Jokowi Ancam Tutup Industri Tak Pasang Scrubber untuk Cegah Polusi Udara

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 30 Agustus 2023
Jokowi Ancam Tutup Industri Tak Pasang Scrubber untuk Cegah Polusi Udara

Tangkapan layar - Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan pada Rapimnas Jaman di Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa (29/8/2023). (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kondisi polusi udara di Jakarta membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil langkah tegas.

Ia menyatakan akan memberikan sanksi hingga penutupan industri yang tidak memasang scrubber untuk mengatasi polusi udara.

Scrubber merupakan alat pemisahan suatu partikel solid (debu) yang ada di gas atau udara dengan menggunakan cairan seperti air sebagai alat bantu.

Baca Juga:

Jokowi Tunjuk Luhut Pimpin Penanganan Polusi Udara Jakarta

Jokowi menilai, masalah polusi udara di Jakarta berdampak terhadap faktor kesehatan yang harus dibayar mahal sekali.

"Sanksi pasti dan bisa ditutup. Kemarin pas rapat sudah disampaikan, kalau tidak mau memperbaiki, tidak pasang scrubber, tegas untuk ini, karena harga kesehatan yang harus kita bayar sangat mahal sekali," tutur Jokowi di Semarang, Rabu (30/8).

Jokowi menyampaikan sejumlah tindakan yang telah dilakukan pemerintah, di antaranya teknologi modifikasi cuaca (TMC), imbauan bekerja dari rumah (work form home), pengawasan terhadap industri pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), hingga uji emisi terhadap kendaraan bermotor.

"Kemudian, kita juga telah melakukan modifikasi cuaca, TMC, itu juga usaha. Work from home juga dilakukan, pengawasan kepada industri, PLTU, semuanya sekarang ini dilakukan. Kepada sepeda motor, mobil, kita cek semuanya emisinya," tegas Jokowi.

Baca Juga:

Pemprov DKI Ajak Pihak Swasta Berpartisipasi Atasi Polusi Udara

Jokowi menegaskan dalam mengatasi masalah polusi udara membutuhkan waktu dan harus bekerja bersama-sama.

"Memang perlu kerja total, kerja bersama-sama, tetapi memerlukan waktu, tidak bisa langsung," katanya.

Selain pengawasan terhadap industri, Jokowi mengimbau masyarakat untuk beralih dari transportasi pribadi ke transportasi publik.

"Dibutuhkan usaha bersama-sama semuanya, yang dilakukan juga semuanya harus melakukan. Perpindahan dari transportasi pribadi ke transportasi publik, ke transportasi massal," katanya. (Knu)

Baca Juga:

Anggota DPRD DKI Heran Wacana Subsidi Pertamax Turbo untuk Atasi Polusi Udara

#Presiden Jokowi #Polusi Udara
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Awas Nyesek! Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Kategori Tidak Sehat, Wajib Pakai Masker
Kualitas udara Jakarta hari ini terpantau tidak sehat dengan polutan PM 2.5 yang lewati batas WHO. Cek update skor IQAir dan tips aman beraktivitas di sini
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Awas Nyesek! Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Kategori Tidak Sehat, Wajib Pakai Masker
Indonesia
Awas Sesak Napas! Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Terburuk Kedua di Dunia, Begini Cara Antisipasinya
Hati-hati saat keluar rumah! Kualitas udara Jakarta pagi ini masuk kategori tidak sehat dan menduduki peringkat dua terburuk di dunia. Cek bahaya polusi dan solusi dari Pemprov DKI di sini.
Angga Yudha Pratama - Senin, 14 September 2026
Awas Sesak Napas! Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Terburuk Kedua di Dunia, Begini Cara Antisipasinya
Indonesia
WMO PBB: Karhutla Ancam Kualitas Udara Global
Asap kebakaran ekstrem meningkat tiga kali lipat sejak 1990-an, berkontribusi pada 100 ribu kematian tambahan tiap tahun.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
WMO PBB: Karhutla Ancam Kualitas Udara Global
Dunia
Peringatan WMO: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Bisa Perparah Polusi Udara Global
Peningkatan polusi udara akibat kebakaran hutan dan gelombang panas dapat menghambat upaya global memperbaiki kualitas udara.
Yusuf Abdillah - Senin, 07 September 2026
Peringatan WMO: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Bisa Perparah Polusi Udara Global
Indonesia
Pontianak Puncaki Daftar Kota Paling Berpolusi di Indonesia Hari Ini, Kotamu Aman?
Pontianak menduduki puncak kota paling berpolusi di Indonesia dengan indeks AQI berbahaya, sementara Medan jadi yang terbersih. Cek ranking kualitas udara kotamu hari ini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Pontianak Puncaki Daftar Kota Paling Berpolusi di Indonesia Hari Ini, Kotamu Aman?
Indonesia
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Imbau Kelompok Rentan Kurangi Aktivitas di Luar
Dinkes DKI Jakarta mengimbau bayi, balita, dan lansia mengurangi aktivitas di luar rumah saat polusi udara Jakarta sedang tidak baik.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Imbau Kelompok Rentan Kurangi Aktivitas di Luar
Lifestyle
Tips Jaga Daya Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA pada Musim Kemarau
Cuaca panas dan meningkatnya polusi udara selama musim kemarau dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Yusuf Abdillah - Senin, 17 Agustus 2026
Tips Jaga Daya Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA pada Musim Kemarau
Indonesia
Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat pada HUT RI, Warga Disarankan Pakai Masker
Kualitas udara Jakarta tercatat berada pada kategori tidak sehat pada Senin (17/8) pagi WIB.
Yusuf Abdillah - Senin, 17 Agustus 2026
Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat pada HUT RI, Warga Disarankan Pakai Masker
Indonesia
Polusi Jakarta Disorot Usai AC Milan Vs Chelsea, Pramono Siapkan Hujan Buatan
Polusi Jakarta disorot usai laga AC Milan Vs Chelsea. Gubernur DKI Pramono Anung menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca atau hujan buatan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Agustus 2026
Polusi Jakarta Disorot Usai AC Milan Vs Chelsea, Pramono Siapkan Hujan Buatan
Indonesia
Partikulat Halus Kebakaran TPA Jatiwaringin di Level Sangat Berbahaya, 18 Kali Lipat di Atas Ambang Baku
Konsentrasi PM2.5 akibat kebakaran TPA Jatiwaringin mencapai 1.000 µg/m³, 18 kali lipat di atas ambang batas. KLH peringatkan risiko ISPA dan dampak kesehatan warga.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Partikulat Halus Kebakaran TPA Jatiwaringin di Level Sangat Berbahaya, 18 Kali Lipat di Atas Ambang Baku
Bagikan