MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq mendesak KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah memperkuat komunikasi serta penyampaian informasi resmi bagi warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi. Langkah ini dinilai mendesak setelah otoritas Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone di wilayah selatan Mekkah pada 15 September 2026.
“Kami meminta KBRI dan KJRI tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi aktif menyampaikan informasi resmi secara berkala. Kejelasan informasi sangat penting agar jamaah umrah dan pekerja kita tidak termakan isu simpang siur,” ujar Kiai Maman di Jakarta, Jumat (18/9).
Kiai Maman menegaskan perwakilan RI di Arab Saudi wajib menjadi rujukan utama guna mencegah kepanikan massal akibat maraknya pesan berantai di media sosial.
Kanal komunikasi diplomatik, imbau Kiai Maman, harus menyediakan pusat bantuan (hotline) yang mudah dijangkau publik selama 24 jam. “KBRI dan KJRI harus menjadi rujukan utama bagi WNI agar masyarakat tidak mendapatkan informasi simpang siur dari media sosial. Dalam situasi krisis, informasi yang terlambat atau tidak terverifikasi bisa memicu kepanikan,” tegas Kiai Maman.
Baca juga:
Indonesia Bangun Kampung Haji di Mekah, Prabowo: Negara Lain Mulai Mengikuti
Kiai Maman meminta pembaruan data keamanan di Kota Suci Mekah dan Madinah diteruskan secara berkala kepada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), pembimbing lapangan, hingga pengelola hotel tempat jamaah menginap. Pendampingan proaktif dinilai krusial mengingat Indonesia merupakan salah satu pengirim jamaah umrah terbesar di dunia.
“Jemaah umrah Indonesia jangan dibiarkan mencari informasi sendiri di tengah situasi keamanan yang dinamis. Pemerintah harus hadir memberikan panduan jelas mengenai apa yang perlu dilakukan dan ke mana harus melapor,” tegas Kiai Maman.
Selain perlindungan ibadah umrah, Kiai Maman mengingatkan skema tanggap darurat wajib mencakup perlindungan bagi seluruh pekerja migran Indonesia yang berada di wilayah terdampak. Langkah mitigasi bencana dan kontak darurat, kata Kiai Maman, harus tersosialisasi secara menyeluruh tanpa diskriminasi.
“Perlindungan WNI harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada jamaah umrah saja. Kita perlu memastikan seluruh pekerja Indonesia mengetahui kontak darurat dan mekanisme meminta bantuan,” cetus Kiai Maman.
Pengasuh Ponpes Jatiwangi ini mengimbau WNI dan jamaah umrah di Arab Saudi untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi seluruh arahan dari otoritas keamanan setempat. Publik diminta memfilter secara ketat segala bentuk berita yang belum dipastikan kebenarannya.
Suasana keamanan di sekitar kota suci Mekah sempat meningkat setelah Arab Saudi melaporkan mencegat dan menghancurkan sebuah drone di sebelah selatan kota, Selasa (15/9) malam. Peristiwa ini menjadi perhatian luas dunia Islam karena terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.
Juru bicara Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, menyatakan drone tersebut dicegat sekitar pukul 18.50 waktu setempat, sebelum memasuki wilayah udara terlarang Makkah. Puing-puing drone kemudian dilaporkan jatuh di wilayah selatan kota.
Menurut otoritas Saudi, drone tersebut diluncurkan oleh kelompok Houthi Yaman dan bergerak menuju wilayah Makkah. Oleh karena itu, sistem pertahanan udara Saudi langsung mengambil tindakan untuk menghancurkannya.(knu)
Baca juga:
Makkah Jadi Target Serangan Drone, WNI di Jeddah Hingga Taif Diminta Waspada