AS Mengancam dengan Kapal Induk, Iran tak Mau Kalah Peringatkan Aksi Balasan jika 'Negeri Paman Sam' Menyerang

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
AS Mengancam dengan Kapal Induk, Iran tak Mau Kalah Peringatkan Aksi Balasan jika 'Negeri Paman Sam' Menyerang

Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln mendekati wilayah Iran / Instagram Antara / X Currentreport

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SEBUAH kapal induk, dengan pesawat-pesawat tempur di geladaknya tampak rusak dan meledak. Geladak kapal dipenuhi jasad dan bercak darah yang mengalir ke laut di belakang kapal, membentuk pola yang mengingatkan pada garis-garis bendera Amerika Serikat. Sebuah slogan terpampang di salah satu sudut: ‘siapa yang menabur angin, akan menuai badai’.

Itulah mural yang diluncurkan otoritas Iran pada Minggu (25/1). Mural tersebut tampil di papan reklame raksasa di salah satu alun-alun pusat Teheran. Gambar yang ditampilkan menjadi peringatan langsung kepada Amerika Serikat agar tidak mencoba melakukan serangan militer terhadap negara tersebut. Peringatan itu muncul di tengah pergerakan kapal perang AS ke kawasan itu.

Peluncuran mural di Lapangan Enghelab ini berlangsung ketika kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kapal-kapal perang pendampingnya bergerak menuju kawasan tersebut. Presiden AS Donald Trump mengatakan kapal-kapal itu digerakkan untuk berjaga-jaga jika ia memutuskan mengambil tindakan.

“Kami memiliki armada besar yang bergerak ke arah sana dan mungkin kami tidak perlu menggunakannya,” kata Trump pekan lalu.

Lapangan Enghelab kerap digunakan untuk kegiatan yang diserukan negara. Pihak berwenang mengganti mural di lokasi tersebut sesuai dengan momentum nasional. Pada Sabtu, komandan Garda Revolusi Iran yang bersifat paramiliter memperingatkan bahwa pasukannya “lebih siap dari sebelumnya, dengan jari di pelatuk.”

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat tajam setelah penindakan keras terhadap protes nasional yang menewaskan ribuan orang dan menyebabkan puluhan ribu lainnya ditangkap. Trump sebelumnya mengancam akan melakukan aksi militer jika Iran terus membunuh pengunjuk rasa damai atau melaksanakan eksekusi massal terhadap para tahanan. Tidak ada protes lanjutan selama beberapa hari terakhir. Trump baru-baru ini mengklaim Teheran telah menghentikan rencana eksekusi terhadap sekitar 800 pengunjuk rasa yang ditangkap, klaim yang oleh jaksa agung Iran disebut sepenuhnya tidak benar.

Baca juga:

Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln Standby di Timur Tengah, Siapkan Serangan ke Iran jika Diminta



Namun, Trump mengisyaratkan bahwa ia tetap membuka berbagai opsi. Pada Kamis lalu, ia mengatakan setiap aksi militer akan membuat serangan AS terhadap situs nuklir Iran pada Juni tahun lalu terlihat seperti kacang.

Komando Pusat AS menyatakan melalui media sosial bahwa jet tempur F-15E Strike Eagle Angkatan Udara AS kini telah siaga di Timur Tengah, seraya menyebut pesawat itu meningkatkan kesiapan tempur serta mendorong keamanan dan stabilitas kawasan.

Protes di Iran dimulai pada 28 Desember, dipicu anjloknya nilai mata uang Iran, rial, dan dengan cepat menyebar ke seluruh negeri. Demonstrasi tersebut dihadapi dengan penindakan keras oleh pemerintahan teokrasi Iran yang tidak mentoleransi perbedaan pendapat. Jumlah korban tewas yang dilaporkan para aktivis terus meningkat sejak berakhirnya demonstrasi, seiring mengalirnya informasi meski terjadi pemadaman internet selama lebih dari dua pekan. Jumlah itu disebut sebagai yang paling menyeluruh dalam sejarah Iran.

