Indonesia Dorong UNESCO Terapkan Tata Kelola AI Yang Etis dan Transparan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - 2 jam, 50 menit lalu
Indonesia Dorong UNESCO Terapkan Tata Kelola AI Yang Etis dan Transparan

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon. (Foto: Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pentingnya memperkuat peran Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai salah satu fondasi perdamaian dunia. Upaya tersebut dinilai perlu dilakukan melalui penguatan pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, serta akses informasi bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Fadli dalam Sidang Dewan Eksekutif UNESCO yang berlangsung di Paris, Prancis, Kamis (8/10) waktu setempat. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti beragam tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari konflik dan pengungsian hingga ketimpangan sosial, krisis iklim, serta pesatnya perkembangan teknologi.

Perdamaian yang berkelanjutan tidak dapat hanya bertumpu pada kesepakatan politik. Perdamaian harus dibangun melalui pendidikan yang memperluas kesempatan, ilmu pengetahuan yang mendorong kemajuan umat manusia, kebudayaan yang memperkuat saling pengertian, serta akses terhadap informasi yang memungkinkan masyarakat menjadi lebih tangguh,

ujar Fadli dalam siaran pers Kementerian Kebudayaan.

Fadli juga menyampaikan keprihatinan Indonesia terhadap konflik yang menimbulkan dampak bagi masyarakat sipil dan berbagai institusi penting. Sejumlah fasilitas yang turut terdampak di antaranya sekolah, universitas, perpustakaan, tempat ibadah, situs warisan budaya, serta keselamatan jurnalis dan tenaga pendidik.

Baca juga:

3 Negara Barengan Ajukan Tari Zapin Sebagai Warisan Budaya Takbenda ke UNESCO

Ia menekankan bahwa penyelesaian sengketa harus ditempuh melalui jalur damai dengan berpedoman pada Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, Fadli mendorong UNESCO untuk meningkatkan upaya pendokumentasian kerusakan, melindungi warisan budaya, menjaga keberlangsungan pendidikan, dan memastikan kebebasan berekspresi di wilayah yang dilanda konflik.

Persoalan pengembalian benda budaya ke negara asal atau repatriasi juga menjadi salah satu perhatian Indonesia dalam sidang tersebut. Fadli menilai repatriasi sebagai bagian penting dari upaya menjaga kedaulatan budaya dan memulihkan warisan sejarah suatu bangsa. Salah satu kasus yang disoroti adalah Koleksi Dubois di Belanda, yang terdiri atas lebih dari 30.000 fosil berkaitan dengan Homo erectus atau Manusia Jawa.

Bagi Indonesia, repatriasi merupakan keharusan moral untuk memulihkan keutuhan warisan budaya, mengatasi ketidakadilan sejarah, dan membangun rasa saling menghormati,

kata Fadli.

Selain isu pelestarian warisan budaya, Indonesia turut menyoroti pengakuan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke-10 dalam Konferensi Umum UNESCO. Menurut Fadli, pengakuan tersebut menjadi langkah penting untuk memperluas representasi bahasa, kebudayaan, dan perspektif yang beragam dalam kerja sama internasional.

Untuk memperkuat kontribusi UNESCO dalam menghadapi tantangan global, Indonesia mengajukan tiga prioritas utama. Ketiganya mencakup transformasi digital yang inklusif dan berorientasi pada manusia, penguatan multilateralisme di tengah meningkatnya perpecahan global, serta reformasi organisasi melalui agenda UNESCO-80.

