Eksis saat Pandemi COVID-19: Media Berdaya, Disabilitas Berjaya

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 29 April 2021
Eksis saat Pandemi COVID-19: Media Berdaya, Disabilitas Berjaya

Virtual workshop bertajuk Media Berdaya, Disabilitas Berjaya. (Foto: MP/Zoom Meeting)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kepercayaan publik terhadap media massa perlu terus dikembangkan dengan produksi konten-konten yang mencerahkan, terlebih saat mengarungi masa pandemi COVID-19.

Peran serta pembaca, utamanya masyarakat disabilitas, perlu ditumbuhkan bahkan digelorakan sebagai upaya untuk makin berjaya serentak berdigdaya dalam membangun pers yang etis dan profesional.

Kepercayaan publik makin "happening" lantaran marak bermunculan berbagai jenis media baru, seperti media warga (citizen media atau citizen journalism) dan media online (online media).

Baca Juga:

kamibijak, Bukti Teman Tuli Mampu Berprestasi di Bidang Media

Ciri khas dari yang ditunjukkan oleh era new media adalah pola konsumsi informasi. New media membuat segala macam konten menjadi mudah dibaca oleh khalayak.

Untuk itulah, Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) bersama dengan KamiBijak.com sama-sama menyadari bahwa media massa yang bertekad makin berdaya dan berjaya di era new media hanya bisa diraih dengan prakarsa berkesinambungan di bidang peningkatan kapasitas pengetahuan teoritis dan keterampilan teknis di bidang liputan yang akurat, bertanggung jawab, dan independen.

Demi mewujudkan akuntabilitas media agar makin berdaya dan makin berjaya itulah, baik LPDS maupun Kamibijak.com - dengan didukung Djarum Foundation - menggelar sejumlah program literasi yakni virtual workshop bertajuk Media Berdaya, Disabilitas Berjaya.

Acara tersebut diisi dan dimeriahkan dengan pemutaran film berjudul Pengalaman Pembuatan Film Disabilitas dengan menampilkan sutradara Ucu Agustin. Acara ini diadakan pada Rabu (28/4), pukul 12.00-15.00 WIB.

Virtual workshop bertajuk Media Berdaya, Disabilitas Berjaya. (Foto: MP/Zoom Meeting)
Virtual workshop bertajuk Media Berdaya, Disabilitas Berjaya. (Foto: MP/Zoom Meeting)

Selain pemutaran film, virtual classroom itu diisi dengan sejumlah materi yang berkaitan dengan upaya membangun pers yang etis dan profesional.

Paparan materi virtual classroom yakni Kode Etik Jurnalistik dan Hukum Pers yang dibawakan oleh Direktur Eksekutif LPDS Hendrayana; Kiat Menulis Feature tentang Disabilitas (pengajar LPDS, A.A. Ariwibowo); Menulis Opini tentang Disabilitas (pengajar LPDS, L.R. Baskoro); dan paparan yang menggugah dan mencerahkan berjudul Kita Eksis, Kita Berkarya yang disampaikan oleh Founder KamiBijak.com Paulus Ganesha Aryo Prakoso.

Acara dipandu oleh pengajar LPDS Maria D Andriana.

Selain itu, untuk mewujudkan Media Berdaya, Disabilitas Berjaya; maka LPDS bersama dengan KamBijak dengan didukung Djarum Foundation, mengadakan lomba karya tulis bertema Menggali Potensi Mengukir Karya.

Lomba karya tulis yang total berhadiah Rp33.000.000 ini dapat diikuti oleh para wartawan, aktivis disabilitas dan umum.

Kriteria peserta, prosedur lomba, dan ketentuan lomba, serta kriteria penilain, dapat dibaca dalam flyer yang dirilis panitya lomba dan diserbarluaskan lewat media daring.

Baca Juga:

KamiBijak.com Jadi Media Arus Utama Kaum Disabilitas Akses Informasi COVID-19

Gelaran virtual classroom dan lomba karya tulis itu hendak menjawab sejumlah pertanyaan berkaitan upaya menumbuhkembangkan pers yang etis dan profesional.

Kepentingan siapa yang dilayani oleh praktisi jurnalisme? Apa dan bagaimana memproduksi konten - dalam feature dan opini - yang berterima di era digital? Apa dan bagaimana kewajiban etis dari praktisi jurnalisme terhadap khalayak?

Semua pertanyaan itu lantas dibingkai dalam tema besar mengenai, bagaimana mengisi dan memaknai kepercayaan publik terhadap media massa?

