Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak

Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak.(foto: Instagram @ alireza__kazempour)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SEIKITNYA 648 pengunjuk rasa tewas dalam penindakan oleh pasukan keamanan Iran terhadap gerakan protes yang mengguncang republik Islam tersebut. Demikian disampaikan Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia, Senin (12/1). Lembaga itu memperingatkan jumlah korban sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.

“Komunitas internasional memiliki kewajiban untuk melindungi pengunjuk rasa sipil dari pembantaian massal oleh republik Islam,” kata Direktur IHR Mahmood Amiry-Moghaddam saat menanggapi data terbaru jumlah kematian yang telah diverifikasi LSM tersebut.

IHR menyatakan, menurut beberapa perkiraan, lebih dari 6.000 orang mungkin telah tewas. Sayangnya, pemadaman internet selama hampir empat hari yang diberlakukan otoritas Iran membuat sangat sulit untuk memverifikasi laporan-laporan secara independen.

Sementara itu, Human Rights Activists News Agency yang berbasis di Amerika Serikat menyebut lebih dari 10.600 orang lainnya telah ditahan selama dua pekan aksi protes. Lembaga ini mengandalkan para pendukung di Iran untuk saling memeriksa informasi. Disebutkan, dari mereka yang tewas, 490 ialah pengunjuk rasa dan 48 merupakan anggota pasukan keamanan.

Dengan internet di Iran terputus dan saluran telepon diblokir, pemantauan demonstrasi dari luar negeri menjadi semakin sulit. Di lain sisi, pemerintah Iran belum merilis angka korban secara keseluruhan terkait demonstrasi tersebut.

Baca juga:

Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran



Pihak-pihak di luar negeri khawatir pemadaman informasi ini justru mendorong kelompok garis keras di dalam layanan keamanan Iran untuk melancarkan penindakan berdarah. Para pengunjuk rasa kembali memadati jalan-jalan di ibu kota dan kota terbesar kedua negara itu pada Minggu pagi.

Gelombang demonstrasi besar-besaran akibat krisis ekonomi yang semakin parah melanda Iran sejak akhir Desember 2025. Aksi protes dengan cepat menyebar ke berbagai kota dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.(dwi)

Baca juga:

Demo di Iran Tewaskan Sekitar 500 Orang, DPR: Siapkan Rencana Evakuasi WNI, Jangan Tunggu Situasi Memburuk

#Iran #Demonstrasi #Aksi Unjuk Rasa
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Indonesia
Biaya Serangan AS ke Iran Telah Habiskan Rp 1,7 Kuadriliun, Biaya Operasional Per Hari Rp 17,68 Triliun
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata. Namun, perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad berakhir tanpa menghasilkan terobosan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Biaya Serangan AS ke Iran Telah Habiskan Rp 1,7 Kuadriliun, Biaya Operasional Per Hari Rp 17,68 Triliun
Dunia
Hizbullah Siap Berdamai Tapi Juga Siap Lawan Israel Jika Bombardir Pinggiran Beirut
Gerakan Hizbullah Lebanon siap mematuhi gencatan senjata jika Israel berhenti menyerang seluruh wilayah Lebanon.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Hizbullah Siap Berdamai Tapi Juga Siap Lawan Israel Jika Bombardir Pinggiran Beirut
Dunia
Di Tengah Proses Negosiasi, Militer AS Hancurkan 2 Kapal Garda Revolusi di Pelabuhan Iran
Militer AS menghancurkan dua kapal IRGC dan sistem rudal di Bandar Abbas, Iran. Insiden ini terjadi di tengah negosiasi dengan Iran, diduga sebagai serangan defensif.
Wisnu Cipto - Selasa, 26 Mei 2026
Di Tengah Proses Negosiasi, Militer AS Hancurkan 2 Kapal Garda Revolusi di Pelabuhan Iran
Dunia
AS Lakukan Serangan ke Iran, Kapal IRGC dan Sistem Rudal Permukaan di Bandar Abbas Jadi Target
Militer Amerika Serikat dilaporkan telah menghancurkan dua kapal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan sebuah sistem rudal permukaan-ke-udara di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
AS Lakukan Serangan ke Iran, Kapal IRGC dan Sistem Rudal Permukaan di Bandar Abbas Jadi Target
Dunia
AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Akan Segera Dibuka
Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan awal untuk membuka sepenuhnya Selat Hormuz dalam waktu 30 hari ke depan.
Wisnu Cipto - Senin, 25 Mei 2026
AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Akan Segera Dibuka
Indonesia
AS dan Iran Sepakat Buka Blokade Selat Hormuz Dalam 30 Hari
Kerangka kesepakatan awal antara Iran dan AS itu disebutkan masih belum disetujui oleh pihak Iran, menurut laporan itu yang juga mengutip seorang diplomat yang namanya dirahasiakan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
AS dan Iran Sepakat Buka Blokade Selat Hormuz Dalam 30 Hari
Dunia
Trump Tetap Pertahankan Blokade Menuju Selat Hormuz Sampai Perjanjian Damai Disepakati
Trump menyebut kesepakatan damai dengan Iran sebagian besar telah dirundingkan dan tinggal menunggu finalisasi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
Trump Tetap Pertahankan Blokade Menuju Selat Hormuz Sampai Perjanjian Damai Disepakati
Dunia
Beri Banyak Waktu Diplomasi, Trump Tunda Serangan ke Iran
Sejumlah pejabat dan personel militer AS dilaporkan mulai membatalkan rencana libur panjang mereka menjelang peringatan Memorial Day.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
Beri Banyak Waktu Diplomasi, Trump Tunda Serangan ke Iran
Dunia
AS Tolak Sistem Pungutan di Selat Hormuz, Perundingan Diklaim Sedikit Kemajuan
Rubio menuding Iran berupaya membentuk "sistem pungutan" di Selat Hormuz dan mencoba mengajak Oman untuk bergabung dalam inisiatif tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
AS Tolak Sistem Pungutan di Selat Hormuz, Perundingan Diklaim Sedikit Kemajuan
Indonesia
Trump Ingin Kendali Penuh Selat Hormuz dan Ambil Uranium Iran
Trump mengatakan AS sedang memantau negosiasi yang dilaporkan antara Iran dan Oman mengenai kemungkinan pungutan tol di Selat Hormuz
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 22 Mei 2026
Trump Ingin Kendali Penuh Selat Hormuz dan Ambil Uranium Iran
Bagikan