Komisi II DPR: RUU Pemilu belum Masuk Panja, masih Himpun Masukan Partai Nonparlemen

Dwi AstariniDwi Astarini - 1 jam, 49 menit lalu
Komisi II DPR: RUU Pemilu belum Masuk Panja, masih Himpun Masukan Partai Nonparlemen

Gedung DPR RI. (Foto: MerahPutih.com/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KETUA Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda mengatakan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu masih belum memasuki tahap panitia kerja (panja). Saat ini Komisi II masih menghimpun masukan sekaligus menyusun daftar inventarisasi masalah (DIM) sebagai bahan pembahasan.

Hal itu disampaikan Rifqi seusai rapat kerja bersama Menteri Dalam Negeri di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Senin (29/6).

Rifqi mengatakan, berdasarkan arahan pimpinan DPR, Komisi II juga akan menggelar pertemuan dengan partai-partai nonparlemen. Pertemuan tersebut nantinya dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

"Setelah konsultasi dengan pimpinan DPR, kami diminta segera bertemu dengan berbagai partai nonparlemen. Sekarang kami mencocokkan jadwal," kata Rifqi.

Baca juga:

Puan Kawal RUU Pemilu, Janji Tidak Rugikan Rakyat



Meski begitu, ia mengakui Komisi II saat ini juga dibebani sejumlah agenda yang dinilai lebih mendesak. Salah satunya berkaitan dengan kondisi ekonomi, maraknya PHK, hingga upaya memastikan PPPK di daerah tidak kehilangan pekerjaan.

"Ini lebih urgen, lebih memiliki dampak kemanusiaan. Bukan berarti RUU Pemilu kami kesampingkan," ujarnya.

Menurut Rifqi, perhatian terhadap persoalan tersebut juga berkaitan dengan pembahasan siklus APBN 2027. Ia menilai apabila pembahasannya terlambat, dampaknya bisa dirasakan banyak pihak, terutama aparatur di daerah.

Saat ditanya apakah RUU Pemilu akan mulai dibahas tahun ini, Rifqi menjelaskan regulasi tersebut memang masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026. Namun, pembentukan Panja masih harus menunggu keputusan pimpinan DPR.

"Semua harus dirembukkan dengan pimpinan DPR, pimpinan fraksi, dan Bamus. Itu di luar kewenangan Komisi II," jelasnya.

Ia menegaskan tugas Komisi II saat ini yaitu memastikan seluruh persiapan pembahasan telah rampung. Salah satunya melalui penyusunan DIM yang nantinya akan diserahkan kepada pimpinan DPR sebagai bahan untuk menentukan langkah pembahasan berikutnya.

Dengan demikian, menurut Rifqi, Komisi II tetap melanjutkan persiapan RUU Pemilu sambil menyesuaikan dengan agenda prioritas DPR yang saat ini lebih difokuskan pada persoalan ekonomi dan ketenagakerjaan.(Pon)

Baca juga:

Pemerintah Tunggu Draf RUU Pemilu Dirampungkan DPR, Ingin Semakin Cepat Dibahas
















#Pemilu #RUU Pemilu #DPR RI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Komisi II DPR: RUU Pemilu belum Masuk Panja, masih Himpun Masukan Partai Nonparlemen
Berdasarkan arahan pimpinan DPR, Komisi II juga akan menggelar pertemuan dengan partai-partai nonparlemen.
Dwi Astarini - 1 jam, 49 menit lalu
Komisi II DPR: RUU Pemilu belum Masuk Panja, masih Himpun Masukan Partai Nonparlemen
Indonesia
Komisi I DPR Bentuk Panja RUU Keamanan Siber, Sukamta Ditunjuk Jadi Ketua
Panja akan terdiri dari lima pimpinan dan 18 anggota.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
Komisi I DPR Bentuk Panja RUU Keamanan Siber, Sukamta Ditunjuk Jadi Ketua
Indonesia
Wamenkum Sebut RUU Keamanan Siber Diperlukan, Lindungi Infrastruktur Informasi Kritis
Serangan terhadap infrastruktur informasi penting, pencurian data, hingga penyalahgunaan informasi dinilai dapat mengganggu stabilitas nasional dan kedaulatan negara.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
Wamenkum Sebut RUU Keamanan Siber Diperlukan, Lindungi Infrastruktur Informasi Kritis
Indonesia
DPR Komentari Kematian Calon Manajer Kopdes Merah Putih saat Pelatihan, Mereka bukan Prajurit Militer
Peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyelenggaraan program.
Dwi Astarini - Sabtu, 27 Juni 2026
DPR Komentari Kematian Calon Manajer Kopdes Merah Putih saat Pelatihan, Mereka bukan Prajurit Militer
Indonesia
Presiden KSPSI Sebut 55.000 Buruh Terancam PHK, 1 Perusahaan Sudah Tutup Operasional
Pemerintah berjanji segera mengambil keputusan agar pasokan gas bagi sektor industri kembali normal.
Dwi Astarini - Sabtu, 27 Juni 2026
Presiden KSPSI Sebut 55.000 Buruh Terancam PHK, 1 Perusahaan Sudah Tutup Operasional
Indonesia
Minyakita Berbau Solar, DPR Desak Evaluasi Produsen dan Distribusi
Proses pemeriksaan tengah dilakukan oleh aparat penegak hukum, sedangkan Kementerian Perdagangan menyerahkan penindakan kepada aparat sesuai kewenangannya.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Minyakita Berbau Solar, DPR Desak Evaluasi Produsen dan Distribusi
Indonesia
Mahasiswa Diberi Rp 20 Juta, Waka Komisi X DPR RI: jangan Dimanfaatkan untuk Politik Praktis
Siapa pun yang memberikan uang kepada mahasiswa untuk menggerakkan atau mengarahkan aksi telah merusak independensi, integritas, dan idealisme mahasiswa.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Mahasiswa Diberi Rp 20 Juta, Waka Komisi X DPR RI: jangan Dimanfaatkan untuk Politik Praktis
Indonesia
Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR: Harusnya Perbanyak Latihan Manajemen Koperasi
Latihan dasar militer seharusnya hanya diarahkan untuk membangkitkan kekompakan, disiplin pribadi, dan kebersamaan.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR: Harusnya Perbanyak Latihan Manajemen Koperasi
Indonesia
MSCI masih Evaluasi Status Pasar RI, DPR: Momentum Percepat Reformasi Bursa Saham
MSCI terus menyoroti beberapa aspek krusial di pasar saham Tanah Air, mulai dari transparansi kepemilikan saham, kualitas arus informasi, hingga integritas infrastruktur pasar.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
MSCI masih Evaluasi Status Pasar RI, DPR: Momentum Percepat Reformasi Bursa Saham
Indonesia
DPR Desak Program Pelatihan Manajer Kopdes Dievaluasi setelah Sejumlah Peserta Meninggal Dunia
Evaluasi perlu dilakukan jika ditemukan aspek yang perlu diperbaiki dalam penyelenggaraan pelatihan.
Dwi Astarini - Kamis, 25 Juni 2026
DPR Desak Program Pelatihan Manajer Kopdes Dievaluasi setelah Sejumlah Peserta Meninggal Dunia
Bagikan