Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kondisi Teheran 'dalam Bahaya', WNI Diminta Waspada dan Hindari Kerumunan

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 12 Januari 2026
Kondisi Teheran 'dalam Bahaya', WNI Diminta Waspada dan Hindari Kerumunan

Gedung Kementerian Luar Negeri RI.(foto: dok Kemenlu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu) memastikan ratusan warga negara Indonesia (WNI) di Iran aman meski demonstrasi besar tengah berlangsung selama 10 hari terakhir. Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemenlu Heni Hamidah menyampaikan, hingga saat ini, belum ada laporan WNI yang terdampak aksi unjuk rasa di berbagai wilayah Iran, meski beberapa korban sipil dilaporkan.

“Kondisi WNI masih baik. Berdasarkan data per Juni 2025, jumlah WNI di Iran sebanyak 386 orang,” jelas Heni kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/1).

Juru Bicara Kemenlu Yvonne Mewengkang menyebut Kemenlu terus memantau situasi melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran. “Kami berkoordinasi intensif dengan dubes di Teheran dan memantau perkembangan demonstrasi serta keamanan di lapangan,” ujar Yvonne.

KBRI Teheran telah mengeluarkan imbauan kepada WNI agar meningkatkan kewaspadaan, menghindari kerumunan, serta selalu membawa identitas diri saat beraktivitas di luar rumah. Yvonne menyebut hotline KBRI siap dihubungi setiap saat bagi WNI yang membutuhkan bantuan. Kemenlu menegaskan terus menjalankan langkah-langkah perlindungan WNI dan berharap kondisi di Iran segera kembali normal.

Baca juga:

Demo di Iran Tewaskan Sekitar 500 Orang, DPR: Siapkan Rencana Evakuasi WNI, Jangan Tunggu Situasi Memburuk

Gelombang demonstrasi besar-besaran akibat krisis ekonomi yang kian parah melanda Iran sejak akhir Desember 2025. Ini menjadi salah satu tantangan paling serius bagi pemerintahan Republik Islam Iran sejak Revolusi Islam pada 1979. Protes yang semula dipicu persoalan ekonomi kini berkembang menjadi kritik politik terbuka terhadap pemerintah.

Demonstrasi di Iran pertama kali pecah di ibu kota Teheran pada 28 Desember 2025, bermula dari aksi mogok para pedagang di Grand Bazaar Tehran, pusat aktivitas perdagangan ibu kota. Aksi ini dipicu anjloknya nilai tukar rial Iran ke titik terendah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Nilai mata uang tersebut sebelumnya telah menembus 1,35 juta rial per dolar AS dan kemudian terus melemah hingga sekitar 1,42 juta rial per dolar AS, di tengah memburuknya kondisi ekonomi nasional.

Gelombang protes dengan cepat menyebar ke berbagai kota dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pada 9 Januari, pemerintah Iran menerapkan pemadaman internet nasional, yang menyebabkan panggilan telepon ke luar negeri terputus, sejumlah penerbangan dibatalkan, serta akses terhadap situs-situs berita domestik dibatasi.(knu)

Baca juga:

Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran




#Kemenlu #Iran #WNI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
AS Siapkan Sanksi Baru Buat Rusia dan Iran, Bakal Kenakan Tarif Bea 500 Persen
Pemungutan suara tersebut merupakan tahap prosedural kedua terkait RUU tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
AS Siapkan Sanksi Baru Buat Rusia dan Iran, Bakal Kenakan Tarif Bea 500 Persen
Indonesia
AS Kerahkan 20 Kapal ke Timur Tengah Buat Operasi Militer dan Blokade Selat Hormuz
AS dan Iran sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengupayakan berakhirnya konflik sejak 28 Februari namun berakhir tanpa tindak lanjut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
AS Kerahkan 20 Kapal ke Timur Tengah Buat Operasi Militer dan Blokade Selat Hormuz
Dunia
Arab Saudi Tembak Jatuh Drone Iran Yang Sasar Kilang Minyak
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengecam serangan tersebut, dan menegaskan tekad kerajaan “untuk menjaga keamanan dan kedaulatannya
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
Arab Saudi Tembak Jatuh Drone Iran Yang Sasar Kilang Minyak
Indonesia
Pemerintah Resmi Ajukan Usulan Kewarganegaraan Ganda WNI, Bola Panas Kini di DPR
Pemerintah ajukan usulan dwi kewarganegaraan terbatas untuk talenta diaspora strategis. Bola panas kini di DPR untuk pembahasan revisi UU Kewarganegaraan.
Wisnu Cipto - Jumat, 24 Juli 2026
Pemerintah Resmi Ajukan Usulan Kewarganegaraan Ganda WNI, Bola Panas Kini di DPR
Indonesia
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Kabar mengenai seorang WNI berinisial F asal Madiun, Jawa Timur yang diduga kabur dalam perjalanan tur di Korea Selatan menjadi sorotan masyarakat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Dunia
3 Tanker Pro-AS Nekat Lewati Ranjau Iran di Selat Hormuz, 1 Meledak 2 Balik Kanan
iga tanker minyak pro-AS nekat melintasi Selat Hormuz. Satu meledak terkena ranjau Iran, dua lainnya mundur. Iran peringatkan kapal jangan terjebak janji keamanan Trump.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
3 Tanker Pro-AS Nekat Lewati Ranjau Iran di Selat Hormuz, 1 Meledak 2 Balik Kanan
Dunia
Kapal Asing Jangan Nekat Lewat Jalur Selat Hormuz, Iran Mulai Tebar Ranjau Laut
Presiden Donald Trump telah menegaskan gencatan senjata antara AS dan Iran sudah tidak lagi berlaku.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
Kapal Asing Jangan Nekat Lewat Jalur Selat Hormuz, Iran Mulai Tebar Ranjau Laut
Dunia
Trump Ancam Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik, Iran Bersiap Gelapkan Sekutu AS
Iran akan menyerang infrastruktur minyak, gas, ekonomi, dan pembangkit listrik di seantero Timur Tengah.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Trump Ancam Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik, Iran Bersiap Gelapkan Sekutu AS
Dunia
PLTN Diserang, Iran Balas Serangan ke Pusat Data Milik Amazon di Bahrain
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran juga telah melancarkan serangan ke Yordania hingga menewaskan personel militer Amerika Serikat di sana.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
PLTN Diserang, Iran Balas Serangan ke Pusat Data Milik Amazon di Bahrain
Dunia
Qatar, Mesir, Pakistan Ajukan Gencatan Senjata 10 Hari Antara AS dan Iran
Pada 18 Juni malam, Teheran dan Washington menandatangani memorandum yang mengatur pengakhiran konflik yang dimulai pada 28 Februari. Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS telah melakukan beberapa rangkaian serangan
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Qatar, Mesir, Pakistan Ajukan Gencatan Senjata 10 Hari Antara AS dan Iran
Bagikan