Pertanyaan-pertanyaan itu muncul lantaran diperlukan upaya berkesinambungan dalam pelaksanaan program literasi agar media bersama disabilitas makin berdaya dan makin berjaya di tengah masa pandemi COVID-19. (*)

Baca Juga:

Selamat Ulang Tahun kamibijak.com, Semoga Menginspirasi Kita Semua!

#KamiBijak.com #Pers
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Menteri HAM Pigai Sebut Pers Harus Terus Hidup dan Pemerintah tak Antikritik
Media mampu mengartikulasikan kepentingan rakyat kepada pemerintah dan mengakselerasi kebijakan pemerintah ke rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
Menteri HAM Pigai Sebut Pers Harus Terus Hidup dan Pemerintah tak Antikritik
Indonesia
KPK Sebut Pers Penggerak Kesadaran Antikorupsi, bukan sekadar Penyampai Kabar,
Fungsi jurnalistik sebagai kontrol sosial memiliki kontribusi besar dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas.
Dwi Astarini - Minggu, 03 Mei 2026
KPK Sebut Pers Penggerak Kesadaran Antikorupsi, bukan sekadar Penyampai Kabar,
Indonesia
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
Indonesia
Eks Direktur JakTV Tian Bahtiar Divonis Bebas, Hakim Tegaskan Perlindungan Hukum terhadap Karya Jurnalistik
Eks Direktur JakTV, Tian Bahtiar, divonis bebas dalam kasus dugaan perintangan tiga kasus korupsi. Hakim pun menyatakan ia tidak bersalah.
Soffi Amira - Rabu, 04 Maret 2026
Eks Direktur JakTV Tian Bahtiar Divonis Bebas, Hakim Tegaskan Perlindungan Hukum terhadap Karya Jurnalistik
Indonesia
Kami Bijak Ajak Disabilitas Lebih Peduli Keselamatan Berkendara Lewat #SafeandAble di IIMS 2026
Memberi pengetahuan berkendara yang lebih aman kepada disabilitas walaupun disabilitas yang hadir sudah bisa berkendara.
Dwi Astarini - Jumat, 13 Februari 2026
Kami Bijak Ajak Disabilitas Lebih Peduli Keselamatan Berkendara Lewat #SafeandAble di IIMS 2026
Indonesia
Masa Depan Jurnalis tak Menentu Jadi Ironi Jelang Hari Pers Nasional 2026, Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan
Setidaknya ada lima persoalan besar yang dihadapi pers nasional saat ini, seperti ekonomi media, kemerdekaan pers, profesionalisme wartawan dan disrupsi digital, serta regulasi belum berpihak penuh pada pers.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Masa Depan Jurnalis tak Menentu Jadi Ironi Jelang Hari Pers Nasional 2026, Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan
Indonesia
Polisi Tangkap Jurnalis di Morowali, Tegaskan Bukan Terkait Profesi Pers
Polisi menangkap jurnalis berinisial R di Morowali, Sulawesi Tengah. Penangkapan itu terkait kasus dugaan pembakaran kantor tambang awal Januari 2026.
Soffi Amira - Rabu, 07 Januari 2026
Polisi Tangkap Jurnalis di Morowali, Tegaskan Bukan Terkait Profesi Pers
Indonesia
Legislator Tegaskan Pers Adalah Pewarta Pejuang SJSN, Wajib Dilindungi BPJS dari Bahaya Data Fiktif dan Kerugian Negara
51,5 juta peserta fiktif BPJS Kesehatan yang merugikan negara hingga Rp126 triliun per tahun
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 November 2025
Legislator Tegaskan Pers Adalah Pewarta Pejuang SJSN, Wajib Dilindungi BPJS dari Bahaya Data Fiktif dan Kerugian Negara
Indonesia
Kemkomdigi Minta Publik Beri Masukan Soal Tugas Sekretariat Dewan Pers
Masyarakat dapat menyampaikan tanggapan atas Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Dewan Pers, Kemkomdigi sampai dengan tanggal 7 November 2025.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 November 2025
Kemkomdigi Minta Publik Beri Masukan Soal Tugas Sekretariat Dewan Pers
Indonesia
Biro Pers Istana Kembalkan ID Liputan Wartawan CNN Indonesia
Yusuf mengklarifikasi ID Pers yang diambil Istana merupakan ID khusus meliput di Istana, bukan ID profesional yang dimiliki Diana sebagai jurnalis CNN.
Dwi Astarini - Senin, 29 September 2025
Biro Pers Istana Kembalkan ID Liputan Wartawan CNN Indonesia
Bagikan