Hari Ini Kualitas Udara Serpong Terburuk di Indonesia, Jakarta Nomor 3

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 07 Oktober 2025
Hari Ini Kualitas Udara Serpong Terburuk di Indonesia, Jakarta Nomor 3

Arsip - Seorang warga berjemur dengan latar belakang gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa/aa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kualitas udara di wilayah Jabodetabek kembali memburuk. Berdasarkan data dari laman IQAir yang diperbarui Selasa (7/10) pukul 05.00 WIB, Serpong dan Tangerang Selatan (Tangsel) mencatatkan indeks kualitas udara yang lebih buruk dibandingkan Jakarta.

Laman IQAir menempatkan Kota Serpong di peringkat pertama kualitas udara terburuk di Indonesia hari ini, dengan indeks kualitas udara sebesar 186. Peringkat kedua disusul Kota Tangsel dengan angka indeks IQAir 185.

Sementara itu, Jakarta berada di posisi ketiga dengan indeks 162. Senin (6/10) kemarin, Jakarta menempati kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan indeks 179, dengan konsentrasi partikel PM2.5 sebesar 95 mikrogram per meter kubik.

Baca juga:

Udara Jakarta Peringkat Terburuk Dunia Versi IQAir, Data Pemprov Cuma Catat 2 Titik

Hari ini, konsentrasi polutan PM 2,5 di Jakarta mencapai 70,5 mikrogram per meter kubik, atau 14,1 kali lebih tinggi dari ambang batas tahunan yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Meski angka pasti untuk Serpong dan Tangsel belum dirinci, indeks yang lebih tinggi menunjukkan konsentrasi polutan yang lebih parah.

PM 2,5 merupakan partikel halus berukuran kurang dari 2,5 mikron yang berasal dari debu, asap, dan jelaga. Paparan jangka panjang terhadap partikel ini memicu peningkatan risiko kematian dini, terutama bagi penderita penyakit jantung dan paru-paru kronis.

Baca juga:

Waspada! Penyakit-Penyakit Ini Bisa Timbul Akibat Polusi Udara

Warga Serpong, Tangsel, dan Jakarta Diimbau Pakai Masker

Situs IQAir juga menempatkan ketiga wilayah di Jabodetabek itu masuk dalam kategori “tidak sehat” dan berisiko tinggi terhadap kesehatan masyarakat. Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk:

  1. Mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan
  2. Menghindari aktivitas fisik berat di luar rumah
  3. Menutup jendela untuk mencegah masuknya udara kotor
  4. Menggunakan alat penyaring udara di dalam ruangan

(*)

#Polusi Udara #Jakarta #Kualitas Udara
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pemprov Jakarta Terima Hibah Tanah Dari KPK, Bakal Dibuat Pos Pemadam Kebakaran
Kerja sama dengan KPK dapat terus diperkuat, tidak hanya dalam pemanfaatan aset hasil penegakan hukum, tetapi juga melalui upaya pencegahan korupsi dan pendampingan tata kelola pemerintahan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Pemprov Jakarta Terima Hibah Tanah Dari KPK, Bakal Dibuat Pos Pemadam Kebakaran
Berita Foto
Aktivis Greenpeace Indonesia Kibarkan Baliho di Bundaran HI Jakarta
Aktivis Greenpeace mengibarkan baliho berisi kritik terhadap penanganan bencana dan krisis iklim di Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 20 Oktober 2026
Aktivis Greenpeace Indonesia Kibarkan Baliho di Bundaran HI Jakarta
Berita Foto
Jumlah Kendaraan Terjaring Tilang Elektronik Capai 16.812
Sejumlah kendaraan melintasi kamera pengawasa tilang elektronik (ETLE) di Jalan Jenderal Sudirman, Kawasan Senayan, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Didik Setiawan - Senin, 19 Oktober 2026
Jumlah Kendaraan Terjaring Tilang Elektronik Capai 16.812
Berita Foto
Bursa Efek Indonesia Ubah Batas Auto Rejection Bawah ke 7 Persen
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menurun di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026).
Didik Setiawan - Senin, 19 Oktober 2026
Bursa Efek Indonesia Ubah Batas Auto Rejection Bawah ke 7 Persen
Indonesia
DKI Lakukan Pemantauan Real Time Hadapi Dampak Asap Karhutla Masuk Jakarta
Pemprov DKI menyiapkan dan mengaktifkan penyemprotan water must (kabut air) yang terpasang di 179 perangkat pada 145 gedung di berbagai lokasi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
DKI Lakukan Pemantauan Real Time Hadapi Dampak Asap Karhutla Masuk Jakarta
Indonesia
Terpapar Asap Karhutla, Warga Non DKI Bisa Gunakan Fasilitas Kesehatan Jakarta
31 rumah sakit yang dimiliki Pemda DKI, 44 Puskesmas, serta 292 Puskesmas Pembantu untuk disiagakan bagi warga yang membutuhkan pertolongan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Terpapar Asap Karhutla, Warga Non DKI Bisa Gunakan Fasilitas Kesehatan Jakarta
Indonesia
Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, BMKG Ungkap Fakta Kualitas Udara Jakarta
Asap karhutla mulai menjauh dari Jabodetabek, tetapi kualitas udara Jakarta masih tidak sehat di sejumlah titik. BMKG mengingatkan potensi cuaca kering dan kebakaran hutan.
Frengky Aruan - Minggu, 18 Oktober 2026
Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, BMKG Ungkap Fakta Kualitas Udara Jakarta
Indonesia
Influenza A Merebak, Dinkes Jakarta Minta Masyarakat Tidak Perlu Panik
Selain penguatan surveilans, Pemda juga memastikan kesiapan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan,
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Influenza A Merebak, Dinkes Jakarta Minta Masyarakat Tidak Perlu Panik
Olahraga
Lawan Arema, STY Kecewa Lagi-Lagi Laga Kandang Persija Terusir dari Jakarta Imbas Konser
Persija Jakarta terpaksa menjamu Arema FC di Stadion Patriot Bekasi imbas SUGBK dan JIS dipakai konser. Shin Tae-yong ungkap kekecewaannya!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
Lawan Arema, STY Kecewa Lagi-Lagi Laga Kandang Persija Terusir dari Jakarta Imbas Konser
Indonesia
Angka Kemiskinan Jakarta di Bawah 4 Persen, Tapi Ketimpangan Masih Jadi Masalah
Pemprov DKI masih berupaya menekan angka gini ratio di Jakarta yang sebesar 0,435. Angka ketimpangan ini masih menjadi 'pekerjaan rumah' bagi Jakarta untuk diselesaikan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Angka Kemiskinan Jakarta di Bawah 4 Persen, Tapi Ketimpangan Masih Jadi Masalah
Bagikan