Ketegangan Dengan AS Meningkat, Iran Klaim Kendalikan Penuh Selat Hormuz

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Ketegangan Dengan AS Meningkat, Iran Klaim Kendalikan Penuh Selat Hormuz

Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln mendekati wilayah Iran / Instagram Antara / X Currentreport

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketegangan meningkat antara Iran dan Amerika Serikat. Di mana AS membuka semya semua opsi, termasuk tindakan militer terhadap Teheran.

Para pejabat Iran telah memperingatkan bahwa setiap serangan AS akan memicu respons yang "cepat dan komprehensif"

Iran menyatakan, mereka masih mempertahankan “kendali penuh” atas wilayah darat, bawah laut, dan udara Selat Hormuz di tengah kekhawatiran akan kemungkinan serangan AS terhadap Teheran.

“Iran tidak ingin berperang, tetapi sepenuhnya siap. Jika perang pecah, tidak akan ada jalan mundur, bahkan satu milimeter pun, dan Iran akan terus maju," kata Mohammad Akbarzadeh, seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), lapor Kantor Berita Fars.

Baca juga:

AS Mengancam dengan Kapal Induk, Iran tak Mau Kalah Peringatkan Aksi Balasan jika 'Negeri Paman Sam' Menyerang

Ia mengatakan, pengelolaan jalur strategis tersebut telah melampaui metode tradisional dan sekarang sepenuhnya berbasis sistem cerdas, sehingga memungkinkan Iran untuk terus mengawasi semua pergerakan maritim di permukaan, dan bawah laut.

“Iran juga yang memutuskan apakah kapal yang mengibarkan bendera berbeda diizinkan untuk melewati selat tersebut. Iran tidak ingin ekonomi global menderita,” ia memperingatkan, seraya menambahkan bahwa AS dan sekutunya “tidak akan diizinkan untuk mengambil keuntungan dari perang yang mereka mulai.”

Akbarzadeh memperingatkan bahwa jika wilayah darat, udara, atau perairan negara-negara tetangga digunakan untuk melawan Iran, mereka akan diperlakukan sebagai "musuh".

"Pesan ini telah disampaikan kepada pihak-pihak regional," katanya.

Komandan Iran tersebut menekankan bahwa Teheran memiliki kemampuan tambahan yang akan diungkapkan pada waktu yang tepat.

Selat Hormuz yang sempit antara Teluk Persia dan Teluk Oman merupakan jalur penting bagi perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) global, terutama untuk minyak dari Timur Tengah, yang mencakup sepertiga dari pengiriman minyak mentah dunia melalui laut dan seperlima dari total konsumsi minyak dunia.

Melalui Selat Hormuz, sebagian besar dari 20 juta barel minyak dan produk minyak bumi diangkut setiap hari mencapai pasar Asia, terutama China.

#Iran #Amerika Serikat #Perang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Indonesia
Tim Ahli dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Operasi salvage dilakukan untuk menangani kapal yang mengalami kecelakaan, terutama ketika kapal tenggelam, terbalik, kandas, atau mengalami kerusakan berat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Tim Ahli  dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Dunia
Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Jika denda tetap diberlakukan, peminjam seharusnya membayar sekitar USD 12.055 atau sekitar Rp 200 juta.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
 Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Bagikan