Indonesia Undang Presiden Turkiye Hadiri KTT D8 di April 2026
Presiden RI, Prabowo Subianto, saat disambut Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan. Foto: MerahPutih.com/Ponco
MerahPutih.com - Indonesia dan Turkiye berencana akan mengadakan pertemuan 2 plus 2 antara Menlu dan Menhan di Ankara, Turki, pada 9-10 Januari 2026.
Selain itu, terkait Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8, Indonesia sebagai ketua D-8 periode 2026 akan mengadakan KTT D-8 pada 15 April 2026.
Pertemuan 2 plus 2 dengan Turkiye, sebagai lanjutan dari High Level Strategic Cooperation Council antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
"Pokok-pokok pembahasan pertemuan 2 plus 2 nantinya ini merupakan kerja sama strategis bilateral di bidang keamanan, perdagangan, ekonomi, pembangunan, dan juga energi," kata juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang di Jakarta, Kamis (8/1).
Baca juga:
Kemenlu Dorong Perbankan Indonesia Beroperasi di Arab Saudi, Qatar dan UEA
Yvonne mengatakan, selain dengan Turkiye, Indonesia hanya memiliki mekanisme 2 plus 2 di tingkat Menteri Luar Negeri (Menlu) dan Menteri Pertahanan (Menhan) dengan beberapa negara yaitu Australia, Jepang, China, dan Prancis.
"Pada pertemuan dengan Presiden Turkiye juga dijadwalkan Pak Menlu akan menyampaikan undangan Presiden Prabowo kepada Presiden Turki untuk menghadiri KTT D8 yang akan dilakukan pada April tahun ini", ungkap Yvonne.
Indonesia dan Turkiye juga membahas isu-isu seperti kerja sama industri pertahanan dan isu regional lainnya yang mencakup Eropa, Asia Tenggara, dan Pasifik.
"Kedua negara membahas pengembangan kerja sama multilateral antara kedua negara melalui forum seperti G20, ASEAN, BRICS, serta membahas isu Palestina dan ISF," katanya.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Indonesia dan Negara OKI Kecam Kunjungan Pejabat Israel ke Somaliland
37 WNI di Venezuela Diimbau Waspada, KBRI Buka Hotline Darurat
Indonesia Undang Presiden Turkiye Hadiri KTT D8 di April 2026
Eks Dubes RI untuk AS Dino Patti Djalal Kritik Kinerja Menlu, Sulit Berkomunikasi hingga Minim Arahan untuk Diplomat
Kemenlu Dorong Perbankan Indonesia Beroperasi di Arab Saudi, Qatar dan UEA
Kebakaran Hong Kong, Kemenlu Sebut 22 WNI masih Hilang
Nasib 76 WNI di Wang Fuk Cour Hong Kong Masih Gelap, Waktu Pemulangan Jenazah ke RI Belum Pasti
9 WNI Tewas dalam Kebakaran, KJRI Hong Kong Bentuk Tim Koordinasi Pemulangan Jenazah
Paus Leo Serukan Pembentukan Negara Palestina sebagai Jalan Damai
Kebakaran di Hong Kong, 2 WNI Dinyatakan Tewas