Habibie Diusulkan Jadi Tokoh Pers Nasional

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 12 September 2019
Habibie Diusulkan Jadi Tokoh Pers Nasional

Presiden Jokowi bersama Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie. (FB Presiden Jokowi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - BJ Habibie diusulkan menjadi tokoh pers nasional. Hal ini disampaikan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara (Sulut), Voucke Lontaan.

"Salut atas apa yang sudah dilakukan Habibie untuk pers di Indonesia," ujarnya di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (12/9)

Baca Juga

KPK: Semoga Pengabdian BJ Habibie Menginspirasi Kita Semua

Pada saat memimpin Indonesia, Habibie mencetuskan UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Undang-undang tersebut merupakan tonggak kebebasan pers setelah 32 tahun dikekang oleh Soeharto.

"Mudah-mudahan karya (penghargaan terhadap profesi jurnalistik) terus dilakukan pemerintahan selanjutnya. PWI Sulut akan mengusulkan sosok tersebut sebagai tokoh pers nasional," tegasnya.

BJ Habibie saat menjadi Presiden RI ketiga

Kepala Biro Antara Sulawesi Utara periode 2001 hingga 2009 Jootje Kumajas menambahkan, Habibie adalah panutan, serta pemimpin bangsa demokratis dan menghargai kebebasan pers.

Baca Juga

BJ Habibie Tutup Usia, Warga Solo dan Perwakilan Berbagai Suku Adakan Doa Bersama

"Saat kebebasan pers dikekang, beliau melakukan reformasi total terkait undang-undang pers sesuai dengan konsep reformasi," katanya dikutip Antara.

Masyarakat diberikan kebebasan mengekspresikan pendapatnya menggunakan media sehingga pers Indonesia mengalami pertumbuhan pesat dibandingkan dengan negara lainnya.

Baca Juga

Habibie Buka Pintu Demokrasi Kemerdekaan Pers

"Pers Indonesia menunjukkan kemajuan bahkan lompatan yang luar biasa," sebutnya.

Meski tak sempat bertemu muka, namun menurut mantan Ketua PWI Sulut itu, banyak pandangan dan pendapatnya sebagai negarawan yang patut diberikan apresiasi tinggi.

Baca Juga

Warisan BJ Habibie Tendang BI dari Kabinet dan Konsep Habibienomics

"Kami berharap akan muncul tokoh-tokoh ke depan yang seperti dia, memiliki ilmu pengetahuan yang luar biasa, bapak dirgantara sekaligus juga teknokrat," ucapnya. (*)

#BJ Habibie #Pers
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
HUT Ke-4 Iwakum Tegaskan Komitmen Jaga Kemerdekaan Pers dan Solidaritas Jurnalis
Iwakum memperingati HUT ke-4 dengan menegaskan pentingnya menjaga kemerdekaan pers, memperkuat solidaritas jurnalis, serta mendorong perlindungan hukum bagi wartawan di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 01 Agustus 2026
HUT Ke-4 Iwakum Tegaskan Komitmen Jaga Kemerdekaan Pers dan Solidaritas Jurnalis
Indonesia
Menteri HAM Pigai Sebut Pers Harus Terus Hidup dan Pemerintah tak Antikritik
Media mampu mengartikulasikan kepentingan rakyat kepada pemerintah dan mengakselerasi kebijakan pemerintah ke rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
Menteri HAM Pigai Sebut Pers Harus Terus Hidup dan Pemerintah tak Antikritik
Indonesia
KPK Sebut Pers Penggerak Kesadaran Antikorupsi, bukan sekadar Penyampai Kabar,
Fungsi jurnalistik sebagai kontrol sosial memiliki kontribusi besar dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas.
Dwi Astarini - Minggu, 03 Mei 2026
KPK Sebut Pers Penggerak Kesadaran Antikorupsi, bukan sekadar Penyampai Kabar,
Indonesia
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
Indonesia
Eks Direktur JakTV Tian Bahtiar Divonis Bebas, Hakim Tegaskan Perlindungan Hukum terhadap Karya Jurnalistik
Eks Direktur JakTV, Tian Bahtiar, divonis bebas dalam kasus dugaan perintangan tiga kasus korupsi. Hakim pun menyatakan ia tidak bersalah.
Soffi Amira - Rabu, 04 Maret 2026
Eks Direktur JakTV Tian Bahtiar Divonis Bebas, Hakim Tegaskan Perlindungan Hukum terhadap Karya Jurnalistik
Indonesia
Masa Depan Jurnalis tak Menentu Jadi Ironi Jelang Hari Pers Nasional 2026, Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan
Setidaknya ada lima persoalan besar yang dihadapi pers nasional saat ini, seperti ekonomi media, kemerdekaan pers, profesionalisme wartawan dan disrupsi digital, serta regulasi belum berpihak penuh pada pers.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Masa Depan Jurnalis tak Menentu Jadi Ironi Jelang Hari Pers Nasional 2026, Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan
Indonesia
Polisi Tangkap Jurnalis di Morowali, Tegaskan Bukan Terkait Profesi Pers
Polisi menangkap jurnalis berinisial R di Morowali, Sulawesi Tengah. Penangkapan itu terkait kasus dugaan pembakaran kantor tambang awal Januari 2026.
Soffi Amira - Rabu, 07 Januari 2026
Polisi Tangkap Jurnalis di Morowali, Tegaskan Bukan Terkait Profesi Pers
Indonesia
Mensos Akui Nama BJ Habibie Telah Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, tapi belum Disetujui Tahun Ini
Mensos Saifullah Yusuf menjelaskan usulan pengajuan nama BJ Habibie menjadi Pahlawan Nasional berasal dari masyarakat
Wisnu Cipto - Senin, 10 November 2025
Mensos Akui Nama BJ Habibie Telah Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, tapi belum Disetujui Tahun Ini
Indonesia
Legislator Tegaskan Pers Adalah Pewarta Pejuang SJSN, Wajib Dilindungi BPJS dari Bahaya Data Fiktif dan Kerugian Negara
51,5 juta peserta fiktif BPJS Kesehatan yang merugikan negara hingga Rp126 triliun per tahun
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 November 2025
Legislator Tegaskan Pers Adalah Pewarta Pejuang SJSN, Wajib Dilindungi BPJS dari Bahaya Data Fiktif dan Kerugian Negara
Indonesia
Kemkomdigi Minta Publik Beri Masukan Soal Tugas Sekretariat Dewan Pers
Masyarakat dapat menyampaikan tanggapan atas Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Dewan Pers, Kemkomdigi sampai dengan tanggal 7 November 2025.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 November 2025
Kemkomdigi Minta Publik Beri Masukan Soal Tugas Sekretariat Dewan Pers
Bagikan