Jet Junta Myanmar Jatuhkan Bom di Rumah Sakit, 33 Orang Meninggal

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Desember 2025
Jet Junta Myanmar Jatuhkan Bom di Rumah Sakit, 33 Orang Meninggal

Pemimpin junta Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing saat menghadiri parade militer memperingati 78 tahun angkatan bersenjata Myanmar di Naypyidaw, Myanmar, Senin (27/3/2023). /ANTARA/Xinhua/Myo Ky

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketidakpastian politik masih terjadi di Myanmar, setelah militer melakukan kudeta sejak 2021 lalu. Bahkan, perang sipil terjadi diberbagai provinsi di negara tersebut.

Kali ini, dedikitnya 33 orang tewas setelah pasukan junta mengebom sebuah rumah sakit di negara bagian Rakhine, Myanmar, pada Rabu (10/12)

Dilansir Irrawaddy pada Kamis (11/12), serangan yang terjadi bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia Internasional itu melukai 76 orang, termasuk 27 orang dalam kondisi kritis.

Warga mengatakan, sebuah jet junta menjatuhkan dua bom seberat 226 kilogram di sebuah rumah sakit umum di kota Mrauk-U.

Baca juga:

Dimediasi China, Junta Militer Myanmar dan Pasukan TNLA Sepakat Gencatan Senjata

Komite Perwakilan Pyidaungsu Hluttaw (CRPH), mantan anggota parlemen yang mewakili parlemen Burma terpilih terakhir, mengutuk serangan tersebut.

Ia mengatakan, waktu serangan itu "hanya semakin menyoroti kejahatan yang telah lama dilakukan oleh kudeta militer."

"Kami mengutuk keras tindakan tidak manusiawi junta militer yang kejam yang mencoba mendapatkan legitimasi melalui pemilihan palsu. Tindakan ini hanya semakin menyoroti kejahatan yang telah lama dilakukan oleh kudeta militer," tulis kelompok tersebut di akun media sosial X.

Bentrokan etnis telah memperparah krisis kemanusiaan Myanmar karena negara itu masih dilanda konflik sipil hampir empat tahun setelah kudeta militer Februari 2021.

Pengambilalihan kekuasaan oleh militer pada 2021 menggulingkan pemerintahan terpilih yang dipimpin oleh Liga Demokrasi Nasional pimpinan Aung San Suu Kyi, dan menjerumuskan negara itu ke dalam lebih dari empat tahun pemerintahan darurat.

Pada Juli lalu, militer mengumumkan transfer kekuasaan nominal kepada pemerintahan sementara yang dipimpin sipil menjelang pemilihan yang direncanakan pada Desember dan Januari.

Namun, kepala junta tetap menjabat sebagai presiden sementara.

#Junta Militer #Myanmar #ASEAN
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Malaysia Tempuh Jalur Diplomasi untuk Solusi Kabut Asap di Tingkat Regional
Pihak Malaysia menyebut memprioritaskan kepentingan dan kesehatan masyarakat tanpa memengaruhi hubungan bilateral.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Malaysia Tempuh Jalur Diplomasi untuk Solusi Kabut Asap di Tingkat Regional
Indonesia
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
PKS mendesak Presiden Prabowo Subianto memimpin upaya ASEAN mengatasi kabut asap lintas batas akibat karhutla dan memperkuat kerja sama dengan Malaysia.
Frengky Aruan - Sabtu, 10 Oktober 2026
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
Olahraga
Gelandang Persib Bandung Thom Haye Jadi Kreator Saat Indonesia Lawan Malaysia
Herdman tetap mempertahankan formasi 5-4-1 dari pertandingan lawan Singapura. Maarten Paes kembali dipercaya sebagai penjaga gawang, sedangkan Kevin Diks masih menjadi kapten
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Gelandang Persib Bandung Thom Haye Jadi Kreator Saat Indonesia Lawan Malaysia
Indonesia
Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Pramono Janjikan Layanan Keamanan dan Transportasi Bagi Suporter
Pemprov DKI Jakarta akan memastikan dukungan terhadap kebutuhan penyelenggaraan, terutama dari aspek keamanan, kenyamanan, dan kemudahan transportasi bagi peserta selama berada di Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Pramono Janjikan Layanan Keamanan dan Transportasi Bagi Suporter
Indonesia
Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Dipamerkan di JCC Jakarta, Turnamen Digelar di 2 Negara
FIFA ASEAN Cup 2026 adalah turnamen sepak bola terbesar di kawasan Asia Tenggara yang baru pertama kali digelar.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Dipamerkan di JCC Jakarta, Turnamen Digelar di 2 Negara
Olahraga
Piala AFF Indonesia vs Timor Leste: Shayne Pattynama jadi Man of The Match
Sebelum jeda, Niski sempat memblok sepakan Ivar Jenner yang disusul tembakan Rayhan Hannan yang membentur tiang
Angga Yudha Pratama - Jumat, 31 Juli 2026
Piala AFF Indonesia vs Timor Leste: Shayne Pattynama jadi Man of The Match
Olahraga
Timnas Indoensia Perdana Tinggalkan SUGBK, John Herdman Tantang Masyarakat Penuhi Stadion Pakansari
Skuad Merah Putih pernah menjadikan stadion berkapasitas 30.000 penonton ini sebagai markas utama
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
Timnas Indoensia Perdana Tinggalkan SUGBK, John Herdman Tantang Masyarakat Penuhi Stadion Pakansari
Olahraga
Indonesia vs Kamboja: Prediksi Skor, Head to Head dan Prakiraan Pemain
Kamboja asuhan pelatih Koji Gyotoku mengandalkan formasi 4-4-2 dengan memboyong sembilan pemain naturalisasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Indonesia vs Kamboja: Prediksi Skor, Head to Head dan Prakiraan Pemain
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Diplomasi Selamatkan 2 WNI yang Disandera di Myanmar
Kementerian Luar Negeri mengungkap dua WNI berinisial AE dan S diduga disandera di Myanmar dengan tuntutan tebusan Rp 200 juta.
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Diplomasi Selamatkan 2 WNI yang Disandera di Myanmar
Dunia
Nasib Tragis Pengungsi Rohingya, 500 Orang Diduga Tewas Tenggelam di Perairan Myanmar
Dua kapal pengungsi Rohingya tenggelam di Myanmar. UNHCR dan IOM menduga lebih dari 500 orang tewas. Mayoritas berasal dari Cox’s Bazar, Bangladesh.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
Nasib Tragis Pengungsi Rohingya, 500 Orang Diduga Tewas Tenggelam di Perairan Myanmar
Bagikan