Setelah Selat Hormuz, Militer AS Tingkatkan Kekuatan di Teluk Persia
Teluk Persia.
MerahPutih.com - Kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia terus ditingkatkan seiring naiknya tensi politik dan ketegangan dengan Iran.
Setelah militer juga mendekati Selat Hormuz merupakan jalur perairan strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Presiden AS Donald Trump terus melontarkan ancaman terhadap Iran, jika AS telah mengirim armada besar ke arah Iran, lebih besar dibandingkan kekuatan yang dikerahkan ke Venezuela.
Menteri Luar Negeri Iran, Sabtu, mengkritik kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di Teluk Persia, dengan mengatakan Washington berupaya mendikte cara Teheran menjalankan aktivitas militer di dekat wilayah perbatasannya sendiri.
Dalam pernyataan yang diunggah di platform media sosial X, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyoroti jarak geografis antara AS dan Iran dengan melampirkan gambar peta yang menunjukkan letak kedua negara, serta menandai Selat Hormuz untuk menegaskan kedekatan Iran dengan jalur perairan strategis tersebut.
“Beroperasi di lepas pantai kami, militer AS kini mencoba mendikte bagaimana Angkatan Bersenjata kami yang kuat harus melakukan latihan menembak di wilayah mereka sendiri,” ujarnya.
Araghchi juga mengkritik Komando Pusat AS (CENTCOM) yang menyerukan “profesionalisme” dari militer Iran, sementara Washington dan Uni Eropa menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris.
“Inilah tingkat absurditas yang kini dihadapi dunia,” tulis Araghchi, seraya menambahkan bahwa sejumlah pemerintah Eropa memilih untuk menyelaraskan diri dengan kebijakan tersebut.
Ia menegaskan, bahwa IRGC selama ini selalu menjadi “pelindung perdamaian dan stabilitas di Teluk Persia dan Selat Hormuz.”
“Di kawasan kami, IRGC dikenal sebagai kekuatan yang disegani dan telah membuktikan diri di medan tempur melawan kelompok teroris maupun kekuatan militer yang melakukan invasi,” tambahnya.
Araghchi menekankan, kebebasan navigasi dan keselamatan pelayaran kapal-kapal komersial di Selat Hormuz memiliki arti vital bagi Iran dan negara-negara tetangganya.
Kemenlu Iran menegaskan, kehadiran kekuatan dari luar kawasan justru selalu menimbulkan dampak sebaliknya dari yang diklaim, yakni memicu eskalasi alih-alih meredakan ketegangan.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Drone Iran Ditembak Jatuh Saat Dekati Kapal Perang USS Abraham Lincoln di Laut Arab
China dan Rusia Perkuat Kerja Sama Hadapi Hukum Rimba Global
Garda Revolusi Iran Dicap Organisasi Terorirs, Atase Militer Negara Eropa Diusir
Setelah Selat Hormuz, Militer AS Tingkatkan Kekuatan di Teluk Persia
Iran Siap Lawan Amerika, Uni Eropa Tambah Sanksi ke Pejabat Teheran
DPR Desak Kemenlu Bersiap Hadapi Perang AS-Iran, Evakuasi WNI Jadi Utama
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Jadi Organisasi Teroris, Iran: Eropa Sibuk Mengipasi Api.
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Amerika Serikat dan Iran di Ambang Perang, DPR RI Minta Pemerintah Indonesia Siapkan Evakuasi WNI
Ketegangan Dengan AS Meningkat, Iran Klaim Kendalikan Penuh Selat Hormuz