Kemenlu Tengah Berupaya Keluarkan WNI dari Yaman, Wilayah Udara Masih Ditutup
Kelompok Houthi Yaman pada Jumat (21/1) melaporkan jumlah korban tewas dalam serangan udara yang dilancarkan oleh koalisi pimpinan Arab Saudi ke sebuah penjara sementara di Yaman bertambah menjadi 77 orang. /ANTARA FOTO/Xinhua/Mohammed Mohammed/rwa.
MerahPutih.com - Ketegangan di Yaman meningkat sejak 30 Desember setelah pasukan STC merebut kendali Hadramaut dan Al-Mahra pada awal Desember. Di mana kedua provinsi tersebut mencakup hampir setengah wilayah Yaman dan berbatasan langsung dengan Arab Saudi.
Arab Saudi menuding UEA mendorong STC beroperasi militer di perbatasan selatan Hadhramaut dan Al-Mahra yang kemudian dibantah Abu Dhabi.
STC menilai pemerintah Yaman meminggirkan selatan dan menyerukan pemisahan, sementara otoritas menegaskan komitmen persatuan.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI berupaya memulangkan tiga WNI yang terjebak di Pulau Sokotra, Yaman, pada 3 Januari 2026, akibat penutupan wilayah udara oleh pemerintah Arab Saudi.
Baca juga:
Situasi Venezuela Pascaserangan AS, Kemlu RI: 37 WNI Dalam Kondisi Aman
"Mereka terjebak di Sokotra akibat wilayah udara di Yaman ditutup oleh pemerintah Saudi pada saat serangan militer ke pelabuhan Makala Yaman pada 30 Desember lalu,” kata Plt. Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.
Para WNI itu masuk ke Sokotra melalui jasa operasi wisata tur Sokotra yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA) dan tidak dapat keluar dari sana karena tidak ada penerbangan yang beroperasi.
Berdasarkan pemantauan terakhir, pihak Kemlu masih berkomunikasi dengan para WNI tersebut dan menyatakan bahwa mereka dalam keadaan baik, sehat, dan aman.
Heni melanjutkan, mulai 7 Januari penerbangan di Yaman sudah mulai dibuka, dan Kemlu RI berupaya agar para WNI tersebut dapat segera pulang ke Indonesia dengan penerbangan hari ini dan besok.
“Perwakilan kita di Muscat maupun Abu Dhabi tengah mendorong agar ketiga WNI tersebut bisa ikut dalam penerbangan tersebut dan tentunya kita akan terus mengawal kasus ketiga WNI,” ujar Heni.
Juru bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela menyampaikan Indonesia menyambut baik upaya dari Kerajaan Arab Saudi yang memfasilitasi penyelenggaraan konferensi-konferensi di Riyadh.
“Tujuannya adalah untuk mengupayakan adanya dialog yang inklusif melibatkan berbagai elemen di Yaman untuk bisa mengupayakan perdamaian dan juga untuk tetap memperhatikan integrasi wilayah di Yaman,” ujarnya.
Kemlu RI meminta WNI menghindari wilayah konflik, dan menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan WNI menjadi korban di Yaman Selatan.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Kemenlu Tengah Berupaya Keluarkan WNI dari Yaman, Wilayah Udara Masih Ditutup
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Seruan Indonesia Untuk Redakan Konflik Thailand dan Kamboja, Desak Saling Tahan Diri
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Konflik Kamboja dan Thailand Bikin Sekolah Tutup, Ratusan Warga Mengungsi
Trump Klaim Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Bakal Didukung Banyak Negara
Indonesia Kutuk Penembakan di i Pantai Bondi Sydney, KJRI Minta WNI Waspada
Kapal Perang USS Cincinnati-20 dan Drone AS Merapat ke Batam
Angkatan Laut Thailand Luncurkan Operasi Skala Besar di Perbatasan Kamboja
Terkendala Aturan, Menlu Sugiono Akui Jasad 9 WNI Bisa Tertahan Lama di Hong Kong