Dosennya Dicatut Jadi Mentor Aksi BEM SI, Ini Jawaban Rektor UNS
Rektor UNS Jamal Wiwoho. (MP/Ismail)
MerahPutih.com - Beredar nama Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Isharyanto sebagai salah satu mentor dalam aksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia di Jakarta, Senin (11/4).
Kabar itu beredar dari pesan berantai yang beredar lewat WhatsApp mengenai aksi BEM SI di Jakarta.
Baca Juga:
Bantah Terlibat Demo BEM SI, Demokrat: Upaya Penggembosan Mahasiswa
Mendapatkan kabar tersebut, Rektor UNS Jamal Wiwoho mengaku sudah mengklarifikasi pada dosen bersangkutan.
"Kita sudah klarifikasi pada dosen (Isharyanto). Ternyata tidak benar. Yang bersangkutan juga membantah kabar itu," ujar Jamal.
Ia mengatakan klarifikasi terhadap dosen FH UNS Isharyanto dilakukan pada Senin (11/4) malam. Dosen bersangkutan ternyata juga sudah lama tidak bertemu mahasiswa.
"Beliau (Isharyanto) juga tidak berangkat ke Jakarta. Beliau sudah lama tidak berhubungan dengan kegiatan mahasiswa," ujar dia.
Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. (MP/Ismail)
Terkait mahasiswa UNS yang ikut aksi 11 April di Jakarta, Jamal mengaku sudah mendapatkan laporan. Dia tidak mempermasalahkan keikutsertaan mereka demo di Jakarta kemarin.
"Ada sebanyak 30 orang mahasiawa yang tegabung dalam BEM UNS ikut demo di Jakarta Senin kemarin. Kami tidak dalam posisi melarang ataupun menganjurkan," kata dia.
Dosen FH UNS, Isharyanto saat dikonfirmasi membantah jika sebagai mentor dalam aksi BEM seluruh Indonesia tersebut.
"Saya kaget ketika namanya sebagai salah satu mentor atau kontributor aksi. Info tersebut adalah menyesatkan," katanya.
Ia mengaku tidak tahu menahu soal pencantuman namanya. Ia pun mengutuk keras siapapun pelakunya yang telah menyebarkan informasi yang merugikan dirinya dan institusi UNS.
"Saya tidak tahu menahu itu. Yang jelas saya mengutuk keras siapapun pelakunya, itu sangat merugikan saya dan UNS," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga:
Bagikan
Mula Akmal
Berita Terkait
Kubu Pro Junta Militer Menang Pemilu, Kuasi 86 Persen Kursi Parlemen
Revisi UU Pemilu, NasDem Ingin Ambang Batas Parlemen Sampai 7 Persen
Istana Respons Usulan E-Voting Pilkada, Sebut Perlu Kajian Mendalam
Negara-Negara Eropa Perintahkan Warganya Secepatnya Tinggalkan Iran
Ancaman Invasi AS dan Kerusuhan Iran, DPR Soroti Keselamatan WNI
Ancaman Invasi AS ke Iran, Pemerintah RI Keluarkan Imbauan untuk WNI
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Iran Bergolak, Demo Ekonomi Berubah Ricuh hingga 2.000 Orang Tewas
Demo Ojol Hari Ini, Polisi Turunkan 1.541 Aparat dan Imbau Warga Jauhi Ring 1 Monas
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak