Banyak Polisi Intimidasi Wartawan, IPW Salahkan Komandannya

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 12 Desember 2019
Banyak Polisi Intimidasi Wartawan, IPW Salahkan Komandannya

Ilustrai. (pixabay/Engin_Akyurt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane mengkritik masih banyaknya Polisi yang kerap mengintimidasi wartawan saat tugas peliputan. Hal itu dianggap tak mencerminkan polisi yang modern.

Yang teranyar, seorang oknum wartawan bernama Helmi Shemi diintimidasi aparat saat meliput penangkapan peserta aksi peringatan Hari HAM yang diduga berbuat ricuh.

"Ini karena ketidaktegasan pimpinannya. Polisi yang seperti itu tak diperkenankan bertugas lagi," kata Neta kepada Merahputih.com di Jakarta, Rabu (11/12).

.

Baca Juga:

AJI Kecam Intimidasi Wartawan Saat Hari HAM, Polisi Ngaku Belum Dapat Info

Neta berujar, Kapolisian harus menyadari bahwa tugas wartawan sama seperti Polri, yakni dilindungi Undang-Undang. "Jadi polisi yang melakukan aksi seperti itu bisa diproses secara hukum," jelas Neta.

Neta melihat, ada polisi yang belum paham soal tugas-tugas jurnalistik. "Seharusnya wartawan dijadikan mitra oleh Polisi. Bukan dijadikan musuh," jelas Neta.

Ilustrasi: Kekerasasn terhadap wartawan (MP/Sucitra)

IPW berharap pemahaman tentang tugas dan peran jurnalis ditekankan betul atasan polisi di setiap wilayah. "Harus diingatkan bahwa wartawan adalah mitra yang dilindungi Undang-Undang," terang Neta.

Dalam UU Pers jelas bahwa siapapun yang menghalang-halangi tugas jurnalistik bisa dipidana. "Harus ada yanh menuntut. Organisasi pers juga harus kompak," kata Neta.

Baca Juga:

Intimidasi Wartawan, Polri Gagal Lakukan Integrasi Manajemen Media

Seperti diketahui, aksi kekerasan yang dilakukan oknum anggota kepolisian terhadap seorang Jurnalis IDN Times, Helmi Shemi saat mengawal peliputan Hari Ham Internasional. Selasa malam 10 Desember.

Video yang diminta untuk dihapus oleh oknum polisi, yakni terkait kerusuhan yang terjadi di kawasan Sarinah, Menteng, Jakarta Pusat. (Knu)

Baca Juga:

Polisi Intimidasi Wartawan, DPR: Mencederai Pedoman Hidup Polri

#IPW #Neta S Pane #Kekerasan Wartawan
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Uji Materi UU Pers oleh Iwakum Dikabulkan MK, Perlindungan Wartawan Dipertegas
Mahkamah Konstitusi mengabulkan uji materi UU Pers yang diajukan Iwakum. Perlindungan wartawan pun akan dipertegas.
Soffi Amira - Senin, 19 Januari 2026
Uji Materi UU Pers oleh Iwakum Dikabulkan MK, Perlindungan Wartawan Dipertegas
Indonesia
IPW Nilai Putusan MK Picu Gejolak di Tubuh Polri, PP Bisa Jadi Jalan Tengah
Putusan tersebut dinilai menciptakan ketidakpastian hukum bagi ribuan anggota Polri yang saat ini bertugas di luar struktur institusi kepolisian.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
IPW Nilai Putusan MK Picu Gejolak di Tubuh Polri, PP Bisa Jadi Jalan Tengah
Indonesia
MK Gelar Sidang Uji Materiil UU Pers, Ahli Nilai Pasal 8 Belum Jamin Perlindungan Wartawan
Mahkamah Konstitusi menggelar sidang Uji Materiil UU Pers, Senin (10/11). Ahli menilai, bahwa perlindungan wartawan belum terjamin.
Soffi Amira - Senin, 10 November 2025
MK Gelar Sidang Uji Materiil UU Pers, Ahli Nilai Pasal 8 Belum Jamin Perlindungan Wartawan
Indonesia
IPW Apresiasi Langkah Tegas TNI-Polri, Sebut Aspirasi Harus Dilakukan dengan Cara Damai
IPW mengapresiasi langkah tegas TNI-Polri. Masyarakat diminta untuk menyampaikan aspirasi dengan cara damai dan tidak merusak fasilitas umum.
Soffi Amira - Kamis, 04 September 2025
IPW Apresiasi Langkah Tegas TNI-Polri, Sebut Aspirasi Harus Dilakukan dengan Cara Damai
Indonesia
Mobil Brimob Pelindas Ojol Affan Kurniawan hingga Tewas Bergerak Ugal-ugalan dan ‘Tanpa Komando’, Pengamat: Ini Pidana Berat!
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menilai, pengejaran oleh rantis Brimob hingga melindas pengemudi ojek online adalah pelanggaran prosedur.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Agustus 2025
Mobil Brimob Pelindas Ojol Affan Kurniawan hingga Tewas Bergerak Ugal-ugalan dan ‘Tanpa Komando’, Pengamat: Ini Pidana Berat!
Indonesia
Desak Presiden Prabowo Cabut Perpres 66/2025, IPW: Bertentangan dengan Aturan dan Isi UUD 1945
Menurut Ketua IPW Sugen Teguh, berdasarkan hierarki peraturan perundang-undangan, Perpres adalah aturan yang berada di bawah UUD 45 dan UU sehingga Perpres harus mengacu pada Konstitusi atau UU sebagai alat kontrol atas kewenangan Presiden dalam membentuk Perpres.
Frengky Aruan - Senin, 26 Mei 2025
Desak Presiden Prabowo Cabut Perpres 66/2025, IPW: Bertentangan dengan Aturan dan Isi UUD 1945
Indonesia
DPR Minta Kapolri Tindak Tegas Polisi yang Banting Wartawan saat Liput Demo
Pemerintah harus mempunyai perhatian serius terhadap kasus-kasus kekerasan yang terjadi kepada wartawan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Mei 2025
DPR Minta Kapolri Tindak Tegas Polisi yang Banting Wartawan saat Liput Demo
Indonesia
Kasus Pagar Laut Mandek, Kejagung dan Polri Diminta Hilangkan Ego Sektoral
Menurut Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, publik menunggu bagaimana ending dari kasus pagar laut.
Frengky Aruan - Jumat, 25 April 2025
Kasus Pagar Laut Mandek, Kejagung dan Polri Diminta Hilangkan Ego Sektoral
Indonesia
Penetapan Tersangka Dirut Jak TV Dinilai Bertentangan dengan Kebebasan Pers
Pengamat kepolisian melihat penetapan tersangka terhadap jurnalis Jak TV adalah tindakan tak tepat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 April 2025
Penetapan Tersangka Dirut Jak TV Dinilai Bertentangan dengan Kebebasan Pers
Indonesia
Terkait Kasus Asusila dan Narkoba Eks Kapolres Ngada, IPW Beri Catatan untuk Polri
Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menyoroti kasus dugaan asusila dan narkoba oleh mantan Kapolres Ngada AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja.
Frengky Aruan - Jumat, 14 Maret 2025
Terkait Kasus Asusila dan Narkoba Eks Kapolres Ngada, IPW Beri Catatan untuk Polri
Bagikan