Ancaman Invasi AS dan Kerusuhan Iran, DPR Soroti Keselamatan WNI

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - 2 jam, 19 menit lalu
Ancaman Invasi AS dan Kerusuhan Iran, DPR Soroti Keselamatan WNI

Ilustrasi Bendera Iran. (Foto: dok. media sosial Google)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Nasib warga negara Indonesia (WNI) di Iran menjadi perhatian serius menyusul ancaman invasi dari Amerika Serikat serta meluasnya aksi unjuk rasa dan kerusuhan di dalam negeri Iran. Komisi I DPR RI meminta pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyiapkan langkah evakuasi apabila eskalasi keamanan semakin meningkat.

Permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono. Ia menegaskan bahwa opsi evakuasi harus dipersiapkan secara matang dengan tetap memperhatikan keselamatan WNI serta prosedur diplomatik yang berlaku.

“Apabila eskalasi semakin meningkat, opsi evakuasi terukur juga harus dipersiapkan dengan tetap memperhatikan keselamatan dan prosedur diplomatik yang berlaku,” kata Dave kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/1).

Selain evakuasi, Dave juga menekankan pentingnya sosialisasi mitigasi keamanan kepada seluruh WNI yang berada di Iran. Menurutnya, Kemlu RI harus menjalankan tugas perlindungan WNI secara maksimal di tengah situasi yang kian tidak menentu.

“Dalam kondisi yang penuh gejolak seperti sekarang, kami menyerukan agar Kemlu segera melakukan langkah-langkah antisipatif dan koordinatif,” ujar Dave yang juga politikus Partai Golkar.

Baca juga:

Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir

Dave menyebutkan bahwa situasi di Iran terus dipantau oleh Komisi I DPR, terutama terkait keselamatan WNI. Ia menegaskan bahwa perlindungan dan keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama pemerintah.

Ia juga meminta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran untuk aktif memantau perkembangan situasi secara real-time serta membuka saluran komunikasi darurat bagi seluruh WNI.

“Inventarisasi jumlah dan lokasi WNI perlu segera dilakukan untuk mengidentifikasi potensi risiko secara cepat,” jelasnya.

Baca juga:

Ancaman Invasi AS ke Iran, Pemerintah RI Keluarkan Imbauan untuk WNI

Diketahui, kerusuhan yang terjadi di Iran dilaporkan terus meluas dan telah menyebabkan ribuan orang meninggal dunia. Pemerintah Iran bahkan menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari untuk menghormati para korban tewas.

Pengumuman masa berkabung tersebut disampaikan pemerintah Iran pada Minggu (11/1) waktu setempat. Di saat bersamaan, pemerintah Iran juga menyerukan kepada rakyatnya untuk terus melawan Amerika Serikat dan Israel.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian turut mengajak masyarakat Iran untuk turun ke jalan pada Senin (12/1) dalam pawai nasional guna mengecam kekerasan yang dituding Iran didalangi oleh kedua negara tersebut. (Knu)

#Iran #Komisi I DPR #Demonstrasi #Krisis Politik
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Ancaman Invasi AS dan Kerusuhan Iran, DPR Soroti Keselamatan WNI
Situasi Iran kian memanas usai ancaman invasi AS dan kerusuhan meluas. Komisi I DPR RI meminta Kemlu menyiapkan evakuasi demi keselamatan WNI.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 19 menit lalu
Ancaman Invasi AS dan Kerusuhan Iran, DPR Soroti Keselamatan WNI
Indonesia
Ancaman Invasi AS ke Iran, Pemerintah RI Keluarkan Imbauan untuk WNI
Situasi keamanan Iran memanas usai ancaman invasi Amerika Serikat. Kemlu RI mengimbau WNI menunda perjalanan dan meningkatkan kewaspadaan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Ancaman Invasi AS ke Iran, Pemerintah RI Keluarkan Imbauan untuk WNI
Dunia
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Besarnya jumlah korban mengingatkan pada kekacauan yang menyertai Revolusi Islam 1979.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Indonesia
Kemenlu Belum Akan Evakuasi WNI Dari Iran
Berdasarkan penilaian KBRI dan dengan memperhatikan kondisi di lapangan hingga Senin (12/1), evakuasi juga belum diperlukan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Januari 2026
Kemenlu Belum Akan Evakuasi WNI Dari Iran
Indonesia
Trump Kembali Ancam Iran, Siap Ambil Tindakan Keras
Iran menekankan bahwa intervensi Amerika Serikat itu secara khusus melanggar prinsip kedaulatan nasional, nonintervensi dalam urusan internal negara, dan larangan ancaman atau penggunaan kekerasan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Januari 2026
Trump Kembali Ancam Iran, Siap Ambil Tindakan Keras
Indonesia
Komisi I DPR Minta Kemlu Bergerak Cepat Tangani Kasus Penculikan 4 WNI di Perairan Gabon
Komisi I DPR mendesak Kemlu RI untuk menangani penculikan 4 WNI di Gabon, Afrika Tengah. Pemerintah tak boleh menunggu terlalu lama.
Soffi Amira - Rabu, 14 Januari 2026
Komisi I DPR Minta Kemlu Bergerak Cepat Tangani Kasus Penculikan 4 WNI di Perairan Gabon
Dunia
Iran Bergolak, Demo Ekonomi Berubah Ricuh hingga 2.000 Orang Tewas
Kedubes Iran di Jakarta mengungkap penyebab kerusuhan massal di Iran yang menewaskan ribuan orang. Demo ekonomi disebut disusupi aksi kekerasan dan intervensi asing.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Januari 2026
Iran Bergolak, Demo Ekonomi Berubah Ricuh hingga 2.000 Orang Tewas
Indonesia
Demo Ojol Hari Ini, Polisi Turunkan 1.541 Aparat dan Imbau Warga Jauhi Ring 1 Monas
Pengemudi ojek online menggelar demo di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (14/2). Mereka menuntut potongan aplikator maksimal 10 persen dan audit tarif.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Januari 2026
Demo Ojol Hari Ini, Polisi Turunkan 1.541 Aparat dan Imbau Warga Jauhi Ring 1 Monas
Dunia
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak
Sayangnya, pemadaman internet selama hampir empat hari yang diberlakukan otoritas Iran membuat sangat sulit untuk memverifikasi laporan secara independen.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak
Dunia
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan baru berupa tarif sebesar 25 persen terhadap semua negara yang masih menjalin perdagangan dengan Iran.
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Januari 2026
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Bagikan