Hari Ini Udara Jakarta Peringkat Terburuk Dunia Versi IQAir, Data Pemprov Cuma Catat 2 Titik
Ilustrasi polusi udara. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc/am.)
MerahPutih.com - Pagi ini, kualitas udara di Jakarta tercatat dalam kategori tidak sehat dan menempati peringkat pertama sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia, berdasarkan data situs pemantau IQAir.
Berdasarkan pemantauan Senin pagi pukul 07.04 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta mencapai angka 179, dengan konsentrasi partikel PM2.5 sebesar 95 mikrogram per meter kubik.
Angka tersebut setara dengan 19 kali lipat dari ambang batas tahunan yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Baca juga:
Sistem Baru Peringatan Dini Polusi Udara Jakarta Bisa Sarankan Langkah Mitigasi 3 Hari ke Depan
PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil, kurang dari 2,5 mikron, yang dapat menembus saluran pernapasan dan membahayakan kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.
Dengan kondisi tersebut, IQAir menyarankan agar kelompok sensitif menghindari aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker pelindung. Masyarakat umum juga dianjurkan untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Baca juga:
Pemprov DKI Semprot 4.000 Liter Water Mist untuk Tekan Polusi Udara Jakarta
Data Pemprov Beda
Namun dilansir dari Antara, Senin (6/10), data dari situs resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menunjukkan hasil berbeda. Rata-rata kualitas udara di Jakarta pada Senin pagi dikategorikan baik hingga sedang.
Dari 111 titik Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU), hanya dua lokasi yang tercatat dalam kategori tidak sehat, yakni SPKU SDN 07 Kramat Pela (AQI 124) dan Kebon Jeruk (AQI 103). (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Menilik Budidaya Sayur Hidroponik di Ladang Farm Cilandak Jakarta
Sebanyak 166 Sekolah Rakyat Telah Beroperasi dari Sabang sampai Merauke
Banjir Rob Menghantui Pesisir Jakarta, Warga Diminta Waspadai Pergerakan Cepat Air Laut
Jelang Nataru 2025–2026, Gubernur Pramono Pastikan Harga Pangan di Jakarta Stabil
Bagi-Bagi Nasi Bungkus Tolak Raperda Rokok, Simbol Perjuangan Warteg di Jakarta
Ketua DPR Puan Maharani Terima Kunjungan Ketua MPPR China Wang Huning di Jakarta
Gus Yahya Tegaskan Dirinya Tetap Ketua Umum PBNU yang Sah Hasil Muktamar ke-34 tahun 2021
Pramono Perintahkan 2 Hari Setelah Acara Bendera dan Spanduk Partai Harus Diturunkan
Uus Naik Jadi Sekda, Pramono Tunjuk Yuli Hartono Plt Wali Kota Jakbar
Pemprov Jakarta Kembali Modifikasi Cuaca Hadapi Cuaca Ekstrem di Bulan Ini