DPR Endus Kejanggalan Dana Kementerian HAM, Tantang Transparansi Penggunaan Uang Rakyat

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 11 Juni 2026
DPR Endus Kejanggalan Dana Kementerian HAM, Tantang Transparansi Penggunaan Uang Rakyat

Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka (DPR RI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Lembaran berkas rencana anggaran setebal ratusan halaman itu bergetar dalam genggaman, mengundang tatapan tajam ruang rapat parlemen. Di balik dinding ruang sidang Gedung Nusantara II, nasib para pencari keadilan tengah dipertaruhkan atas nama angka dan tabel kalkulasi fiskal.

Alih-alih menjadi payung pelindung kaum tertindas, tumpukan anggaran Kementerian HAM 2027 justru tampak gemuk membiayai perut birokrasi internal sendiri.

Baca juga:

80 Persen Bahan Baku Obat Impor, DPR Desak Kemandirian Farmasi

Sorotan tajam lalu muncul dari Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, saat membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA/KL) Tahun Anggaran 2027. Agenda rapat kerja bersama Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) pada Rabu (10/6) tersebut membuka mata publik mengenai ketimpangan alokasi dana perlindungan warga.

Persoalannya bukan hanya besaran pagu diterima, tetapi bagaimana anggaran tersebut diprioritaskan,

Rieke Diah Pitaloka.

Birokrasi Telan Porsi Singa, Korban Dapat Recehan

Ketimpangan struktur anggaran terlihat jelas saat membandingkan dana operasional kantor dengan unit pelayanan masyarakat. Kementerian HAM sejatinya mengajukan kebutuhan total sebesar Rp3,982 triliun, namun otoritas fiskal hanya menyetujui pagu indikatif sebesar Rp728,1 miliar.

Tragisnya, sebagian besar dana tersebut justru tersedot untuk urusan internal kelembagaan, bukan pelayanan langsung korban pelanggaran hak asasi.

Kombinasi data laporan menunjukkan pemanfaatan pagu indikatif Kementerian HAM bernilai Rp728,1 miliar mengalir ke beberapa pos berikut:

  • Program Dukungan Manajemen: Menyerap Rp480 miliar atau setara 65,9 persen dari total keseluruhan pagu.

  • Belanja Pegawai Internal: Memakan dana sebesar Rp343,2 miliar dari porsi dukungan manajemen.

  • Operasional Kantor: Menguras anggaran hingga Rp114,1 miliar guna fasilitas internal birokrasi.

  • Program Pemajuan dan Penegakan HAM: Hanya mendapat sisa anggaran sebesar Rp248,1 miliar atau 34,1 persen.

  • Estimasi Layanan Langsung Korban: Diprediksi tersisa Rp40 miliar hingga Rp50 miliar (sekitar 5–6 persen total pagu).

Desakan Refocusing Dana Demi Keadilan Nyata

Porsi minimalis pelayanan langsung masyarakat memicu keprihatinan mendalam mengenai komitmen pemulihan hak warga negara. Program kerja pada bidang pemajuan HAM juga masih terjebak aktivitas administratif seperti sosialisasi, pelatihan, penyusunan regulasi, serta koordinasi antarlembaga. Kondisi ini membuat keberadaan instansi dinilai kurang memberikan dampak instan bagi para korban konflik.

Rieke mengusulkan perbaikan radikal lewat skema refocusing anggaran agar porsi perlindungan kelompok rentan dan penanganan pengaduan ditingkatkan. Mantan aktivis ini menuntut indikator kinerja berbasis dampak nyata, bukan sekadar laporan penyerapan dana birokrasi.

Baca juga:

DPR Tuntut Evaluasi Total Skema Kenaikan Tarif Jalan Tol Berkala Setiap Dua Tahun

“Negara tidak boleh lebih banyak membiayai birokrasi daripada menghadirkan perlindungan nyata bagi warga negara hak asasisnya dilanggar,” tutur Rieke.

Sikap kritis parlemen ini menggeser fokus perdebatan, dari sekadar kuantitas dana beralih pada kualitas pemanfaatan setiap rupiah uang rakyat. Pengawasan ketat kini berada di tangan masyarakat untuk mengawal sisa proses pembahasan anggaran hingga ketuk palu final.

