Istana Respons Usulan E-Voting Pilkada, Sebut Perlu Kajian Mendalam
Arsip - Pelaksanaan Pilkada Langsung 2024. (ANTARA/Muhsidin)
MerahPutih.com - Rencana pelaksanaan pemilihan umum berbasis sistem elektronik atau e-voting pada masa mendatang menuai reaksi dari pihak Istana Negara.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengatakan, wacana itu harus dikaji sebelum diterapkan.
"Kajian menurut kami harus, siapa pun itu. Pemerintah, DPR, teman-teman akademisi yang memiliki keilmuan dalam sistem kepemiluan," kata Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/1).
Pras juga menekankan sistem yang dianut negara lain belum tentu cocok diterapkan di Indonesia.
Baca juga:
Istana Bantah Isu Pemilihan Presiden Lewat MPR, Pastikan Tetap Dipilih Rakyat
Ketua DPP Partai Gerindra itu menyebutkan, setiap usulan akan dikaji dan diputuskan sesuai budaya Indonesia.
"Karena masing-masing negara punya sistem yang kemudian tidak selalu sistem negara lain itu lebih baik atau cocok diterapkan di negara kita," kata Prasetyo.
Sebelumnya, PDIP menegaskan sikap mendukung pilkada tetap digelar secara langsung. PDIP memberikan usulan penerapan sistem e-voting untuk menekan biaya mahal dalam pilkada.
Keputusan ini diambil dalam Rakernas PDIP yang digelar di Ancol, Jakarta Utara, Senin (12/1). Hasil rakernas dibacakan oleh Ketua DPD PDIP Aceh, Jamaluddin Idham.
Baca juga:
Dasco Janji Tidak Buru Buru Bahas Revisi UU Pilkada, Fokus ke UU Pemilu
PDIP menilai, pilkada langsung penting untuk memperkuat legitimasi kepemimpinan daerah.
Selain itu, hal ini disebut demi memberikan kepastian masa jabatan kepala daerah yang bersifat tetap selama lima tahun. (knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Istana Respons Usulan E-Voting Pilkada, Sebut Perlu Kajian Mendalam
Istana Bantah Isu Pemilihan Presiden Lewat MPR, Pastikan Tetap Dipilih Rakyat
Pilkada Butuh Banyak Uang Memicu Politik Transaksional, Guru Besar STIK Yakin Bakal Ada Ancaman Demokrasi
Pengamat Semprot Wacana Pilkada DPRD yang Rawan Transaksi Gelap, Rakyat Cuma Jadi Penonton Elite Pesta Pora
Sekjen PKS Tegaskan Perlu Kajian Mendalam dan Partisipatif untuk Penentuan Pilkada Langsung atau Lewat DPRD
Ketua Komisi II DPR: Wacana Pilkada Lewat DPRD Belum Masuk Prolegnas
PDIP Desak Pilkada Langsung Tetap Dipertahankan, Usul Gunakan E-Voting
PDIP Kritik Wacana Pilkada Lewat DPRD: Demokrasi Jangan Maju Mundur seperti Poco-Poco
Golkar Beri Sinyal Dukung Kepala Daerah Dipilih Anggota DPRD, Sebut Lebih Demokratis, Beda dengan Orde Baru
Tolak Keras Pilkada Lewat DPRD, Gerakan Rakyat: Ini Permufakatan Elit Rampas Kedaulatan