MERAHPUTIH.COM - KEBERADAAN media sangat penting dalam pemerintahan sebagai penyeimbang. Peran insan pers begitu vital dalam menyampaikan informasi ke publik terkait dengan kinerja pemerintah. Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengatakan pemerintah tidak boleh antikritik atas sebuah pesan yang disampaikan media.
Menurut dia, media mampu mengartikulasikan kepentingan rakyat kepada pemerintah dan mengakselerasi kebijakan pemerintah ke rakyat.
Boleh berupa kritikan, boleh berupa dukungan, boleh berupa tuntutan, boleh juga mengucapkan rintihan ratapan pendidikan rakyat. Itulah yang disebut media yang baik,
kata Menteri Pigai dalam kegiatan Kelar Jurnalis HAM di kawasan Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/5).
Untuk itulah, kata dia, Kementerian Hak Asasi Manusia akan tetap bekerja sama dengan para jurnalis demi menjunjung tinggi demokrasi. Hal itu untuk menunjukkan adanya kedekatan antara pemerintah dan media.
Kami ingin memberi perhatian khusus supaya jangan sampai suatu saat ada tuduhan pers busting because of the government, itu saya tidak mau. Pers mati karena pemerintah, itu tuduhan itu saya tidak mau, tidak ingin. Untuk itulah kita ingin menyatakan bahwa pers tidak boleh mati, pers harus jadi besar,
tuturnya.
Baca juga:
Komisioner Komnas HAM periode 2012–2017 ini menilai dunia ini gelap tanpa pers. Ia lalu memberi perumpamaan bahwa pers merupakan lilin kecil di tengah lorong kegelapan. Tanpa pers, tidak mungkin lorong kegelapan itu jadi terang.
Pers itu menerangi dunia, menerangi negara, menerangi bangsa. Karena pers kita menjadi pintar, cerdas, mampu menjelajahi pikiran, mampu menguasai alam semesta. Karena kita bukan siapa-siapa, perslah yang membuka pintu untuk menguasai alam semesta,
imbuhnya.
Lebih lanjut lagi, kata dia, dengan media itu, masyarakat bisa mengetahui apa saja dari tulisan yang ditulis ataupun gambar. Menurutnya, pers merupakan salah satu instrumen terpenting yang mengantarkan peradaban manusia sampai hari ini. Oleh karena itulah, tentu Kementerian HAM akan terus bermitra dengan pers.
Karena pengetahuan diproduksi pers. Kontribusi nyata pers dalam peradaban dunia ini ada, faktanya ada, dan kondisi real. Kekuatan bahkan melampaui kekuatan instrumen-instrumen yang ada,
tutupnya.(Asp)
Baca juga:

