Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir

Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak.(foto: Instagram @ alireza__kazempour)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PARA aktivis menyebut jumlah korban tewas akibat aksi protes nasional di Iran telah melampaui 2.500 orang. Hal itu diketahui seiring dibolehkannya panggilan ke luar negeri pada Selasa (13/1). Sebelumnya, otoritas memutus komunikasi selama penindakan terhadap para demonstran.

Jumlah korban tewas meningkat menjadi setidaknya 2.571 orang pada Rabu dini hari, sebagaimana dilaporkan Human Rights Activists News Agency yang berbasis di Amerika Serikat. Angka itu jauh melampaui jumlah korban dari gelombang protes atau kerusuhan mana pun di Iran dalam beberapa dekade terakhir. Besarnya jumlah korban mengingatkan pada kekacauan yang menyertai Revolusi Islam 1979.

Televisi pemerintah Iran menyampaikan pengakuan resmi pertama atas kematian tersebut. Mereka mengutip seorang pejabat yang mengatakan negara itu memiliki banyak martir.

Demonstrasi dimulai pada akhir Desember 2025, dipicu kemarahan atas kondisi ekonomi Iran yang memburuk. Aksi itu dengan cepat menyasar teokrasi, khususnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang berusia 86 tahun. Gambar-gambar aksi di Teheran menunjukkan grafiti dan teriakan yang menyerukan kematian Khamenei, sesuatu yang dapat berujung hukuman mati.

Kelompok aktivis menyebutkan, dari total korban tewas, 2.403 orang ialah pengunjuk rasa dan 147 orang berafiliasi dengan pemerintah. Dua belas anak-anak tewas, bersama sembilan warga sipil yang disebut tidak ikut serta dalam protes. Lebih dari 18.100 orang telah ditahan.

Skylar Thompson dari Human Rights Activists News Agency, dikutip AP, mengatakan angka terbaru itu mengejutkan, terutama karena dalam dua minggu jumlahnya mencapai empat kali lipat korban tewas dari protes Mahsa Amini yang berlangsung berbulan-bulan pada 2022. Ia memperingatkan jumlah tersebut masih akan bertambah. “Kami ngeri, tetapi kami masih menilai angka ini konservatif,” katanya.

Baca juga:

Iran Bergolak, Demo Ekonomi Berubah Ricuh hingga 2.000 Orang Tewas



Para saksi di Iran, dikutip AP, mengatakan pesan teks masih tidak berfungsi, dan pengguna internet di Iran hanya dapat terhubung ke situs yang disetujui pemerintah secara lokal, bukan ke luar negeri. Mereka menggambarkan kehadiran keamanan yang masif di pusat Teheran, gedung-gedung pemerintah yang hangus terbakar, ATM yang dirusak, serta sedikitnya orang yang berlalu-lalang. Polisi terlihat berjaga di persimpangan utama dan aparat keamanan berpakaian sipil terlihat di ruang publik. Polisi antihuru-hara mengenakan helm dan rompi pelindung serta membawa pentungan, perisai, senapan, dan peluncur gas air mata.

Beberapa bank dan kantor pemerintah dibakar selama kerusuhan, kata para saksi. Toko-toko buka pada Selasa, meski lalu lintas pejalan kaki di ibu kota minim. Di jalanan, warga juga terlihat menantang aparat keamanan berpakaian sipil yang menghentikan orang secara acak.

Televisi pemerintah juga membacakan pernyataan bahwa layanan pemulasaraan jenazah dan kamar mayat digratiskan, sebuah sinyal bahwa sebelumnya mungkin ada biaya tinggi untuk pelepasan jenazah selama penindakan.

Personel layanan keamanan juga tampaknya mencari terminal internet satelit Starlink, setelah warga di Teheran Utara melaporkan aparat menggerebek gedung-gedung apartemen yang memiliki antena satelit. Meski antena televisi satelit ilegal, banyak warga ibu kota memilikinya di rumah. Dalam beberapa tahun terakhir, pejabat secara luas berhenti menegakkan aturan tersebut.

“Kami dapat mengonfirmasi bahwa langganan gratis untuk terminal Starlink berfungsi sepenuhnya. Kami mengujinya menggunakan terminal Starlink yang baru diaktifkan di dalam Iran,” kata Mehdi Yahyanejad, aktivis yang berbasis di Los Angeles dan membantu memasukkan unit-unit tersebut ke Iran, dikutip AP.

Sementara itu, warga khawatir tentang apa yang akan terjadi selanjutnya, termasuk kemungkinan serangan AS.

“Saya tidak berharap Trump atau negara asing mana pun peduli pada kepentingan rakyat Iran,” kata salah seorang warga Iran.(dwi)

Baca juga:

Trump Kembali Ancam Iran, Siap Ambil Tindakan Keras

#Iran #Demonstrasi #Tindak Kekerasan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
73 Demo Warnai Jakarta Hari Ini, 26.386 Personel Dikerahkan Buat Pengamanan
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar mencari rute alternatif guna menghindari kepadatan di area unjuk rasa.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
73 Demo Warnai Jakarta Hari Ini, 26.386 Personel Dikerahkan Buat Pengamanan
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Indonesia
Amnesty Soroti Program Bela Negara bagi Massa Demo DPR, Sebut Sarat Intimidasi
Amnesty International menyoroti program bela negara bagi warga dan pelajar yang ditangkap saat demo DPR/MPR pada 27 Agustus 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Amnesty Soroti Program Bela Negara bagi Massa Demo DPR, Sebut Sarat Intimidasi
Indonesia
Ekspor Gas Terhambat, Qatar Alami Defisit Terbesar Dalam 10 Tahun Capai Rp 102,4 Triliun
Jika perang ekonomi berlanjut, Teheran dapat memicu pembentukan zona larangan maritim di seluruh Teluk Persia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Ekspor Gas Terhambat, Qatar Alami Defisit Terbesar Dalam 10 Tahun Capai Rp 102,4 Triliun
Dunia
Kapal Perangnya Diserang, AS Balas Hancurkan 5 Tanker Iran
Pasukan AS menghancurkan lima kapal tanker Iran setelah kapal perang Angkatan Laut AS diserang rudal balistik IRGC.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Kapal Perangnya Diserang, AS Balas Hancurkan 5 Tanker Iran
Indonesia
SETARA Soroti Kekerasan terhadap Demonstran: Jangan Sampai Premanisme Kalahkan Kebebasan Sipil
SETARA Institute meminta Kepolisian mengusut kekerasan terhadap demonstran dan menelusuri pihak yang menggerakkan, membiayai hingga memprovokasi aksi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
SETARA Soroti Kekerasan terhadap Demonstran: Jangan Sampai Premanisme Kalahkan Kebebasan Sipil
Bagikan