“Pertanyaan harus dijawab kepada publik adalah dari Rp728,1 miliar anggaran Kementerian HAM Tahun 2027, berapa persen benar-benar sampai kepada warga negara hak asasisnya dilanggar?,” pungkas Rieke.

#Rieke Diah Pitaloka #DPR #DPR RI #HAM #Kementerian HAM
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Kalapas Cibinong Nonaktif Wisnu Hadiri RDP dengan Komisi XIII DPR Bahas Temuan Lapas Mewah
Eks Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putanto mengikuti RDP dengan Komisi XIII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Didik Setiawan - Senin, 28 September 2026
Kalapas Cibinong Nonaktif Wisnu Hadiri RDP dengan Komisi XIII DPR Bahas Temuan Lapas Mewah
Indonesia
DIM RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Makin Bertambah, Belum Hasilkan Naskah Final
Pembahasan mencakup sejumlah isu ketenagakerjaan, antara lain hubungan kerja, pengupahan, pelindungan pekerja perempuan, dan pemagangan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
DIM RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Makin Bertambah, Belum Hasilkan Naskah Final
Indonesia
Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Bikin Heboh, DPR Bongkar Siapa yang Bertanggung Jawab
DPR menyoroti fasilitas mewah di Lapas Cibinong yang disebut digunakan warga binaan. Ombudsman dan Ditjenpas akan dipanggil untuk klarifikasi.
Frengky Aruan - Minggu, 27 September 2026
Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Bikin Heboh, DPR Bongkar Siapa yang Bertanggung Jawab
Indonesia
DPR Minta Polri Usut Temuan Hunian Mewah di Lapas Cibinong, Audit Anggaran hingga Aset
Kasus temuan hunian mewah di Lapas Cibinong menuai sorotan. DPR meminta adanya audit anggaran hingga aset di lapas tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
DPR Minta Polri Usut Temuan Hunian Mewah di Lapas Cibinong, Audit Anggaran hingga Aset
Indonesia
Apindo Minta Masukan Perluasan Kesempatan Kerja di RUU Pelindungan Ketenagakerjaan
Agar RUU Pelindungan Ketenagakerjaan disempurnakan nomenklatur menjadi RUU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Perluasan Kesempatan Kerja.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
 Apindo Minta Masukan Perluasan Kesempatan Kerja di RUU Pelindungan Ketenagakerjaan
Indonesia
RUU Perampasan Aset Jadi Super Prioritas, DPR Targetkan Rampung 15 Desember 2026
RUU Perampasan Aset kini sedang dikebut. Komisi III DPR menargetkan RUU tersebut disahkan 15 Desember 2026.
Soffi Amira - Kamis, 24 September 2026
RUU Perampasan Aset Jadi Super Prioritas, DPR Targetkan Rampung 15 Desember 2026
Indonesia
DPR Dorong Reforma Agraria Berujung pada Akses Lahan dan Produksi
Reforma agraria tidak boleh dimaknai sebatas legalisasi aset atau penerbitan sertifikat tanah.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
DPR Dorong Reforma Agraria Berujung pada Akses Lahan dan Produksi
Indonesia
Komisi X DPR Dorong Kontingen Indonesia Kejar Emas Asian Games 2026
Pencapaian medali yang telah diraih sejauh ini merupakan hasil dari kerja keras para atlet, pelatih, ofisial, serta seluruh pihak yang mendukung persiapan kontingen Indonesia.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Komisi X DPR Dorong Kontingen Indonesia Kejar Emas Asian Games 2026
Indonesia
Insiden Tenggelamnya KMP Virgo Transport 8, DPR Kritik Lemahnya Pengawasan Keselamatan
Kecelakaan yang menimpa kapal dengan ratusan penumpang tersebut harus menjadi momentum untuk membenahi tata kelola keselamatan pelayaran.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Insiden Tenggelamnya KMP Virgo Transport 8, DPR Kritik Lemahnya Pengawasan Keselamatan
Indonesia
DPR Peringatkan jangan Sampai Aset Sitaan Malah Merugikan Negara
Upaya negara memulihkan aset hasil tindak pidana harus dibarengi dengan sistem pengelolaan yang jelas.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
DPR Peringatkan jangan Sampai Aset Sitaan Malah Merugikan Negara
Bagikan