Dalam konteks perkembangan teknologi, Indonesia turut mendorong penerapan tata kelola kecerdasan artifisial (AI) yang etis dan transparan. Dukungan bagi negara-negara berkembang juga dinilai perlu diperluas melalui akses terhadap keahlian, peningkatan kapasitas, serta bantuan dalam penyusunan kebijakan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Indonesia tercatat sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang menyelesaikan UNESCO AI Readiness Assessment Methodology. Langkah ini menjadi bagian dari keterlibatan Indonesia dalam mendorong pemanfaatan AI yang bertanggung jawab sekaligus memperkuat kesiapan nasional menghadapi perkembangan teknologi. (Far)

#UNESCO #Fadli Zon #Kebudayaan Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia Dorong UNESCO Terapkan Tata Kelola AI Yang Etis dan Transparan
memperkuat kontribusi UNESCO dalam menghadapi tantangan global, Indonesia mengajukan tiga prioritas utama.
Alwan Ridha Ramdani - 2 jam, 50 menit lalu
Indonesia Dorong UNESCO Terapkan Tata Kelola AI Yang Etis dan Transparan
Fun
Rumah Bing Slamet di Tanah Tinggi Kini Jadi Museum, Abadikan Jejak Sang Maestro
Rumah Bing Slamet di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, kini menjadi Museum Bing Slamet dengan koleksi sejarah, memorabilia, dan fasilitas interaktif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Rumah Bing Slamet di Tanah Tinggi Kini Jadi Museum, Abadikan Jejak Sang Maestro
Indonesia
3 Negara Barengan Ajukan Tari Zapin Sebagai Warisan Budaya Takbenda ke UNESCO
Fadli berharap pengajuan seni tradisional Melayu ini bisa memperkuat visibilitas Zapin di tingkat global serta menunjukkan keragaman ekspresi budaya di kawasan Asia Tenggara
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
3 Negara Barengan Ajukan Tari Zapin Sebagai Warisan Budaya Takbenda ke UNESCO
Indonesia
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memang sudah direncanakan sebagai bagian dari upaya untuk merevitalisasi aset-aset budaya.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Tradisi
Digagas Orang Polandia, Taman Mini Indonesia Pertama di Eropa Ekspansi Sasar Skandinavia
Taman Mini Indonesia di Polandia siap diperluas! Kementerian Kebudayaan bakal tambah anjungan rumah adat lintas provinsi di Eropa. Cek detailnya di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Digagas Orang Polandia, Taman Mini Indonesia Pertama di Eropa Ekspansi Sasar Skandinavia
Indonesia
Ogah Ikut Campur Konflik 2 Raja, Menbud Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi Keraton Solo Jalan Terus
Adanya efisiensi anggaran tidak berpengaruh pada revitalisasi Keraton Surakarta.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
Ogah Ikut Campur Konflik 2 Raja, Menbud Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi Keraton Solo Jalan Terus
Indonesia
Tidak Tinggal Diam, Pemerintah Siapkan Pemulihan Kawasan Desa Adat Sade Yang Hangus Terbakar
Prioritas utama pemerintah pada fase tanggap darurat, mengamankan dan mengidentifikasi objek-objek budaya yang tersisa serta melakukan upaya penyelamatan fisik dan non-fisik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Tidak Tinggal Diam, Pemerintah Siapkan Pemulihan Kawasan Desa Adat Sade Yang Hangus Terbakar
Indonesia
Indonesia Dorong Penguatan Pelindungan Warisan Budaya di Negara Anggota BRICS
Deklarasi negara-negara BRICS juga menyatakan bahwa kebudayaan perlu dipertimbangkan sebagai tujuan tersendiri dalam kerangka pembangunan internasional pada masa mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Indonesia Dorong Penguatan Pelindungan Warisan Budaya di Negara Anggota BRICS
Indonesia
Jakarta Jalin Kerja Sama Kebudayaan dengan Daerah Aglomerasi
Kolaborasi ini bertujuan melestarikan budaya Betawi, memperluas pertukaran budaya antardaerah, serta menyiapkan program bersama menuju 500 tahun Jakarta pada 2027.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
Jakarta Jalin Kerja Sama Kebudayaan dengan Daerah Aglomerasi
Indonesia
FBI Balikin Artefak Suku Dani, Suku Asmat dan Suku Danau ke Indonesia
Pertemuan itu membawa pengembalian benda-benda budaya, artefak budaya, yang diselundupkan ke Amerika Serikat secara ilegal dan setelah dilakukan satu provenance research atau asal-usul,.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
FBI Balikin Artefak Suku Dani, Suku Asmat dan Suku Danau ke Indonesia
Bagikan