Kubu Pro Junta Militer Menang Pemilu, Kuasi 86 Persen Kursi Parlemen

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Sabtu, 31 Januari 2026
Kubu Pro Junta Militer Menang Pemilu, Kuasi 86 Persen Kursi Parlemen

Pemimpin junta Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing saat menghadiri parade militer memperingati 78 tahun angkatan bersenjata Myanmar di Naypyidaw, Myanmar, Senin (27/3/2023). /ANTARA/Xinhua/Myo Ky

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Faksi pro-militer Myanmar menang dengan meguasai separuh lebih suara, dalam pemilihan umum yang berlangsung dalam tiga tahap sejak Desember hingga Januari.

Kemenangan ini menguatkan kekuasaan junta militer lima tahun setelah kudeta terhadap pemerintahan sipil pada 2021.

Menurut hasil resmi pemilu pada Kamis malam, Partai Uni Solidaritas dan Pembangunan (USDP) yang dibekingi junta Myanmar, mencatatkan persentase kemenangan 58 persen, sehingga menguasai 339 kursi dari 420 kursi parlemen yang dipertandingkan.

Dengan 166 kursi parlemen diisi oleh perwira militer melalui penunjukan langsung, faksi pro-militer menguasai 86 persen dari keseluruhan kursi Parlemen Myanmar.

Baca juga:

Timnas Futsal Indonesia Sikat Myanmar 5-1, Thailand Pimpin Klasemen

Pemimpin junta, Jenderal Senior Min Aung Hlaing, diperkirakan akan kembali diajukan sebagai calon presiden oleh kubu pro-militer saat parlemen Myanmar mulai bersidang pada Maret. Pemerintahan baru diperkirakan akan dilantik pada April.

Junta Myanmar mengeklaim pemilu tersebut sebagai bukti akan "kembalinya demokrasi," yang merupakan pemilu pertama sejak kudeta militer yang mengakhiri pemerintahan sipil dan menyebabkan perang saudara.

Namun komunitas internasional mengecam pelaksanaan pemilu itu sebagai tipuan belaka.

Sistem pemilu telah diubah dari yang berlaku pada tahun 2020, di mana Liga Nasional Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi, yang kini dipenjara, menang besar. Usai kudeta, NLD dibubarkan junta militer.

Parlemen Myanmar, yang terdiri atas dua majelis, memiliki jumlah total kursi sebanyak 664, tetapi dengan 25 persen kursi dialokasikan untuk perwira militer.

Akibat tidak dilaksanakannya pemungutan suara di 78 daerah pemilihan yang tidak dikuasai junta atas dalih keamanan, jumlah total kursi di Parlemen Myanmar berkurang menjadi 586 dan menurunkan ambang batas pemerintahan mayoritas menjadi 294 kursi.

Komisioner Tinggi HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Volker Turk mengecam pelaksanaan pemilu Myanmar yang tidak menghormati hak dasar warga Myanmar, serta memandang proses yang berjalan "memperparah kekerasan dan polarisasi masyarakat".

Menurut rilis pers Komisioner Tinggi HAM PBB yang dirilis Jumat, sebagian besar pemungutan suara terpusat di wilayah perkotaan yang dikuasai militer dan dilaksanakan hanya secara terbatas di daerah-daerah konflik.

Karena itu, sebagian besar masyarakat, termasuk pengungsi dan kaum minoritas seperti suku Rohingya, tidak dapat memilih dalam pemilu. (*)

#Myanmar #Pemilu #Junta Militer
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Kubu Pro Junta Militer Menang Pemilu, Kuasi 86 Persen Kursi Parlemen
Parlemen Myanmar, yang terdiri atas dua majelis, memiliki jumlah total kursi sebanyak 664, tetapi dengan 25 persen kursi dialokasikan untuk perwira militer.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 31 Januari 2026
Kubu Pro Junta Militer Menang Pemilu, Kuasi 86 Persen Kursi Parlemen
Indonesia
Revisi UU Pemilu, NasDem Ingin Ambang Batas Parlemen Sampai 7 Persen
Penghapusan ambang batas berpotensi melahirkan fragmentasi partai yang berlebihan dan melemahkan efektivitas pemerintahan
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Januari 2026
Revisi UU Pemilu, NasDem Ingin Ambang Batas Parlemen Sampai 7 Persen
Indonesia
Istana Respons Usulan E-Voting Pilkada, Sebut Perlu Kajian Mendalam
Mensesneg, Prasetyo Hadi, merespons usulan soal e-voting Pilkada. Ia meminta hal itu membutuhkan kajian mendalam.
Soffi Amira - Senin, 19 Januari 2026
Istana Respons Usulan E-Voting Pilkada, Sebut Perlu Kajian Mendalam
Indonesia
Heboh Kodifikasi Hukum Pemilu, Komisi II DPR Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Konstitusional
Rifqi membuka peluang dilakukannya kodifikasi atau penyatuan hukum pemilu dan pilkada
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Januari 2026
Heboh Kodifikasi Hukum Pemilu, Komisi II DPR Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Konstitusional
Indonesia
ICW Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD, Rugikan Demokrasi dan Fasilitasi Politik Transaksional
ICW mencatat, sepanjang 2010–2024 terdapat 545 anggota DPRD yang terjerat kasus korupsi
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 31 Desember 2025
 ICW Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD, Rugikan Demokrasi dan Fasilitasi Politik Transaksional
Indonesia
Junta Gelar Pemilu Pertama Sejak Kudeta Militer Pada 2021
Sebanyak 102 kota kecil melakukan pemungutan suara pada fase pertama pemilihan. Fase kedua dan ketiga akan diadakan pada 11 dan 25 Januari,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Desember 2025
Junta Gelar Pemilu Pertama Sejak Kudeta Militer Pada 2021
Dunia
Jet Junta Myanmar Jatuhkan Bom di Rumah Sakit, 33 Orang Meninggal
Bentrokan etnis telah memperparah krisis kemanusiaan Myanmar karena negara itu masih dilanda konflik sipil hampir empat tahun setelah kudeta militer Februari 2021.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Desember 2025
Jet Junta Myanmar Jatuhkan Bom di Rumah Sakit, 33 Orang Meninggal
Indonesia
MK Tolak Gugatan Rakyat Bisa Pecat DPR, Pilihannya Jangan Dipilih Lagi di Pemilu
MK menyatakan keinginan agar konstituen diberikan hak untuk memberhentikan anggota DPR tidak selaras dengan konsep demokrasi perwakilan.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 November 2025
MK Tolak Gugatan Rakyat Bisa Pecat DPR, Pilihannya Jangan Dipilih Lagi di Pemilu
Indonesia
Ketua DKPP Sebut Kritik Media Massa Vitamin yang Menyehatkan
Media massa memiliki peran yang lebih besar yaitu sebagai pencerah bagi masyarakat di tengah serangan hoaks melalui media sosial.
Dwi Astarini - Jumat, 21 November 2025
Ketua DKPP Sebut Kritik Media Massa Vitamin yang Menyehatkan
Indonesia
DKPP Janji Penyelesaian Etik Penyelenggara Pemilu Dijamin Cepat
Prosedur penyelesaian etik di DKPP dirancang untuk menjamin kecepatan, kesederhanaan, dan efektivitas.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 November 2025
DKPP Janji Penyelesaian Etik Penyelenggara Pemilu Dijamin Cepat
Bagikan