumnya semua berkumpul mendapatkan substansi pembelajaran mendalam, sekarang langsung implementasi di mata pelajaran masing-masing. Sehingga guru Matematika bertemu dengan guru Matematika, guru Bahasa Indonesia bertemu dengan guru Bahasa Indonesia,

kata Mu'ti

Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial

Penerapan pembelajaran mendalam tidak dapat dipisahkan dari pemanfaatan teknologi, termasuk koding dan kecerdasan artifisial (KA). Pemanfaatan kedua aspek tersebut berperan sebagai instrumen yang dapat membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang lebih berkualitas.

AI dapat berdiri sebagai mata pelajaran tersendiri di sekolah sekaligus alat bantu untuk mendukung penerapan pembelajaran mendalam di berbagai mata pelajaran.

“AI itu bisa menjadi mata pelajaran tersendiri, tapi juga bisa sekaligus menjadi pendukung pembelajaran mendalam. Karena itu AI dan coding sebenarnya satu paket yang semuanya bisa dimanfaatkan untuk menyukseskan pembelajaran mendalam,” kata Mu'ti.

Pendekatan pembelajaran mendalam dan pemanfaatan koding dan KA, mendorong guru untuk memanfaatkan teknologi digital secara proporsional untuk memperkuat proses pembelajaran sesuai kebutuhan mata pelajaran.

#Kemendikdasmen #Guru #AI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Jurnalis yang lebih banyak menulis terkait ekonomi makro dan juga pendamping petani.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Deep Learning Bakal Diterapkam di Semua Mata Pelajaran
AI dapat berdiri sebagai mata pelajaran tersendiri di sekolah sekaligus alat bantu untuk mendukung penerapan pembelajaran mendalam di berbagai mata pelajaran.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 10 Juli 2026
Deep Learning Bakal Diterapkam di Semua Mata Pelajaran
Indonesia
Mendikdasmen: MBG Tak Diberikan ke Semua Siswa, Hanya untuk yang Membutuhkan
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut Program Makan Bergizi Gratis tidak diberikan kepada semua siswa. Skema pelaksanaan masih disusun bersama Badan Gizi Nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Mendikdasmen: MBG Tak Diberikan ke Semua Siswa, Hanya untuk yang Membutuhkan
Indonesia
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Syarat Wajib Jadi Guru di RI, Minimal IPK 3 Lulusan D-IV
Kemendikdasmen membuka Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026 mulai hari ini hingga 25 Juli.
Wisnu Cipto - Kamis, 02 Juli 2026
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Syarat Wajib Jadi Guru di RI, Minimal IPK 3 Lulusan D-IV
Dunia
Teknologi AI Jadi Solusi Deteksi Risiko Tumbang Pohon Sakura Tua di Jepang
Sistem AI saat ini fokus mengevaluasi resiko tumbang pohon zelkova dan sakura
Wisnu Cipto - Selasa, 30 Juni 2026
Teknologi AI Jadi Solusi Deteksi Risiko Tumbang Pohon Sakura Tua di Jepang
Indonesia
Dihadapan Ulama, Prabowo Sebut Alasan Gaji Guru Kecil
Kepala Negara menegaskan, kebocoran sistemik yang diperkirakan mencapai Rp 2.500 triliun setiap tahunnya tersebut kini sedang diperbaiki secara masif oleh jajaran Kabinet Merah Putih.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 23 Juni 2026
 Dihadapan Ulama, Prabowo Sebut Alasan Gaji Guru Kecil
Indonesia
AI Diusulkan Diatur Lewat Undang Undang
pemerintah saat ini masih memprioritaskan penyelesaian Peraturan Presiden tentang Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional yang drafnya telah diserahkan ke Sekretariat Negara untuk ditandatangani presiden.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
AI Diusulkan Diatur Lewat Undang Undang
Indonesia
Mendikdasmen Minta Dana Wajib Belajar 13 Tahun Rp 11,928 Triliun
Kementerian urusan pendidikan ini menyampaikan usulan tambahan anggaran sebesar Rp 40,75 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Mendikdasmen Minta Dana Wajib Belajar 13 Tahun Rp 11,928 Triliun
Indonesia
Insentif Guru Madrasah Non ASN Cair Akhir Juni 2026, Tiap Guru Terima Rp 1,5 Juta
Kementerian Agama memastikan insentif guru madrasah non ASN mulai cair pada akhir Juni 2026. Setiap penerima akan mendapatkan dana sebesar Rp 1,5 juta.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Juni 2026
Insentif Guru Madrasah Non ASN Cair Akhir Juni 2026, Tiap Guru Terima Rp 1,5 Juta
Indonesia
Tunjangan Guru Naik, Komisi X DPR Ingatkan Pemerintah Soal Program Peningkatan Kualitas Guru
Dukung kenaikan tunjangan guru non-ASN dan ASN, DPR mengingatkan pemerintah agar peningkatan kualitas guru dan mutu pendidikan tetap menjadi prioritas.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 13 Juni 2026
Tunjangan Guru Naik, Komisi X DPR Ingatkan Pemerintah Soal Program Peningkatan Kualitas Guru
Indonesia
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah dari TK hingga SMA
Hingga saat ini, pemerintah telah menyelesaikan sekitar 70 persen dari target awal revitalisasi 11.744 sekolah.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah dari TK hingga SMA
Bagikan