Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total

Dwi AstariniDwi Astarini - 52 menit lalu
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total

Gedung DPR RI. (Foto: MerahPutih.com/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - GELOMBANG duka yang menyelimuti dunia medis Indonesia akibat meninggalnya enam dokter magang sepanjang 2026 memicu tuntutan evaluasi total dan perhatian serius dari parlemen. Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa menyatakan dukungan penuh atas langkah tegas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang meliburkan puluhan ribu dokter internship untuk menjalani pemeriksaan ulang kesehatan fisik dan jiwa secara menyeluruh.

Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien yang mereka layani.

"Kami mendukung penuh keputusan Kemenkes untuk memperketat screening fisik dan jiwa bagi calon dokter magang. Kebijakan ini harus menjadi instrumen perlindungan nyata, bukan sekadar pemenuhan syarat administratif di atas kertas. Dokter membutuhkan kondisi fisik dan mental yang kuat untuk bisa menyelamatkan nyawa orang lain," tegas Neng Eem di Jakarta, Jumat (31/7).

Legislator asal Jawa Barat ini membeberkan jam kerja yang terlewat panjang, beban tugas yang berat, serta tekanan psikologis di garda terdepan pelayanan kesehatan sangat rentan memicu burnout (kelelahan ekstrem) hingga gangguan mental serius.

Baca juga:

Dokter Internship di Jambil Meninggal, DPR Minta Investigasi dan Evaluasi Sistem


Oleh karena itu, pengetatan medical check-up (MCU) dan tes kepribadian Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) bertujuan memberikan penanganan dini dan pendampingan psikologis, bukan untuk memberikan stigma kepada para calon dokter. “Deteksi dini ini murni bentuk perlindungan. Jika sejak awal ditemukan adanya indikasi masalah kesehatan atau kelelahan mental, mereka bisa langsung mendapatkan terapi, pendampingan, atau penyesuaian beban kerja. Dokter yang terganggu kesehatan jiwanya tentu berisiko mengalami kelalaian," ujarnya.

Langkah pengetatan ini diambil Kemenkes setelah evaluasi atas meninggalnya enam dokter magang di berbagai daerah sepanjang 2026, yakni almarhum AMW (RSUD Pagelaran), KAP (RS Bhina Bhakti Husada), EBH (RS Bhayangkara Denpasar), MAZ (RSUD KH Daud Arif), MZD (RSUD Sukadana), serta SZM (RS Sentra Medika Cisalak).

Sebagai respons atas tragedi tersebut, pemerintah resmi meliburkan sementara 10.564 dari sekitar 12.000 dokter magang mulai 30 Juli hingga 14 Agustus 2026 untuk menjalani screening ulang massal.

"Tragedi hilangnya nyawa enam dokter muda ini harus menjadi koreksi mendasar bagi tata kelola program magang nasional. Komisi IX akan memastikan bahwa setelah evaluasi dua pekan ini selesai, regulasi jam kerja dan sistem pengawasan di rumah sakit rujukan benar-benar memanusiakan para tenaga medis kita," pungkasnya.(Pon)

Baca juga:

Dokter Magang Meninggal karena Lelah Bekerja Tanpa Libur, DPR Desak Reformasi Tata Kelola Program Internship Melalui Perpres

#DPR RI #Kedokteran #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - 52 menit lalu
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
MBG tak Boleh lagi dari Dana Pendidikan, DPR Usul Pemerintah Terbitkan Perpres Tata Kelola Pemenuhan Gizi Nasional
Perpres tersebut perlu menempatkan Program MBG sebagai bagian dari kebijakan pemenuhan gizi nasional yang lebih komprehensif dengan pendekatan siklus kehidupan.
Dwi Astarini - 1 jam, 48 menit lalu
MBG tak Boleh lagi dari Dana Pendidikan, DPR Usul Pemerintah Terbitkan Perpres Tata Kelola Pemenuhan Gizi Nasional
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Indonesia
DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Dokter Zahra, Evaluasi Total Program Magang
Pengungkapan fakta secara utuh sangat penting agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat sekaligus memberikan keadilan bagi keluarga korban.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Dokter Zahra, Evaluasi Total Program Magang
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Sikapi Pengunduran Diri Gubernur BI
Ketidakpastian kepemimpinan bank sentral dinilai berpotensi memperbesar tekanan terhadap pasar keuangan.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Sikapi Pengunduran Diri Gubernur BI
Indonesia
Cegah Konflik Horizontal, DPR Minta Pemerintah Libatkan Ormas
Jatuhnya korban jiwa dalam konflik horisontal yang terjadi menjadi indikator bahwa mekanisme resolusi konflik di tingkat masyarakat masih perlu diperkuat.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Cegah Konflik Horizontal, DPR Minta Pemerintah Libatkan Ormas
Indonesia
DPR Minta Penyelidikan Kematian Sutrimo Diusut Tuntas
Jika ada indikasi tindak pidana, seret pelakunya ke proses hukum tanpa kompromi.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
DPR Minta Penyelidikan Kematian Sutrimo Diusut Tuntas
Indonesia
Kaesang Maju di Pileg Solo 2029, Ganjar: itu Hak Politik Setiap Warga Negara
Ganjar Pranowo merespons rencana Kaesang Pangarep yang maju di Pileg Solo 2029. Ia mengatakan, siapa pun boleh maju.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Maju di Pileg Solo 2029, Ganjar: itu Hak Politik Setiap Warga Negara
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Indonesia
ICW Wanti-Wanti DPR: Penunjukan PAW Anggota Ombudsman Harus Transparan dan Akuntabel
ICW meminta DPR berpegang pada hasil seleksi yang telah dilakukan sebelumnya serta mengutamakan integritas calon.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
ICW Wanti-Wanti DPR: Penunjukan PAW Anggota Ombudsman Harus Transparan dan Akuntabel
Bagikan