Ancaman Invasi AS ke Iran, Pemerintah RI Keluarkan Imbauan untuk WNI
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak.(foto: Instagram @ alireza__kazempour)
MerahPutih.com - Situasi keamanan di Iran kian memanas menyusul ancaman invasi dari Amerika Serikat. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) mengimbau warga negara Indonesia (WNI) untuk menunda rencana perjalanan ke negara tersebut.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne, menyampaikan agar WNI mempertimbangkan kembali rencana bepergian ke Iran hingga kondisi keamanan dinyatakan kondusif.
“Bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Iran, diimbau agar menunda perjalanan hingga situasi dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif,” kata Yvonne dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/1).
Meski demikian, Yvonne menjelaskan bahwa berdasarkan komunikasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tehran dengan para WNI di berbagai wilayah Iran, sejumlah kota yang menjadi simpul utama komunitas WNI, seperti Qom dan Isfahan, relatif tidak mengalami gangguan keamanan yang signifikan.
“WNI di Iran sebagian besar berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa di berbagai lembaga pendidikan, khususnya di Kota Qom,” jelasnya.
Baca juga:
Kemlu RI memastikan langkah-langkah antisipasi terus dilakukan guna menghadapi kemungkinan eskalasi situasi keamanan sesuai dengan rencana kontingensi yang telah disiapkan.
KBRI Tehran juga mengimbau seluruh WNI yang berada di Iran untuk meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi, menghindari pusat-pusat demonstrasi dan kerumunan massa, serta menjaga komunikasi secara aktif dengan KBRI.
“KBRI Tehran mengimbau seluruh WNI di Iran agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan menjaga komunikasi,” ujar Yvonne.
Dalam kondisi darurat, WNI dapat menghubungi Hotline KBRI Tehran di nomor +98 991 466 8845 atau +98 902 466 8889, serta Hotline Direktorat Perlindungan WNI Kemlu RI di nomor +62 812-9007-0027.
Baca juga:
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Sebagai informasi, potensi intervensi militer Amerika Serikat disebut-sebut dapat terjadi dalam 24 jam ke depan. Presiden AS Donald Trump bahkan dilaporkan telah berulang kali mengancam akan melakukan intervensi militer guna mendukung para pengunjuk rasa di Iran.
Dalam berbagai laporan internasional, ribuan orang disebut tewas akibat penindakan aparat keamanan terhadap kerusuhan dan aksi protes yang menentang pemerintahan Iran. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Drone Iran Ditembak Jatuh Saat Dekati Kapal Perang USS Abraham Lincoln di Laut Arab
Prabowo Klaim Aksi Demo Dikendalikan Asing, Sebut Punya Buktinya
Garda Revolusi Iran Dicap Organisasi Terorirs, Atase Militer Negara Eropa Diusir
Setelah Selat Hormuz, Militer AS Tingkatkan Kekuatan di Teluk Persia
Iran Siap Lawan Amerika, Uni Eropa Tambah Sanksi ke Pejabat Teheran
DPR Desak Kemenlu Bersiap Hadapi Perang AS-Iran, Evakuasi WNI Jadi Utama
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Jadi Organisasi Teroris, Iran: Eropa Sibuk Mengipasi Api.
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Amerika Serikat dan Iran di Ambang Perang, DPR RI Minta Pemerintah Indonesia Siapkan Evakuasi WNI
Ketegangan Dengan AS Meningkat, Iran Klaim Kendalikan Penuh Selat Hormuz