Fadli Zon Bilang Cuma 'Pajangan', Stafsus Milenial Jokowi Pamer Prestasi

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 25 November 2019
Fadli Zon Bilang Cuma 'Pajangan', Stafsus Milenial Jokowi Pamer Prestasi

Waketum Partai Gerindra Fadli Zon. (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial Gracia Billy Mambrasar menanggapi sindiran Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang menyebut pengangkatan tujuh stafsus milenial cuma sebagai 'lipstik dan pajangan.'

Menurut Billy, sebelum dirinya dan keenam rekannya ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai stafsus, mereka telah berkarya dan ikut berkontribusi dalam membangun bangsa.

Baca Juga:

Staf Khusus Didominasi Kaum Milenial, Presiden Jokowi Ingin Pertajam Inovasi

"Maaf Pak @fadlizon, anda menyebut kami lipstik, berarti: Menganggap kami kosmetik (tidak ada manfaat signifikan), tidak berkompetensi, & tuduhan licik & bodoh kepada orang yang mengangkat kami (Pak Jokowi)," tulis Billy di akun Twitter-nya yang dikutip Senin (25/11).

Presiden Jokowi berfoto bersama 7 SKP dari kalangan millenial, yang diperkenalkannya di Verranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11) sore. (Foto: JAY/Humas)
Presiden Jokowi berfoto bersama 7 SKP dari kalangan millenial, yang diperkenalkannya di Verranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11) sore. (Foto: JAY/Humas)

"Sebelum kami ditunjuk, kami sudah berkarya & Ikut Berkontribusi ikut membangun bangsa ini!" sambungnya.

Peraih beasiswa kuliah di Oxford sekaligus pendiri KitongBisa ini kemudian menjelaskan secara singkat karya dan kontribusi dia dan keenam rekannya sebelum menjadi stafsus.

Baca Juga:

PKS: Tujuh Stafsus Milenial Presiden Jangan Cuma Jadi Aksesoris

Diketahui, selain Billy, yang menjadi Stafsus Presiden dari kalangan milenial, yakni Putri Indahsari Tanjung (CEO dan Founder Creativepreneur), Adamas Belva Syah Devara (Pendiri Ruang Guru) dan Ayu Kartika Dewi (Perumus Gerakan Sabang Merauke).

Kemudian ada Angkie Yudistia (Pendiri Thisable Enterprise, kader PKPI, difabel tunarungu), Aminuddin Ma'ruf (Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia/PMII), dan Andi Taufan Garuda (Pendiri Lembaga Keuangan Amartha).

Staf Khusus Presiden Gracia Billy Mambrasar. (Foto: instagram.com/billymambrasar)
Staf Khusus Presiden Gracia Billy Mambrasar. (Foto: instagram.com/billymambrasar)

"Apa anda @fadlizon tidak mengetahui karya @AdamasBelva yang sudah memberikan akses pendidikan ke ratusan orang karena ruang gurunya? Saya yang sudah memberikan pendidikan gratis & mendorong pemberdayaan kaum tertinggal di daerah terluar? Ayu Kartika Dewi dengan advokasi pendidikan toleransi?" ungkap Billy.

"Pak @fadlizon - karya Andy Taufan memberikan akses permodalan ke kaum wanita utk keluar dari kemiskinan? Putri Tanjung dengan event-event bisnis kreatif untuk mendorong anak muda berwirausaha? Aminudin Ma'ruf dengan empowering pesantren. Angkie Y menginspirasi ratusan orang dengan disabilitas?" jelasnya.

Baca Juga:

PPP Nilai Jokowi Nekat Angkat 7 Stafsus dari Kalangan Milenial

Untuk itu, pemuda asal Papua ini menegaskan bahwa mereka menerima tawaran menjadi stafsus bukan karena kekuasaan dan uang, melainkan karena kecintaan mereka kepada Indonesia. "Kami menerima tawaran ini hanya karena kecintaan kami ke Indonesia. Bukan karena kekuasaan dan uang!" tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Fadli Zon mengkritik pengangkatan tujuh Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial. Menurutnya, langkah Presiden Jokowi mengangkat tujuh staf khususnya itu hanyalah sebuah pencitraan. "Cuma lipstik saja, pajangan saja lah itu," kata Fadli di Jakarta, Sabtu (23/11).

Pasalnya, Fadli menyebut, jika Jokowi benar-benar ingin mencari staf yang bisa membantunya di pemerintahan, maka seharusnya memilih orang-orang yang punya kapasitas serta kapabilitas, dan itu bukan dilihat dari umur. (Knu)

Baca Juga

Stafsus Jokowi Bengkak, Munculkan Citra Bagi-Bagi Jabatan

#Fadli Zon #Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Fadli Zon Dorong Musik Indonesia Mendunia, KMI 2026 Siap Digelar di Makassar
KMI 2026 digelar di Makassar pada 30 Oktober–1 November. Sebanyak 500 delegasi akan membahas royalti, hak cipta, AI, dan ekosistem musik Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Fadli Zon Dorong Musik Indonesia Mendunia, KMI 2026 Siap Digelar di Makassar
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Indonesia Dorong UNESCO Terapkan Tata Kelola AI Yang Etis dan Transparan
memperkuat kontribusi UNESCO dalam menghadapi tantangan global, Indonesia mengajukan tiga prioritas utama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Indonesia Dorong UNESCO Terapkan Tata Kelola AI Yang Etis dan Transparan
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi kemungkinan munculnya upaya pemakzulan Gibran setelah MK membacakan putusan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Indonesia
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Jokowi menegaskan Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan S1 saat menanggapi putusan MK soal ijazah SMA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Indonesia
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
PSI bongkar isi obrolan pertemuan makan malam Jokowi dan Prabowo di Kertanegara saat sidang MK perkara ijazah SMA Wapres Gibran
Wisnu Cipto - Rabu, 07 Oktober 2026
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
Bagikan