Lembaga Human Rights Activists News Agency yang berbasis di Amerika Serikat pada Minggu menyebut jumlah korban tewas mencapai 5.848 orang, dan angka itu diperkirakan masih akan bertambah. Lembaga tersebut juga menyatakan lebih dari 41.280 orang telah ditangkap.

Data kelompok itu dinilai akurat pada gelombang kerusuhan sebelumnya dan didasarkan pada jaringan aktivis di Iran untuk memverifikasi kematian. Jumlah korban tewas tersebut melampaui angka pada gelombang protes atau kerusuhan mana pun di Iran dalam beberapa dekade terakhir, serta mengingatkan pada kekacauan seputar Revolusi Islam Iran 1979.

Pemerintah Iran menyebut angka korban tewas jauh lebih rendah, yakni 3.117 orang, dengan menyatakan 2.427 di antaranya ialah warga sipil dan aparat keamanan, sedangkan sisanya dilabeli sebagai ‘teroris’. Dalam sejumlah kasus sebelumnya, pemerintahan teokrasi Iran diketahui meremehkan atau tidak melaporkan jumlah korban jiwa akibat kerusuhan.(dwi)

Baca juga:

Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga

#Amerika Serikat #Iran #Kapal Perang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Bertemu Prabowo, Wamenhan AS Elbridge Colby Optimistis Hubungan Indonesia-AS Makin Kuat
Wakil Menteri Perang AS Elbridge A. Colby bertemu Prabowo di Istana Negara. AS optimistis mempererat hubungan dan kerja sama strategis dengan Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Bertemu Prabowo, Wamenhan AS Elbridge Colby Optimistis Hubungan Indonesia-AS Makin Kuat
Dunia
Trump Siapkan Hantaman Ekonomi Baru ke Iran
Iran selama beberapa dekade telah menunjukkan bahwa negara tersebut tidak dapat dilumpuhkan dengan langkah-langkah semacam itu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
Trump Siapkan Hantaman Ekonomi Baru ke Iran
Dunia
4 Kali Jadi Target Penembakan, Trump Sampai Dikawal 'Avengers' Saat Main Golf
Donald Trump sudah empat kali jadi target penembakan dalam dua tahun terakhir, termasuk insiden peluru mengenai telinganya pada Juni 2024.
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
4 Kali Jadi Target Penembakan, Trump Sampai Dikawal 'Avengers' Saat Main Golf
Indonesia
Jaga Kedaulatan Budaya lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia
Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan Amerika Serikat.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Jaga Kedaulatan Budaya lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia
Dunia
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Bertemu Mojtaba Khamenei, Apa yang Dibahas?
Kemunculan video resmi tersebut mengakhiri spekulasi publik mengenai kondisi pimpinan tertinggi Iran sejak pecahnya ketegangan militer dengan Amerika Serikat
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Bertemu Mojtaba Khamenei, Apa yang Dibahas?
Indonesia
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Penggunaan kekuatan udara saja kemungkinan tidak akan mampu memaksa Teheran memenuhi tuntutan Amerika Serikat
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Dunia
12 Juta Permohonan Visa Tertunda, AS Disebut Sengaja Perlambat Layanan
Laporan tersebut menambahkan bahwa pejabat AS mengaitkan lambatnya proses imigrasi tersebut disebabkan oleh prosedur peninjauan permohonan yang lebih ketat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
12 Juta Permohonan Visa Tertunda, AS Disebut Sengaja Perlambat Layanan
Indonesia
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Asosiasi-asosiasi tersebut memperingatkan bahwa penerapan kebijakan semacam itu dapat menjadi preseden bagi langkah serupa di jalur pelayaran internasional lainnya
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Dunia
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Presiden AS Donald Trump menutup lima misi diplomatik, termasuk Konsulat AS di Medan, Indonesia.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Dunia
Perang di Timur Tengah Bikin Persedian Rudal AS Kian Menipis
Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan AS memiliki sekitar 2.200 rudal Patriot varian terbaru dan 452 rudal THAAD sebelum konflik dengan Iran dimulai.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
Perang di Timur Tengah Bikin Persedian Rudal AS Kian Menipis
Bagikan