Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
 Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga

USS Abraham Lincoln.(foto: Instagram @usforcesjapan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — KAPAL induk USS Abraham Lincoln milik AS, bersama tiga kapal perang pendamping, telah tiba di Timur Tengah, Senin (26/1). Hal itu meningkatkan kembali kemungkinan Presiden Donald Trump memilih memerintahkan serangan udara terhadap Iran terkait dengan tindakan keras negara itu terhadap para pengunjuk rasa.

“Kapal induk tersebut, bersama tiga kapal perusak, saat ini dikerahkan ke Timur Tengah untuk mendorong keamanan dan stabilitas kawasan,” ujar Komando Pusat AS melalui media sosial, Senin.

Komando Pusat AS menyebut kelompok kapal induk itu berada di Samudra Hindia, bukan di Laut Arab yang berbatasan langsung dengan Iran. Kehadiran kapal induk itu akan menambah ribuan personel militer AS di kawasan tersebut. Sebelumnya, tak ada kapal induk AS di kawasan itu sejak USS Gerald R Ford diperintahkan untuk berlayar ke Karibia sebagai bagian dari kampanye tekanan terhadap Presiden Venezuela saat itu, Nicolas Maduro, pada Oktober 2025.

Trump mengatakan kepada wartawan pekan lalu bahwa kapal-kapal tersebut dikirim ke kawasan itu untuk berjaga-jaga. “Kami memiliki armada besar yang bergerak ke arah sana, dan mungkin kami tidak perlu menggunakannya,” ujarnya.

Sebelumnya, Trump mengancam akan mengambil tindakan militer jika Iran melakukan eksekusi massal terhadap para tahanan atau membunuh pengunjuk rasa damai dalam penindakan terhadap protes yang dimulai pada akhir Desember 2025. Menurut para aktivis, sedikitnya 5.973 orang tewas dan lebih dari 41.800 orang ditahan. Angka resmi pemerintah Iran jauh lebih rendah, yakni 3.117 orang tewas.

Baca juga:

Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya


Belakangan, Trump tampak menarik diri dari kemungkinan aksi tersebut, dengan mengklaim Iran menghentikan gantung diri terhadap 800 pengunjuk rasa yang ditahan. Ia tidak menjelaskan sumber klaim itu, yang oleh jaksa agung Iran disebut sepenuhnya tidak benar. Meski begitu, Trump tampaknya tetap membuka berbagai opsi. Pada Kamis lalu, di atas Air Force One, ia mengatakan ancaman aksi militernya akan membuat serangan AS tahun lalu terhadap fasilitas nuklir Iran terlihat seperti kacang jika pemerintah Iran melanjutkan rencana eksekusi terhadap sejumlah pengunjuk rasa.

Selain kapal induk, militer AS juga menyatakan bahwa jet tempur F-15E Strike Eagle Angkatan Udara AS kini hadir di kawasan tersebut.

Para analis yang memantau data pelacakan penerbangan juga mencatat puluhan pesawat kargo militer AS menuju wilayah itu.

Aktivitas ini serupa dengan tahun lalu, ketika AS mengerahkan perangkat pertahanan udara, seperti sistem rudal Patriot, sebagai antisipasi terhadap serangan balasan Iran setelah pengeboman tiga situs nuklir utama. Iran kemudian meluncurkan lebih dari selusin rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid beberapa hari setelah serangan tersebut.(dwi)

Baca juga:

Iran Mengaku Lebih Siap Hadapi Serangan AS

#Amerika Serikat #Kapal Perang #Iran
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Dunia
Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln Standby di Timur Tengah, Siapkan Serangan ke Iran jika Diminta
Kapal induk tersebut dan kapal-kapal pendampingnya diperintahkan ke wilayah tersebut ketika Iran menindak keras protes massal.
Dwi Astarini - 2 jam, 38 menit lalu
Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln Standby di Timur Tengah, Siapkan Serangan ke Iran jika Diminta
Dunia
Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga
Komando Pusat AS menyebut kelompok kapal induk itu berada di Samudra Hindia, bukan di Laut Arab yang berbatasan langsung dengan Iran.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
 Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa
Beredar unggahan yang berisi informasi WNI bernama Kezia Syifa bergabung dengan Temtara AS karena gaji besar. Cek kebenaran faktanya!
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa
Dunia
7 Tewas dan 800 Ribu Rumah tanpa Listrik saat Badai Musim Dingin Landa Amerika Serikat
Badan Cuaca Nasional AS (NWS) menyebut situasi mengancam jiwa yang membentang dari Texas hingga New England.
Dwi Astarini - Senin, 26 Januari 2026
  7 Tewas dan 800 Ribu Rumah tanpa Listrik saat Badai Musim Dingin Landa Amerika Serikat
Indonesia
Iran Mengaku Lebih Siap Hadapi Serangan AS
“Dengan mengandalkan kemampuan dalam negeri serta pengalaman berharga di masa lalu, Iran lebih siap dari sebelumnya dan akan merespons secara komprehensif, tegas."
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Januari 2026
Iran Mengaku Lebih Siap Hadapi Serangan AS
Dunia
AS dan Kanada Makin Panas, Trump Ancam Terapkan Tarif 100 Persen
Trump memperingatkan Kanada tentang dampak buruk dari hubungan ekonomi yang lebih erat dengan China.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Januari 2026
AS dan Kanada Makin Panas, Trump Ancam Terapkan Tarif 100 Persen
Indonesia
Isu Akuisisi Greenland oleh AS, Menlu: Indonesia Tegaskan Posisi Non-Align
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan Indonesia berada pada posisi non-align dan tidak berpihak dalam isu AS yang dikabarkan akan mengakuisisi Greenland.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 24 Januari 2026
Isu Akuisisi Greenland oleh AS, Menlu: Indonesia Tegaskan Posisi Non-Align
Dunia
Keluar dari WHO, Amerika Serikat Wajib Bayar Utang Rp 4,3 Triliun
Amerika Serikat wajib membayar badan kesehatan PBB itu US$ 260 juta (sekitar Rp 4,3 triliun) dalam bentuk biaya terutang tahun 2024 dan 2025.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Januari 2026
Keluar dari WHO, Amerika Serikat Wajib Bayar Utang Rp 4,3 Triliun
Dunia
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump
Pada November 2025, Dewan Keamanan PBB (DK-PBB) telah mengesahkan resolusi usulan AS untuk mendukung rencana komprehensif Trump dalam menyelesaikan konflik di Jalur Gaza.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump
Dunia
Israel Belum Siap Serangan Balasan, Trump Batalkan Serangan ke Iran
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyatakan keprihatinan mendalam mengenai potensi dampak terhadap stabilitas regional.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Januari 2026
Israel Belum Siap Serangan Balasan, Trump Batalkan Serangan ke Iran
Bagikan