MERAHPUTIH.COM - KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pentingnya peran pers yang bebas, kritis, dan bertanggung jawab dalam mendukung upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Jubir KPK Budi Prasetyo dalam momentum peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia. Ia menilai kehadiran pers tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga berperan dalam membangun kesadaran publik terhadap bahaya korupsi.
“Bagi KPK, pers bukan hanya menyampaikan kabar, melainkan juga menghidupkan kesadaran bahwa korupsi merupakan musuh bersama yang harus dilawan, bukan dibiarkan,” ujar Budi dalam keterangannya, Minggu (3/5).
Menurut dia, fungsi jurnalistik sebagai kontrol sosial memiliki kontribusi besar dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas. Ketika pers menjalankan perannya secara optimal, kepercayaan publik terhadap institusi negara dapat meningkat, sekaligus memperkuat upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Baca juga:
KPK Usulkan Klausul Kaderisasi untuk Pencalonan Presiden hingga Kepala Daerah
Budi juga menyoroti bahwa profesi jurnalis tidak lepas dari berbagai risiko dan tantangan, terutama dalam mengungkap praktik-praktik korupsi yang kerap melibatkan kepentingan besar. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya dukungan terhadap profesionalitas pers. “KPK berkomitmen mendukung profesionalitas pers melalui semangat transparansi dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan fungsi pemberantasan korupsi,” katanya.
Ia menambahkan kerja-kerja jurnalistik yang independen dan berintegritas menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga ruang publik yang sehat. Pers, kata dia, memiliki peran strategis dalam memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat dan dapat dipercaya.
Selain itu, Budi juga mengajak insan pers untuk terus menjaga independensi dan berpihak pada kebenaran. Menurutnya, komitmen tersebut menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik serta memperkuat demokrasi. “Teruslah menjadi suara publik. Tetap independen, berintegritas, dan berpihak pada kebenaran,” ujarnya.
Di tengah berbagai tantangan dalam pemberantasan korupsi, Budi berharap pers tetap konsisten menjalankan fungsi kontrol sosial secara kritis dan bertanggung jawab. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jurnalis atas kontribusi mereka dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas di Indonesia.
“Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia,” tutupnya.(Pon)
Baca juga:
Cak Imin di Hari Pers Nasional 2026: Jurnalisme Tidak Boleh Kalah oleh Algoritma