6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total

Gedung DPR RI. (Foto: MerahPutih.com/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - GELOMBANG duka yang menyelimuti dunia medis Indonesia akibat meninggalnya enam dokter magang sepanjang 2026 memicu tuntutan evaluasi total dan perhatian serius dari parlemen. Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa menyatakan dukungan penuh atas langkah tegas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang meliburkan puluhan ribu dokter internship untuk menjalani pemeriksaan ulang kesehatan fisik dan jiwa secara menyeluruh.

Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien yang mereka layani.

"Kami mendukung penuh keputusan Kemenkes untuk memperketat screening fisik dan jiwa bagi calon dokter magang. Kebijakan ini harus menjadi instrumen perlindungan nyata, bukan sekadar pemenuhan syarat administratif di atas kertas. Dokter membutuhkan kondisi fisik dan mental yang kuat untuk bisa menyelamatkan nyawa orang lain," tegas Neng Eem di Jakarta, Jumat (31/7).

Legislator asal Jawa Barat ini membeberkan jam kerja yang terlewat panjang, beban tugas yang berat, serta tekanan psikologis di garda terdepan pelayanan kesehatan sangat rentan memicu burnout (kelelahan ekstrem) hingga gangguan mental serius.

Baca juga:

Dokter Internship di Jambil Meninggal, DPR Minta Investigasi dan Evaluasi Sistem


Oleh karena itu, pengetatan medical check-up (MCU) dan tes kepribadian Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) bertujuan memberikan penanganan dini dan pendampingan psikologis, bukan untuk memberikan stigma kepada para calon dokter. “Deteksi dini ini murni bentuk perlindungan. Jika sejak awal ditemukan adanya indikasi masalah kesehatan atau kelelahan mental, mereka bisa langsung mendapatkan terapi, pendampingan, atau penyesuaian beban kerja. Dokter yang terganggu kesehatan jiwanya tentu berisiko mengalami kelalaian," ujarnya.

Langkah pengetatan ini diambil Kemenkes setelah evaluasi atas meninggalnya enam dokter magang di berbagai daerah sepanjang 2026, yakni almarhum AMW (RSUD Pagelaran), KAP (RS Bhina Bhakti Husada), EBH (RS Bhayangkara Denpasar), MAZ (RSUD KH Daud Arif), MZD (RSUD Sukadana), serta SZM (RS Sentra Medika Cisalak).

Sebagai respons atas tragedi tersebut, pemerintah resmi meliburkan sementara 10.564 dari sekitar 12.000 dokter magang mulai 30 Juli hingga 14 Agustus 2026 untuk menjalani screening ulang massal.

"Tragedi hilangnya nyawa enam dokter muda ini harus menjadi koreksi mendasar bagi tata kelola program magang nasional. Komisi IX akan memastikan bahwa setelah evaluasi dua pekan ini selesai, regulasi jam kerja dan sistem pengawasan di rumah sakit rujukan benar-benar memanusiakan para tenaga medis kita," pungkasnya.(Pon)

Baca juga:

Dokter Magang Meninggal karena Lelah Bekerja Tanpa Libur, DPR Desak Reformasi Tata Kelola Program Internship Melalui Perpres

#DPR RI #Kedokteran #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Komisi IX DPR RI meminta Kemenkes dan BNN menyusun regulasi penggunaan vape. Sebab, vape mengandung etomidate merajalela.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Indonesia
Puan Maharani Minta Mitigasi Bencana Diperkuat di Seluruh Indonesia
Menurutnya, seluruh daerah perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama saat curah hujan tinggi.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Maharani Minta Mitigasi Bencana Diperkuat di Seluruh Indonesia
Indonesia
RUU Perampasan Aset masih Dibahas, DPR Serap Masukan Eks Pemimpin KPK
Parlemen masih membuka ruang bagi berbagai pihak untuk memberikan masukan terhadap substansi regulasi tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
RUU Perampasan Aset masih Dibahas, DPR Serap Masukan Eks Pemimpin KPK
Indonesia
Puan Soroti Kekuatan APBN soal Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Minta Dikaji Dulu
Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti wacana pendidikan gratis hingga PTN. Ia meminta untuk dikaji terlebih dahulu.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Puan Soroti Kekuatan APBN soal Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Minta Dikaji Dulu
Indonesia
DPR Akhirnya Sahkan UU Reforma Agraria, ini Poin-poin yang Diatur
DPR akhirnya mengesahkan UU Reforma Agraria. Ada sejumlah poin yang diatur dalam UU tersebut.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
DPR Akhirnya Sahkan UU Reforma Agraria, ini Poin-poin yang Diatur
Dunia
DPR Minta Pemerintah Prioritaskan Keselamatan WNI di Tengah Konflik Houthi-Saudi
Keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama pemerintah di tengah situasi keamanan yang terus berkembang di kawasan tersebut.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
DPR Minta Pemerintah Prioritaskan Keselamatan WNI di Tengah Konflik Houthi-Saudi
Indonesia
Waka Komisi XII DPR Ungkap Poin Krusial Revisi UU Migas
Draf RUU Migas mengatur BUK Migas bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Waka Komisi XII DPR Ungkap Poin Krusial Revisi UU Migas
Indonesia
Serangan Drone di Wilayah Mekah, DPR Minta KBRI Perkuat Komunikasi dengan WNI
perwakilan RI di Arab Saudi wajib menjadi rujukan utama guna mencegah kepanikan massal akibat maraknya pesan berantai di media sosial.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Serangan Drone di Wilayah Mekah, DPR Minta KBRI Perkuat Komunikasi dengan WNI
Indonesia
DPR Minta Penyaluran Anggaran Karhutla Rp 760 Miliar Transparan dan Tepat Sasaran
Anggaran tersebut harus segera diterjemahkan menjadi langkah konkret di lapangan.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
DPR Minta Penyaluran Anggaran Karhutla Rp 760 Miliar Transparan dan Tepat Sasaran
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Bagikan