MERAHPUTIH.COM - SITUASI di Timur Tengah kini makin panas. Kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln telah tiba di Timur Tengah pada Senin (26/1) waktu setempat. Pengerahan kapal induk ini terjadi di tengah ketegangan antara AS dan Iran. Kapal induk tersebut dan kapal-kapal pendampingnya diperintahkan ke wilayah tersebut ketika Iran menindak keras protes massal.
"Kelompok tempur tersebut saat ini dikerahkan ke Timur Tengah untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas regional," kata Komando Pusat AS, yang bertanggung jawab atas pasukan Amerika di wilayah tersebut.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut pengerahan itu lebih besar daripada pengerahan aset militer AS ke sekitar Venezuela beberapa waktu lalu, yang berujung penggulingan dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro. "Kami memiliki armada besar di dekat Iran. Lebih besar daripada Venezuela," kata Trump dalam wawancara dengan media Axios, Selasa (27/1).
Dalam wawancara itu, Trump mengatakan situasi terkait Iran sedang berubah-ubah. Dia menekankan ia telah mengirimkan aset-aset militer AS ke kawasan tersebut. Trump tidak menjelaskan lebih lanjut soal opsi yang mungkin akan dipilihnya terhadap Iran.
Awal bulan ini, Trump hampir saja memerintahkan serangan terhadap target rezim di Iran terkait dengan pembunuhan ribuan demonstran di negara tersebut. Namun, dia menunda keputusannya sembari juga mengerahkan aset-aset militer AS ke kawasan tersebut.
Baca juga:
Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga
Sejumlah pejabat Gedung Putih mengatakan serangan militer masih menjadi salah satu opsi, meskipun unjuk rasa di Iran sebagian besar telah diredam. Beberapa sumber yang memahami situasi terkini, seperti dikutip Axios, mengatakan Trump belum mengambil keputusan akhir terkait dengan Iran.
Dia mungkin akan melakukan konsultasi lebih lanjut pekan ini, dan akan dihadapkan dengan sejumlah opsi militer tambahan. Opsi-opsi tersebut diperkirakan akan diperkuat kedatangan kelompok tempur kapal induk AS di kawasan Timur Tengah.
USS Abraham Lincoln telah memasuki wilayah tanggung jawab Pusat Komando AS (CENTCOM) di kawasan tersebut pada Senin (26/1) waktu setempat.(knu)
Baca juga:
Venezuela Umumkan Masa Berkabung 7 Hari Hormati Korban Serangan Amerika Serikat