Angkatan Laut Thailand Luncurkan Operasi Skala Besar di Perbatasan Kamboja
Peta Provinsi Ubon Ratchathani, lokasi bentrokan militer di perbatasan Thailand-Kamboja. (Google Maps)
MerahPutih.com - Portal berita Khaosod yang mengutip juru bicara militer Thailand, melaporkan bahwa Kamboja melancarkan serangan udara ke pangkalan militer Anupong, yang memicu Thailand melakukan serangan balik dengan menargetkan infrastruktur militer.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyatakan bahwa pihaknya siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan keamanan dan kedaulatan negara.
Angkatan Laut Thailand telah meluncurkan operasi skala besar yang diberi nama "Trat Prap Porapak," sembari mengerahkan pasukan angkatan laut dan udara di tengah meningkatnya konflik dengan Kamboja.
"Pada tanggal 10 Desember, Angkatan Laut Kerajaan Thailand mengambil alih wewenang operasional yang lebih luas di sektornya karena meningkatnya bentrokan militer dengan Kamboja," kata markas besar pasukan pertahanan perbatasan Thailand yang terletak di Provinsi Trat, dalam sebuah pernyataan.
Baca juga:
Alasan Keselamatan, Seluruh Kontingen Kamboja Ditarik dari SEA Games 2025
Kapal perang HTMS Thepa dikerahkan ke area operasi dan ditugaskan untuk melakukan patroli dan pengintaian sepanjang waktu, tambah pernyataan itu.
"Seluruh awak kapal telah ditempatkan dalam siaga tempur penuh, dan senjata sepenuhnya beroperasi dan siap untuk digunakan segera jika terjadi peningkatan konflik," kata militer Thailand.
Angkatan laut juga memperingatkan nelayan Thailand untuk tidak berlayar di dekat perbatasan maritim dengan Kamboja.
Bentrokan di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja meningkat sejak akhir pekan hingga Selasa, dengan kedua belah pihak saling menuduh bahwa pihak lawan telah melanggar gencatan senjata. (*)
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Drone Iran Ditembak Jatuh Saat Dekati Kapal Perang USS Abraham Lincoln di Laut Arab
China dan Rusia Perkuat Kerja Sama Hadapi Hukum Rimba Global
Garda Revolusi Iran Dicap Organisasi Terorirs, Atase Militer Negara Eropa Diusir
Setelah Selat Hormuz, Militer AS Tingkatkan Kekuatan di Teluk Persia
DPR Desak Kemenlu Bersiap Hadapi Perang AS-Iran, Evakuasi WNI Jadi Utama
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Jadi Organisasi Teroris, Iran: Eropa Sibuk Mengipasi Api.
Ketegangan Dengan AS Meningkat, Iran Klaim Kendalikan Penuh Selat Hormuz
Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Pisahkan Pelaku dan Korban Online Scam di Kamboja
Iran Mengaku Lebih Siap Hadapi Serangan AS
1.440 WNI Datangi KBRI Phnom Penh Ingin Balik ke Indonesia