Setelah Selat Hormuz, Militer AS Tingkatkan Kekuatan di Teluk Persia

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Minggu, 01 Februari 2026
Setelah Selat Hormuz, Militer AS Tingkatkan Kekuatan di Teluk Persia

Teluk Persia.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia terus ditingkatkan seiring naiknya tensi politik dan ketegangan dengan Iran.

Setelah militer juga mendekati Selat Hormuz merupakan jalur perairan strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Presiden AS Donald Trump terus melontarkan ancaman terhadap Iran, jika AS telah mengirim armada besar ke arah Iran, lebih besar dibandingkan kekuatan yang dikerahkan ke Venezuela.

Menteri Luar Negeri Iran, Sabtu, mengkritik kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di Teluk Persia, dengan mengatakan Washington berupaya mendikte cara Teheran menjalankan aktivitas militer di dekat wilayah perbatasannya sendiri.

Dalam pernyataan yang diunggah di platform media sosial X, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyoroti jarak geografis antara AS dan Iran dengan melampirkan gambar peta yang menunjukkan letak kedua negara, serta menandai Selat Hormuz untuk menegaskan kedekatan Iran dengan jalur perairan strategis tersebut.

“Beroperasi di lepas pantai kami, militer AS kini mencoba mendikte bagaimana Angkatan Bersenjata kami yang kuat harus melakukan latihan menembak di wilayah mereka sendiri,” ujarnya.

Araghchi juga mengkritik Komando Pusat AS (CENTCOM) yang menyerukan “profesionalisme” dari militer Iran, sementara Washington dan Uni Eropa menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris.

“Inilah tingkat absurditas yang kini dihadapi dunia,” tulis Araghchi, seraya menambahkan bahwa sejumlah pemerintah Eropa memilih untuk menyelaraskan diri dengan kebijakan tersebut.

Ia menegaskan, bahwa IRGC selama ini selalu menjadi “pelindung perdamaian dan stabilitas di Teluk Persia dan Selat Hormuz.”

“Di kawasan kami, IRGC dikenal sebagai kekuatan yang disegani dan telah membuktikan diri di medan tempur melawan kelompok teroris maupun kekuatan militer yang melakukan invasi,” tambahnya.

Araghchi menekankan, kebebasan navigasi dan keselamatan pelayaran kapal-kapal komersial di Selat Hormuz memiliki arti vital bagi Iran dan negara-negara tetangganya.

Kemenlu Iran menegaskan, kehadiran kekuatan dari luar kawasan justru selalu menimbulkan dampak sebaliknya dari yang diklaim, yakni memicu eskalasi alih-alih meredakan ketegangan.

#Iran #Amerika Serikat #Perang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Houthi Luncurkan Balistik ke Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden, PM Diklaim Aman
Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan asap membumbung dari Istana Kepresidenan Al-Maashiq.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Houthi Luncurkan Balistik ke Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden, PM Diklaim Aman
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Bagikan